Facebook

Friday, 13 March 2015

Prospek bisnis produsen karung di Indonesia (karung plastik, karung goni, karung bagor, karung laminating)


Prospek bisnis produsen karung menjanjikan. Permintaan terus tumbuh dan margin stabil. Tapi, pelaku bisnis ini harus punya modal jumbo sejak awal dan strategi pemasaran jitu agar omzetnya bisa mengimbangi kapasitas produksi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran 5% memberikan kepastian bagi para pelaku usaha. Dengan pertumbuhan yang stabil, mereka dapat berekspansi dan mengembangkan bisnisnya.

Perkembangan bisnis yang stabil tentu berkorelasi positif dengan permintaan terhadap kemasan, baik kemasan untuk membungkus barang maupun untuk mempercantik barang dagangan sehingga bakal menaikkan nilai tambah produk itu.


Prospek bisnis produsen karung di Indonesia (karung plastik, karung goni, karung bagor, karung laminating)
Creative common image by Kontan

Nah, jika Anda ingin merintis sebuah usaha, tak ada salahnya mempertimbangkan bisnis kemasan, seperti memproduksi karung. Potensi bisnis ini cukup cerah karena permintaannya besar dan terus meningkat. Mulai dari karung plastik, karung goni, karung bagor, hingga karung laminating.

Manager Marketing CV Heksa Gemilang Denny Setiawan menilai, prospek bisnis karung bagus karena permintaan terus meningkat sementara pasokan di pasar belum banyak. Saban tahun, dia menaksir, permintaan karung meningkat sekitar 10%-15%. Permintaan terbesar untuk karung berasal dari bisnis tekstil, tepung, produk kimia dan pertanian, serta laminating.

Lantaran permintaan semakin mengembang, perusahaan yang berada di Bandung ini sering mensubkontrakkan produksi karung kepada pabrik-pabrik lain. Maklum, kapasitas produksi karung Heksa Gemilang sudah maksimal. "Permintaan daerah-daerah di luar Pulau Jawa besar, tetapi sering tidak terlayani karena kurang pasokan," ujar Denny.

Memulai usaha sejak 10 tahun silam, Heksa Gemilang memproduksi berbagai macam karung. Mulai dari karung bagor, karung rol, hingga kain layar yang terbuat dari polipropilena. Mayoritas pelanggannya memesan woven bag dan laminating.

Uniknya, usaha ini tidak menerima pemesanan secara eceran. Minimum pemesanan harus 10.000 lembar. Khusus karung laminating dan customize minimum 20.000 lembar. Pasalnya, pesanan ini memiliki spesifikasi tidak standar sehingga memakan biaya produksi lebih tinggi. Heksa Gemilang mematok harga jual karung mulai dari Rp 700 hingga Rp 15.000 per lembar.

Gambaran kue usaha yang masih luas juga diungkapkan PT Injaplast. Manager Sumberdaya Manusia (SDM) Injaplast, Arnoldus Koju, memperkirakan, permintaan karung plastik bisa tumbuh 5% hingga 10% per tahun.

Meski permintaan besar dan terus meningkat, pelaku usaha ini harus menyusun strategi jitu untuk memasarkan produknya. Apalagi, pabrik karung terus bermunculan dan semakin banyak. "Persaingan ketat. Di Jawa Timur saja ada 27 pabrik karung plastik," katanya.
Agar bisa menguasai pasar, perusahaan harus menjaga kualitas produknya.  Karung yang baik adalah karung yang punya elastisitas tinggi. Kerapatan anyaman juga diperhatikan agar karung plastik bisa dipakai untuk beragam produksi industri. Dengan kualitas yang terjaga maka permintaan dan produksi akan stabil.

Injaplast berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini memulai produksi sejak 1988. Injaplast kini dipimpin Dicky Poernomo, yang merupakan generasi ketiga pendiri usaha tersebut. Selain dipasarkan di dalam negeri, produksi karung perusahaan ini juga diekspor ke beberapa negara di Asia hingga kawasan Amerika Selatan.

Margin stabil

Injaplast memproduksi karung plastik dengan beragam ukuran, yaitu 25 kilogram (kg), 50 kg, dan 100 kg. Ketebalan karungnya 600 dinear hingga 1.200 dinear. Untuk memenuhi pemesanan karung dengan ukuran berbeda, butuh biaya tambahan dan waktu yang lama untuk pengalihan produksi.

Jenis karung yang diproduksi adalah karung plastik woven bag dan jumbo bag. Namun, mayoritas pelanggannya memesan woven bag. Minimal pemesanan sebanyak 20.000 lembar. Konsumen sering memakai karung plastik untuk mengemas pupuk, beras, dan berbagai komoditas pertanian dan perkebunan.

Terkadang, Injaplast menerima pesanan untuk industri pertambangan. "Tapi, untuk pertambangan masih jarang karena biasanya permintaan mereka tidak dalam jumlah banyak," kata Arnoldus, yang sudah bekerja 10 tahun di Injaplast.

Saban bulan, Injaplast memproduksi 600 juta ton atau setara dengan sembilan juta lembar karung plastik. Harganya dipatok Rp 1.300–Rp 4.000 per kg. Setiap kilogram karung berisi 25 lembar hingga 40 lembar karung plastik.

Arnold mengklaim, margin keuntungan dari usaha in sekitar 10%–20%. Konsumennya terdiri dari ratusan perusahaan. Misalnya, Bulog, PT Pusri, produsen pupuk Saraswati , dan PT Petrokimia Gresik.

Namun, tak semua pengusaha merasakan manisnya bisnis ini. Roby Sudaryono, pengusaha karung asal Semarang, Jawa Tengah, bilang, bisnis karung masih menjanjikan tetapi kondisinya tidak seperti lima tahun lalu. Kala itu, permintaan banyak sementara pasokan sedikit sehingga harga jualnya tinggi. Kini, pasokan sudah terlalu banyak dan terkadang tidak terserap oleh pasar.

Permintaan juga berpotensi berkurang lantaran pabrik semen tidak lagi menggunakan karung plastik. Maklum, semen akan beku sampai ke tempat tujuan jika dibungkus dengan karung plastik. "Ada peluang ekspor, tetapi sekarang tidak terlalu baik karena banyak perusahaan yang menghentikan ekspor ke luar negeri karena permintaan kurang," ujarnya.

Roby memulai bisnis karung sejak 8 tahun silam. Ia fokus memproduksi karung omega bioplant berbagai ukuran. Saat ini kapasitas produksinya mencapai 300 ton per tahun. Rata-rata harga jualnya Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kg.

Kelebihan bisnis karung adalah margin keuntungannya stabil. "Margin memang kecil tapi stabil terus. Laba dari usaha ini bisa mencapai 5% hingga 10% setiap bulan," kata Roby.
Ia mengaku bisa mengantongi margin keuntungan Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kg. Bahkan, jika pintar menjual, marginnya lebih besar lagi, yaitu Rp 3.000-4.000 per kg. Saban bulan, Roby memiliki omzet Rp 5 miliar.

Jika Anda tertarik mencoba peruntungan bisnis memproduksi karung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.    


• Siapkan modal

Setiap usaha pasti membutuhkan modal. Baik itu modal yang berasal dari kantong sendiri maupun bersumber dari pinjaman. Modal yang kuat tentu akan menopang kelangsungan usaha.

Untuk menjadi pengusaha produsen karung, sebaiknya mempersiapkan modal yang besar. Maklum, harga mesin dan perlengkapan pabriknya sangat besar, yakni bisa mencapai miliaran rupiah.

Usaha karung membutuhkan lahan yang luas untuk mendirikan pabrik. Kalau memiliki pabrik sendiri, tentu harus mengalokasikan dana untuk membeli lahan dan pembangunan pabrik. Biayanya bisa ditekan dengan menyewa lahan dan bangunan. Sebagai gambaran, pabrik Injaplast saat ini seluas 23.000 meter persegi.

Anda juga harus menyiapkan dana besar untuk membeli mesin. Mesin yang dibutuhkan antara lain, ekstruder atau mesin pembuatan benang, mesin loom yang memintal benang menjadi karung, mesin jahit, mesin potong, hingga mesin printing untuk mencetak merek. 

Rata-rata harga mesin ekstruder Rp 1,5 miliar. Sementara harga mesin loom Rp 175 juta. "Total mesin loom di Injaplast sebanyak 105 unit," ujar Arnoldus.

Saban bulan, Anda juga harus merogoh kocek untuk pengadaan bahan baku. Yaitu, membeli biji plastik berupa butiran-butiran kecil berwarna putih bening dengan harga minimal Rp 25.000 per kilogram.

Selain itu, Roby bilang, untuk mendirikan pabrik harus dipersiapkan dana karyawan dalam jumlah besar. Maklum, untuk satu mesin loom dibutuhkan tiga orang karyawan.  Pemilik juga perlu menyediakan dana pelatihan karyawan, khususnya teknisi mesin. Tak tanggung-tanggung, Roby menyekolahkan karyawannya ke Italia, Prancis, hingga Malaysia.

Dalam memulai usaha ini, dia menyarankan, sebaiknya menggunakan modal sendiri dan tidak mengambil pinjaman dari bank. Pasalnya, bunga yang dikenakan bank cukup tinggi karena usaha ini dianggap berisiko. "Pendapatan akan habis untuk membayar bunga sehingga keuntungan usaha akan lama dinikmatinya," tandasnya.

Untuk pengeluaran bulanan, usaha ini juga butuh biaya besar. Belanja terbesar untuk pembayaran gaji karyawan, pembelian bijih plastik, sukucadang mesin, dan ongkos listrik serta bahan bakar. “Saban bulan biaya operasional kami
Rp 1,5 miliar,” katanya.

• Memilih rekanan

Rekanan juga merupakan kunci utama kesuksesan berbisnis produksi karung. Jika benar memilih mitra usaha, maka bisnis tersebut bakal berkembang. Begitu pula sebaliknya. Kalau salah memilih rekanan, Anda malah menanggung biaya yang tinggi sehingga keuntungan menipis.

Rekanan yang tepat dibutuhkan dalam pengadaan mesin. Maklum, sebagian besar mesin untuk produksi plastik masih diimpor dari luar negeri.  Kebanyakan mesin itu didatangkan dari China, Taiwan, dan India. "Kami mengimpor mesin dari China karena berdasarkan perhitungan kami dari negara ini yang paling murah dengan kualitas memadai," ujarnya.
Roby menjelaskan, pemilihan rekanan sangat penting dalam bisnis tersebut. Bila salah, biaya pembelian mesin bakal membengkak dua kali lipat.

Denny menimpali, pemilihan rekanan yang tepat juga perlu dilakukan saat membeli bahan baku. Maklum, bahan baku bijih plastik harus diimpor dari luar negeri. Produksi bijih plastik dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan pabrik. Reksa Gemilang mengimpor bahan baku dari China.

• Strategi pemasaran

Bila ingin sukses berbisnis tentu harus diimbangi dengan strategi pemasaran yang jitu. Jika strategi pemasaran salah, usaha Anda terancam gulung tikar kurang dari setahun karena modal yang besar dan biaya operasional yang tinggi.

Dengan strategi pemasaran yang jitu, usaha Anda dapat bersaing dengan pemain lain yang cenderung memonopoli pasar. Maklum, bisnis produsen karung sudah banyak pemainnya dan setiap tahun terus bertambah untuk memasok kebutuhan beragam pabrik.

Agar bisa bertahan dan bersaing di pasar, Roby membentuk ceruk pasar sendiri. Ia membidik pasar Indonesia bagian Timur yang masih cukup luas dan lapang. Sebaliknya, dia ogah bersaing di Jawa karena pemainnya sudah banyak.

Robi juga membatasi rantai distribusi agar tidak terlalu panjang. Pasalnya, jika rantai distribusi terlalu panjang maka harga jual kepada konsumen bakal lebih tinggi. "Karung kami sering dipakai untuk pertambangan dan saya langsung menawarkan ke penambang," ujarnya.

Denny Setiawan menyatakan, strategi pemasaran memang menjadi kunci keberlangsungan usaha ini. Makanya, Heksa Gemilang menawarkan produksi karung sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan konsumen. "Kami berusaha menarik loyalitas konsumen dengan menawarkan produk sesuai yang mereka mau. Mereka pasti tidak akan keberatan dikenakan biaya lebih asalkan barangnya sesuai keinginan," ujarnya.

Nah, Anda sudah siap mental dan kocek menjadi pengusaha produsen karung?   



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)