Friday, 13 March 2015

bisnis jasa pembuatan video pendek di Indonesia


Perkembangan teknologi menciptakan peluang-peluang bisnis baru yang menjanjikan. Salah satunya adalah bisnis jasa pembuatan video pendek. Fungsi video pendek ini beragam. Sebut saja sebagai undangan berbagai momen penting seperti pernikahan, ulang tahun dan anniversary. Video pendek ini juga bisa berfungsi sebagai cara promosi produk dan lainnya.

Bisnis ini terkait erat dengan penggunaan internet, teknologi informasi serta teknik videography. Tren video pendek seperti ini sudah lebih dulu berkembang di luar negeri khususnya di negara-negara maju. Penetrasi internet di masyarakat negara maju yang sudah lebih besar membuat bisnis ini dengan mudah berjalan.

Umumnya jasa pembuatan video undangan online ini dibuat dengan teknik stop motion. Ini merupakan teknik animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak dengan sendirinya. Objek tersebut digerakan sedikit demi sedikit di setiap frame yang akan difoto, menciptakan ilusi pergerakan saat serangkaian frame dimainkan secara berkelanjutan.

bisnis jasa pembuatan video pendek di Indonesia
Creative common image by Kontan

Sementara di Indonesia, penggunaan video pendek sebagai undangan seperti itu masih belum terlalu banyak digunakan. Padahal, potensinya cukup bagus. Bambang Agusumitra, penyedia jasa pembuatan video pendek lewat bendera Ion Motion di Karawaci, Tangerang, mengatakan, bisnis undangan lewat video memiliki prospek yang bagus karena masih jarang di Indonesia. "Jadi menarik untuk dijalani sekalian memperkenalkan juga ke masyarakat," jelas Bambang. 

Selain menarik, menurut Bambang, gambar bergerak pada undangan video menciptakan kesan lebih interaktif ketimbangan undangan tertulis yang dicetak. Sehingga undangan ini menciptakan efek lebih personal. Biasanya pembuatan satu video pendek sekitar satu menit sampai dua menit.

Kemudian video diunduh di Youtube. Pengundang kemudian menyebarkan link video tersebut kepada para tamu undangan melalui email maupun aplikasi percakapan di ponsel pintar, hingga berbagai cara di media sosial yang sudah populer. 

Nikko Syoni, penyedia jasa pembuatan video pendek dari Video Invitation Online (VIO) di Jakarta, menambahkan, meski begitu, budaya undangan cetak yang kini masih mendarah daging di benak orang Indonesia, terutama genarasi tua, membuat promosi pemasaran jasa ini harus lebih gencar. "Saat ini undangan video pendek online di Indonesia masih disebar berbarengan dengan undangan cetak. Biasanya undangan online ini lebih disebar ke orang-orang yang tinggalnya jauh," tutur Nikko.

Agar jasa video online ini makin dikenal masyarakat, Nikko berpromosi lewat online dengan membuat situs dan ikut dalam berbagai event pameran pernikahan. "Saya harus menjelaskan lebih detail ke pengunjung karena banyak dari mereka yang belum tahu dan belum paham betul akan jasa pembuatan undangan video online ini," ujar Nikko.

Tiap kali mengikuti pameran, dia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 40 juta−Rp 45 juta. Pencapaian ini jauh lebih besar ketimbang dia hanya mengandalkan pemasaran lewat situs buatannya vio.web.id yang hanya menghasilkan omzet sekitar Rp 6 juta per bulan.

Untuk pembuatan satu video pendek, Nikko memasang tarif sekitar Rp 1,3 juta. Waktu yang dibutuhkan dalam membuat satu video pendek sekitar tiga hari dengan durasi satu menit.

Harga jasa bervariasi

Sementara Bambang membanderol jasa pembuatan video undangan online  mulai dari Rp 700.000−Rp 1,5 juta dengan durasi 1 menit-2 menit per video. Dia memiliki beberapa paket yang ditawarkan seperti video standar, super video dengan tambahan slide show foto, dan komplit video dengan tambahan slide show foto  serta karikatur calon pasangan pengantin.

Adapun, Ilham Zulkarnain, penyedia jasa video lewat Root Pixel asal Jember, membanderol jasa pembuatan video mulai dari Rp 3 juta−Rp 10 juta per video. Harga jasa tergantung dari konsep yang diingan oleh calon pengantin. Dalam sebulan ia bisa mengantongi omzet sebesar Rp 15 juta per bulan dengan estimasi mengerjakan proyek sekitar dua video sampai tiga video.

Jasa yang ditawarkan Ilham lebih kepada pembuatan video saat berlangsungnya pernikahan yang nantinya akan diunggah ke Youtube. "Saya juga menerima pembuatan desain situs," kata Ilham.

Nikko bilang, proses pembuatan video diawali dengan pemilihan template atau contoh yang sudah disediakan. Setelah itu, konsumen akan diminta mengirim beberapa foto yang akan dipasang di video untuk digabungkan dengan template yang dipilih. "Desain template yang kami tawarkan ada dua puluh dengan berbagai warna dan bentuk," jelas Nikko.

Bambang juga menyediakan template untuk mempermudah konsumen memilih tema undangan. Nantinya yang ada di dalam video itu adalah berbagai foto yang memiliki jalan cerita serta informasi alamat lengkap terkait acara yang akan dilangsungkan. Bambang mengaku bisa menyelesaikan satu video dalam waktu sekitar dua jam.

Video-video tersebut nantinya dapat dilihat melalui berbagai macam gadget, seperti laptop, komputer, dan tentunya ponsel pintar dengan membuka link yang akan mengarah ke Youtube sebagai media pemutar. Umumnya konsumen jasa undangan video online ini masih sekitar wilayah Jakarta. Nikko mengaku, tidak jarang dia juga mendapatkan konsumen dari Sulawesi, Papua, bahkan dari luar negeri seperti Australia.

Lantaran sektor ini sarat dengan teknologi terkini, komunikasi antar konsumen dan penyedia jasa ini pun menggunakan fasilitas teknologi internet seperti Skype, maupun Whatsapp.

Sementara, Ryan Firmansyah, pemilik usaha R Tiga Production asal Bandung, menawarkan tiga paket pembuatan video stop motion untuk gift. Yaitu paket standar senilai Rp 450.000, paket silver seharga Rp 550.000 dan paket lengkap gold senilai Rp 750.000. Pada paket termahal, R Tiga Production akan mengurus semua proses mulai dari mencari tema video hingga mengedit video.  

Ryan menerima satu video pendek dengan rata-rata durasi empat menit sampai enam menit. Dalam sebulan dia bisa mengerjakan enam sampai sepuluh video. Dari situ Ryan bisa meraup omzet sekitar Rp 10 juta per bulan. Rata-rata pelanggan R Tiga Production yang sudah beroperasi sejak 2012 ini  adalah anak-anak muda yang membuat video untuk hadiah ulang tahun.     

Menjalankan bisnis jasa pembuatan video pendek online ini tidak sulit, jika memang memiliki hasrat besar di bidang desain dan videografi. Bambang Agusumitra, penyedia jasa pembuatan video pendek lewat bendera Ion Motion ini tidak memerlukan modal khusus untuk memulai usaha ini di 2012. Karena waktu itu dia sudah memiliki perangkat elektronik seperti laptop dan software untuk mengedit video.

Dia mengaku bisa mengantongi keuntungan hingga 100% dari pembuatan sebuah video. Dia tidak mengerjakan semuanya sendiri. Tak jarang ia akan menyewa pekerja lepas jika sudah dirasa kebanjiran pesanan.

Sementara, Nikko Syoni, penyedia jasa pembuatan video pendek dari Video Invitation Online (VIO) di Jakarta menggelontorkan dana sebesar Rp 100 juta untuk modal usaha seperti menyewa tempat usaha, peralatan elektronik serta promosi. Nikko mempekerjakan enam orang karyawan dmana satu orang pekerja tetap dan lima orang pekerja lepas.

Melalui bisnisnya ini, Nikko bisa meraup keuntungan sebesar 15%−25%. "Desain yang dibuat berbentuk animasi, sehingga setiap foto harus di-crop. Di sinilah unsur handmade-nya, jadi bukan hanya penggabungan foto-foto seperti slideshow," jelas Nikko. 

Ryan Firmansyah, pemilik usaha R Tiga Production asal Bandung, menambahkan, pembuatan video pendek seperti itu cukup rumit dan membutuhkan kesabaran. Karena prosesnnya sangat detail menggerak-gerakkan benda-benda di dalam video.


Ke depannya Ryan berencana ingin melebarkan sayap dengan membuka jasa penbuatan film-film bertema dan bisa di jual. Dia juga bercita-cita ingin memiliki sebuah production house sendiri yang lebih profesional. Hingga saat ini R Tiga Production masih menggunakan sosial media dalam pemasaran dan promosi.         



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)