Facebook

Saturday, 21 February 2015

PT Nightspade Multi Kreasi - Creator Games Indonesia


Siapa bilang industri game tak bisa diandalkan? Siapa bilang game adalah lahan kering, tak bisa menghasilkan banyak uang? Melalui Stack The Stuff, Nightspade membuktikan paradigma tersebut salah besar. Kurang dari sepekan, game yang dirintis 19 pengembang Bandung ini diunduh oleh lebih 2000 pengguna Windows Store Amerika Serikat yang rela merogoh kocek US$ 1,49 untuk sekali unduh.

PT Nightspade Multi Kreasi - Creator Games Indonesia
Creative common image by Swa

Sebagai permainan yang menyasar perangkat layar sentuh, Stack The Stuff merupakan permainan yang sangat sederhana. Pengguna hanya perlu menumpuk beberapa alat tulis hingga menyentuh bintang demi meraup score dan bonus. Namun pengguna juga harus penuh perhitungan saat hendak meletakkan, harus memikirkan keseimbangan alat tulis tersebut. Tantangan dalam permainan sederhana ini kerap disebut-sebut sebagai permainan hukum gravitasi yang bikin ketagihan. Di sinilah kemudian PT Nightspade Multi Kreasi memainkan bisnisnya.

Nightspade melempar Stack The Stuff di pasar aplikasi dengan model bisnis consumable dari in-app purchase. Model bisnis in-app purchase memberi kesempatan pengguna untuk menjajal aplikasi secara cuma-cuma. Dollar mengalir ketika pengguna sudah menikmati asyiknya aplikasi. Pengembang menjual koin atau token untuk memenuhi dahaga pengguna yang terlanjur ketagihan.

Belum genap dua tahun berdiri, Nightspade tampak lihai memainkan bisnis game di tiga platform andalan. Windows Store, App Store untuk iOS, dan Google Play Store untuk Android dijajalnya tanpa ragu. Di iOS, Stack The Stuff telah diunduh 60.000 pengguna dengan harga US$ 0,99 per download. Sekitar 110.000 download pun dipanen Nightspade dari platform Android dan Windows Phone untuk Nokia. “We make money di iOS, dan popularitas di Android,” kata Garibaldy Mukti, Chief Marketing Officer Nightspade kepada reporter SWA Online. Pria yang merangkap sebagai game desainer ini mengungkapkan perbandingan pemasukan dari Android dan iOS adalah 1:60.

Terhitung sejak peluncuran Windows 8 sekaligus Windows Store 26 Oktober lalu, Stack The Stuff pun meramaikan pasar aplikasi yang dikembangkan Microsoft tersebut. Awal mengudara, belum banyak pengguna platform Windows yang mengunduh. Kurang dari 10 download per hari. Belum genap dua minggu sejak dirilis, game yang mengusung ikon sapi-babi bernama Sabi ini langsung memperoleh kesempatan emas. 

Stack The Stuff diusung Microsoft sebagai feature di Windows Store Amerika Serikat, mengalahkan ratusan ribu permainan yang ada. Dari situlah kemudian lebih dari 2.000 download mengalir memenuhi pundi-pundi Nightspade selama beberapa hari. “Di sini semua punya kesempatan yang sama. Bahkan, di feature Stack The Stuff disandingkan dengan Rovio, pengembang Angry Bird,” ungkap Norman Sasono, Technical Evangelist untuk Developer & Platform Group Microsoft Indonesia. Besarnya animo pengguna Windows Store pula yang kemudian membuat Nightspade cukup percaya diri menaikkan harga aplikasinya menjadi US$ 2,49.

Prestasi Stack The Stuff tidak mentok di Windows Store. Microsoft yang mengagumi permainan tersebut tengah membudidayakan Stack The Stuff di Microsoft Games Studio. Platform ini khusus diperuntukkan pengguna Xbox. Norman mengungkapkan, dari sekian banyak permainan tak lebih dari 1% yang dijajaki Microsoft agar Xbox live enable. “Kami sekarang sedang mencoba assesment dengan Nightspade,” imbuh Norman. Nilai dollar per download di platform tersebut diakui Garibaldy lebih kecil dibanding Windows Store, namun volume downloadnya jauh lebih besar.

Saat ini Stack The Stuff telah dimainkan diberbagai penjuru dunia. “Dari Indonesia tidak ada 1%,” kata Garibaldy. Sekitar 40% sampai 50% penikmat Stack The Stuff justru dari negeri Paman Sam. Selebihnya, Stack The Stuff dimainkan di berbagai negara berbahasa Inggris seperti Inggris Raya dan Australia.


Meski laris manis di pasar aplikasi Windows, Nightspade mengaku tak mematok target download untuk permainan pertama yang mereka jual di Windows Store tersebut. Lebih lanjut, Garibaldy menuturkan, “Kami mau lihat respon pasar Windows 8 dulu. Kalau sudah mencapai 10 sampai 100 juta pengguna, baru kami fokus membuat perencanaan.” Di tahun 2013, Nightspade berencana mengembangkan Stack The Stuff ke ranah sosial media. Dengan pengembangan tersebut, Stack The Stuff dapat dimainkan oleh beberapa pengguna di sosial media.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)