Saturday, 7 February 2015

Tolak Proyek Tugu 0 Kilometer Baru SABANG 20 Miliar


Sudahkah anda melihat Design Tugu Nol Kilometer Baru Sabang yang menelan biaya 20 Miliar?

Tugu yang dibangun oleh BPKS bekerjasama dengan Pemko Sabang ini akan menghabiskan anggarana senilai Rp. 20 miliar lebih. Situs tugu nol kilometer selama ini memang menjadi salahsatu tujuan wajib wisatawan ke sabang dengan mendapatkan sertifikat tentunya wisawatan yang berkunjung ke sabang tidak akan melewati moment berharga untuk membawa pulang sertifikat nol kilometer. Source Acehplanet





Mengapa harus design tugu seharga 20 miliar seperti diatas?

Coba anda lihat TUGU sekarang Nol- Kilometer

Daripada memugar, pihak BPKS Sabang lebih menarik untuk membangun lebih tinggi dan lebih megah, pertanyaanya untuk apa?



Dana 20 Miliar itu kalau dibuat ke alokasi yang lebih baik, cukup untuk meningkatkan PAD Sabang, daripada menghamburkan ke TUGU baru yang menurut kami kurang begitu penting untuk dibangun ulang, kenapa?


  • Designya boros dan tidak mudah melakukan perawatan setiap tahun
Coba anda lihat proto-type design-nya menggunakan bahan material semen dan baja dengan lekukan yang rumit, bagaimana nantinya perawatannya? bagaimana nanti kalau warna cet dindingnya terkelupas, pudar, apakah cukup dana untuk perawatannya? jangan hanya sekedar membangun yang wah tapi tidak punya cukup biaya untuk perawatan tugu.

  • Kolam air untuk apa?
Tugu Baru didesign dengan kolam air, pertanyaanya kolam untuk apa? lalu sebulan kemudian airnya tidak pernah ada lagi, karna tidak sanggup bayar biaya listrik, airnya keruh kotor karna dijadikan tempat sampah bagi para pendatang dan lebih parahnya lagi air-nya menjadi mubazir.

Daripada membangun TUGU Baru, alangkah lebih baik kalau TUGU yang lama direnovasi dan dibentuk ulang lebih modern, dibuang yang tidak perlu, ditambahkan dengan icon yang lebih bagus. Akan jauh lebih berguna memperluas lebaran jalan akses menuju NOL Kilometer Sabang beberapa sentimeter serta menyediakan sarana MCK Modern dibeberapa lokasi wisata di Sabang, Pengunjung yang banyak tentu membawa perkara masalah Buang air, kenapa ini tidak menjadi perhatian serius? 

Pernahkah anda mendengar Sabang memenangkan wisata MCK paling bersih di Indonesia?

Sudahkah Sabang mempunyai fasilitas MCK Modern?

Saran kami akan lebih baik lagi kalau Halaman tugu Nol Kilometer diperluas dengan hamparan hijau, lahan disekelilingnya dibebaskan, lalu dibuat Taman, Pohon-Pohon Tua dipermak dengan lampu pohon yang kalau malam akan bercahaya menjadi miniatur lampu pohon. tentunya ini tidak memerlukan dana besar, tidak memerlukan konsumsi listrik yang gede jika dibandingkan dengan konsep lampu sorot mercusuar TUGU kilometer baru.

Creative Common image by Jonathan Burton


Setelah halaman diperluas, lalu dibangun satu karya seni berbahan tembaga atau Besi yang diletakkan dihamparan rerumputan dengan konsep LOGO Nol Kilometer sebagai tempat SPOT FOTO Bersama, ini jauh lebih bagus dan berdampak ke promosi melalui sosial media daripada TUGU 20 miliar itu.

Uang tidak percuma dibuang-buang hasil lebih dihargai oleh masyarakat sabang itu sendiri, ataupun turis yang datang, karna mereka melihat dan cuma bisa diam melihat kualitas Sabang yang cuma itu, sama jago korupsi pembangunannya seperti di proyek pembangunan wisata Indonesia lainnya.


Update : Berita Terbaru Tugu Nol Kilometer

17.11.2015 - CRANE BPKS SEHARGA Rp 7,8 MILIAR DIBIARKAN RUSAK DI KILOMETER NOL SABANG

Sabang – Satu unit alat berat crane milik Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) mengalami kerusakan saat mengerjakan proyek tugu kilometer Nol, Sabang. Crane itu mengalami kerusakan pada alat sensor. Akibat kerusakan itu, crane yang dibeli BPKS pada tahun 2013 seharga Rp 7.879.300.000 tersebut kini teronggok di kawasan tugu Kilometer Nol Indonesia.

Kepala Bidang Kepelabuhanan BPKS Zulkarnaen, membenarkan ada kerusakan pada alat berat milik BPKS tersebut saat dipakai oleh kontraktor pelaksana proyek tugu Kilometer Nol.

“Memang benar crane milik BPKS yang disewa oleh rekanan proyek tugu Kilometer Nol kini dalam keadaan rusak. Solusinya tidak lain, rekanan wajib memperbaiki. Menyangkut sewa-menyewa sudah diatur dalam aturan BPKS tentang tarifnya,” kata Zulkarnaen kepada AtjehLINK, kemarin.

Menurut Zulkarnaen, crane BPKS yang sedang rusak tersebut dengan merek Tadano berkemampuan angkat 50 ton. Alat itu diadakan khusus untuk kebutuhan pelabuhan. Pasalnya, kata dia, selama ini BPKS belum memiliki sarana memadai dalam rangka mendukung kegiatan-kegiatan di lingkungan pelabuhan.

Ia menambahkan, pertama kali digunakan alat itu saat mengangkat mesin listrik bantuan Presiden beberapa bulan lalu. Untuk perbaikan kerusakan alat berat dimaksud dibutuhkan biaya sekitar Rp 60 juta rupiah.

Sementara itu pihak PT Araz Mulia Mandiri selaku rekanan pelaksan proyek tugu Kilometer Nol, belum berhasil dimintai tanggapanya oleh media ini. Konfirmasi via pesan singkat yang dikirimkan ke handphone salah satu pejabat perusahaan tersebut juga tidak dibalas. Begitu pun kepala BPKS, Fauzi Husen juga belum berhasil dimintai tanggapanya terkait persoalan ini.

Proyek lanjutan pembuatan tugu Kilometer Nol Indonesia tahun 2015 menelan biaya sebesar Rp 16.956.000.000,00. Sedangkan biaya pengawasannya Rp Rp 440.000.000,00 yang bersumber dari APBN.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)