Tuesday, 31 March 2015

Pandangan Hutomo Mandala Putra Mengenai Soekarno dan PKI di INDONESIA


Pandangan Hutomo Mandala Putra Mengenai PKI di INDONESIA
Creative Common Image by Putra Soeharto

Saya pernah bertanya pada HMS kenapa HMS mengambil inisiatif untuk Membubarkan PKI padahal Bung Karno tetap Bertahan tidak Mau Membubarkan PKI ?

Ini jawaban HMS:..

Sebagai Bawahan ayah wajib melindungi Harga Diri bung Karno karena Kapasitas nya sebagai pemimpin besar dan juga di akui sebagai pemimpin besar dunia, bung Karno sudah mengucapkan pemikirannya kepada dunia tentang menyatukan Nasionalisme, Agama, dan Komunisme Melalui sidang Umum PBB. Bung Karno menyebut Gagasannya itu "to build a new world".

Setelah melontarkan di forum internasional, Bagai mana mungkin Kemudian Bung Karno mau membubarkan Partai Komunis Indonesia PKI?..

"Jadi Ayah berpikir biarlah Ayah yang membubarkan PKI yang semakin merajalela saat itu"

"Kadang kala Bawahan Harus mengerti keteguhan seorang pemimpin, karena saat itu jika sampai bung Karno Membubarkan PKI dan menjilat ludah sendiri maka akan di cap Apa negara kita ini di mata internasional....

Ayah mengambil inisiatif karena ayah juga sudah menyadari Risikonya"

Tidak masalah ayah disalahkan kelak, namun pasti suatu hari anak cucu bangsa ini akan mengerti dengan sendirinya Apa arti kebenaran dan kesalahan di masa - masa perjuangan"...

"Itu jawaban yang saya dengar langsung dari Almarhum HMS"

Sekian, Besok kita lanjut lagi:)

Pandangan Hutomo Mandala Putra Mengenai PKI di INDONESIA
Creative Common Image by Putra Soeharto

Berikut sedikit cerita HMS tentang Pembubaran PKI yang diumumkan pada tanggal 6 oktober 1966.

Setelah dibubarkan suhu politik tetap memanas, rakyat dan mahasiswa tetap menuntut agar bung karno segera mengundurkan diri dari jabatannya selaku Presiden. Saat itu HMS diberi tugas berulang kali meredam berbagai demonstrasi besar besaran yang dilakukan mahasiswa, termasuk yang dilakukan di depan Istana Bogor.

Di masa itu sebenarnya Ayah sering mengunjungi istana bogor, menghadapi ayah yang selalu bersikap santun dan selalu tetap menghormati bung karno, sementara bung karno juga mengetahui bahwa keputusan atas tuntutan rakyat yang kian marak terhadapnya juga bergantung pada kebijakan yang akan diambil ayah, bung Karno Akhirnya Bertanya :
"
"Har" Sakjane Aku Iki arep kok apakke to??,"( Har sebesarnya saya ini akan kamu apakan? Bung Karno bertanya pada ayah.

Ayah dan Pak Karno memang sering berbicara dalam bahasa jawa, juga kepada beberapa orang yang lain.

Kemudian HMS menjawab"

Tidak, Bapak tidak akan di apa apakan" sesungguhnya jawaban ayah yang sederhana itu bermakna janji hati yang paling dalam untuk bung KarNo, bahwa ayah akan membela bung Karno dengan cara Ayah Sendiri.

Itu ayah buktikan saat ayah dilantik menjadi Presiden RI Pada 27 Maret 1967, setahun setelah turunnya supersemar, dengan kekuasaan ayah yang sangat besar saat itu ayah sama sekali tidak mau mengutak atik kesalahan yang menurut banyak kalangan dilakukan Bung Karno saat itu..

Bahkan ayah Dengan tegas telah menolak Bung Karno di ajukan ke pengadilan saat itu, walaupun tuntutan untuk mengadili Bung Karno terdengar di mana mana.

Ayah melakukan itu karena ayah menghormati Hak dan martabat pejuang dan mantan pemimpin negeri ini, dan tentu saja sudah tugas ayah untuk menjaga kehormatan mantan atasan ayah.

Sekian"Besok2 kita lanjut lagi"

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)