Facebook

Saturday, 21 February 2015

Michael Saputra, Andrew Pangestan Founder Klik-Eat Indonesia


Sebagai start-up, pertumbuhan klik-eat.com tidak bisa disepelekan. Saat SWA Online menyaksikan aksi pitching mereka di hadapan Blackberry dan e27 pertengahan April 2012 lalu, klik-eat.com baru merangkul tak lebih dari 30 merchant. Sukses memenangkan hati angel-investor di Singapura, klik-eat.com mengalahkan start-up lain dari negara-negara Asia Tenggara yang tak kalah memikat. Tidak sampai situ saja, online food order terbesar Jepang, Yumenomachi, tak mau ketinggalan berinvestasi.

Michael Saputra, Andrew Pangestan Founder Klik-Eat  Indonesia
Creative common image by Swa

Kini 120 brand merchant dengan lebih dari 200 outlet di Jakarta Selatan berhasil ditaklukkan. Bukan itu saja, dalam satu bulan sekamir 5 sampai 10 brand restoran baru giat mengontak Andrew Pangestan, sang CMO. Armadaklik-eat.com pun terus ditambah untuk mengakomodasi pemesanan dan konsumen yang terus meningkat.

Dirintis Juni 2011 saat ia hanya menerima 3 order per hari, klik-eat.com sekarang panen order lebih dari 100 pesanan tiap hari untuk daerah Jakarta Selatan, Lebak Bulus, Pondok Indah, Depok, hingga Bundaran HI. Tak heran bila CEO klik-eat.com, Michael Saputra terus menambah tim karyawannya hingga 20 orang. Mereka berkantor di sebuah rumah seluas 300 meter persegi di bilangan Kebayoran Baru. Willy Haryanto, CTO klik-eat.com menjadi start-up yang bertahan dan dilirik banyak investor ternyata tidak mudah. Banyak detail yang harus diperhatikan dan disampaikan dengan cantik demi menarik hati investor dan audien. SWA Online mewawancarai Michael untuk menguak rahasia klik-eat.com menggaet investor, Senin (18/2).

Sejauh ini berapa investor yang sudah bertemu dengan klik-eat.com?

Kami bertemu investor sudah cukup banyak. Kurang begitu ingat persisnya berapa investor, tetapi berkisar di angka 12. Ketemu investor paling banyak itu waktu kami pitching di Singapura, acaranya Echelon, karena itu memang event yang cukup besar. Di Start Up Asia juga lumayan banyak. Di luar itu kami juga dikenalkan start-up lain, seperti Sribu.com. Ryan mengenalkan saya dengan venture capitalist (VC) juga.

Siapa saja investor yang sudah investasi ke klik-eat.com?

Untuk get the business up and running di awal, kami dibantu oleh investment teman2 kami sendiri yang bisa juga disebut sebagai angel investors. Secara umum, angel investor menginvestasi uang mereka sendiri, dengan jumlah yang tidak terlalu besar. Selanjutnya masuk Yumenomachi dari Jepang, yang mempunyai service bernama Demaecan (online food ordering terbesar di Jepang). Karena Yumenomachi bukan VC (Venture Capital) jadi sebenarnya mereka tidak mempunya standard besar investasi. Tetapi biasanya di angka ratusan ribu USD.

Apa yang jadi fokus mereka saat pitching?

Beda investor biasanya beda titik fokus yang mereka utamakan. Ada investor yang benar-benar fokus di business model dan market size. Ada juga investor yang mengutamakan berapa kuat tim foundersnya. Selain itu ada investor yang mengutamakan track record, alias berapa jumlah user, berapa jumlah order, berapa peningkatannya per bulan dan sebagainya. Karena kami sering tidak bisa menebak apa yang dicari investor, secara general menurut saya sebagai start-up harus bisa meng-cover seluruh dasar-dasar yang diperlukan sebelum bertemu investor. 

Contohnya, punya pitch deck (presentasi) yang solid, bisa memperkenalkan diri dan tim dengan meyakinkan, dan bisa menjelaskan ke investor kenapa kami orang yang paling tepat untuk menjalankan bisnis ini. Start-up juga harus punya business plan yang solid, agresif tapi masuk akal dan meyakinkan, harus punya rencana dan bisa menjelaskan mau diapakan uang investasi yang akan diterima, kemudian tahu siapa kompetitor di bisnis ini dan apa rencana untuk mengalahkan mereka.

Seperti apa model bisnis yang jadi fokus investor?

Pada dasarnya ya bagaimana rencana founder mendapatkan uang, charge ke customer berapa, proyeksi satu tahun ke depan bagiamana. Sebetulnya dibuat nggak profitable juga bisa sih, tapi user harus banyak. Misalnya seperti instagram, ketika dibeli Facebook nggak ada pendapatan. Tapi model bisnis seperti ini di Indonesia tidak bisa jalan. Atau yang murni mengandalkan iklan, bisa saja, tapi backing-annya harus benar-benar besar.

Kalau pitch deck yang solid itu seperti apa?

Misalnya dia menampilkan angka-angka, itu harus memang benar-benar sudah diriset, bukan dari insting. Jadi kalau ditanya itu angka dari mana, harus ada sumbernya, tidak bisa perkiraan. Kami buat dokumen Excel, isinya proyeksi customer-base, kemudian satu customer bisa mendatangkan uang berapa, setelah 3 bulan apakah mereka meninggalkan klik-eat.com atau stay. 

Kemudian pendapatan akhir tahun, misal Maret 2013 nanti nih berapa, pengeluaran untuk merekrut manajer sales, operasional, staf, itu semua dihitung sampai kita tahu untung atau ruginya berapa. Elemen-elemen penting juga harus ada di pitch deck, selain info foundernya adalah model bisnis, secara company kami mau ngapain. Yang kedua, kenapa bisnis ini menguntungkan. Investor tentu tidak mau donk mereka kasih investasi gratisan. Lalu yang ketiga kenapa kami adalah orang yang tepat buat menjalani bisnis itu.

Anda menyebutkan tim founder yang kuat. Mengapa itu jadi penting?

Tim founder kuat itu penting, tapi menurut saya itu nomor dua ya. Nomor satunya harus cocok dulu secara ide dan personality, karena membentuk tim founder itu kayak kawin tapi di bidang bisnis. Kita harus cocok secara visi, personality, tujuan, setelah itu lihat kemampuan teknis yang juga penting. Kalau saya, Andrew, sama Willy, sebelumnya kami sudah pernah bertemu. Kami terbentuk dan dikenalkan investor kami. Karena kami kenal dari kuliah, dari segi background sudah cocok lah. Personality dan tujuan kami juga sama. Kami tidak menganggap klik-eat.com sebagai bisnis sampingan doank. Nah, karena building business baru juga tidak gampang, jadi ya tidak bisa setengah-setengah.

Apa feedback yang mereka harapkan?

Saya kurang tahu kalau untuk yang ini, karena belum pernah jadi investor hehe. Tetapi dari pengalaman saya ngobrol dengan beberapa investor, biasanya investor sudah tahu apakah tertarik dengan start-up tertentu setelah pertemuan pertama. Jika tertarik untuk investasi, maka mereka akan meminta informasi lebih banyak seperti statistik user, revenue, operating cost dan sebagainya.

Apa yang ditawarkan klik-eat.com sehingga mereka mau berinvestasi?

Kami yakin bahwa kami punya business plan yang kuat dengan tim yang tepat untuk melaksanakannya. Lokasi kami di Indonesia yang adalah negara dengan populasi keempat terbesar di dunia juga menawarkan market size yang besar dan potensi pertumbuhan yang pesat.

Setelah pitching, dapat investor, selanjutnya apa?


Grow as fast as you can, use the money according to the agreed business plan, measure track record and keep innovating. Awal kan kami mendiskusikan, yang harus dicapai terlebih dahulu apa. Kemudian persetujuan dalam satu bulan kita bisa dapat peningkatan customer sampai berapa, atau penambahan jumlah restoran berapa persen. Setiap bulan kami terus melaporkan itu ke mereka.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)