Sunday, 1 March 2015

CV Bodongan bikinan DPRD DKI Jakarta Part 1 Sidoarjo - CV Wiyata Agri Satwa



Sidoarjo, - CV Wiyata Agri Satwa menjadi salah satu perusahaan yang menang dalam lelang pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk SMKN 42 Jakarta senilai Rp Rp 5.833.448.500. Perusahaan tersebut berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Saat dicek ke lokasi, yang ditemukan bukanlah kantor tetapi gudang tepung pakan ternak.

Dalam data yang tercantum di lpse.jakarta.go.id lokasi CV Wiyata Agri Satwa berada di Jl Tambak Sawah Industri D-10 Rt 07 RW 02, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

CV Bodongan bikinan DPRD DKI Jakarta Part 1 Sidoarjo - CV Wiyata Agri Satwa
Creative common image by Detik

CV Bodongan bikinan DPRD DKI Jakarta Part 1 Sidoarjo - CV Wiyata Agri Satwa
Creative common image by Detik


detikcom mendatangi alamat tersebut Jumat (27/2/2015). Di lokasi itu terlihat sebuah gudang besar dengan pintu besi berwarna biru. Tidak ada papan nama CV Wiyata Agri Satwa.

Salah satu penjaga gudang, Nursubeki (30) mengatakan memang benar gudang tersebut milik CV Wiyata Agri Satwa, namun gudang itu bukan kantor tetapi sebagai tempat produksi tepung makanan ternak.

"Di sini hanya sebagai tempat untuk produksi tepung saja, kalau kantornya nggak di sini," kata Nursubeki di lokasi. Namun dia tidak tahu di mana kantor CV Wiyata Agri Satwa.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Divisi Produksi, Ferry Cahyanto membenarkan CV Wiyata Agri Satwa beralamat di Jalan Tambak Sawah Industri D 10, Sidoarjo.

Menurutnya hingga kini gudang tersebut memang belum diberi papan nama karena masih digunakan untuk produksi tepung. Rencananya gudang tersebut akan dialih fungsikan sebagai kantor.

"Terkait pemenang tender dari Pemprov DKI Jakarta saya kurang paham, karena saya sebatas Kepala Divisi Produksi saja, nanti akan saya coba untuk menanyakan ke divisi yang lain," pungkasnya.

CV Wiyata Agri Satwa menjadi salah satu pemenang tender pengadaan UPS pada Suku Dinas Pendidikan Tinggi Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun Anggaran 2014. Kasus UPS ini jadi ramai setelah Gubernur Ahok membongkar data 'anggaran siluman' pengadaan UPS dalam APBD 2014. 

Dia menuding oknum DPRD mengubah APBD yang disepakati tanpa lewat e-budgeting dan hal serupa coba dilakukan untuk APBD 2015. Ahok memilih dilengserkan oleh DPRD yang mengancam menggulingkannya daripada dana siluman Rp 12,1 triliun masuk ke APBD 2015. Sementara itu menurut Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik anggaran Rp 12,1 triliun sudah sah dan disetujui bersama satuan perangkat kerja daerah (SKPD) Pemprov Jakarta.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)