Facebook

Friday, 20 February 2015

Flower Advisor Indonesia : Willy W. Thomas dan Aldwin Wijaya


Dua teman semasa kuliah di Australia, Willy W. Thomas dan Aldwin Wijaya, sukses besar membangun toko bunga online. Bernaung di bawah nama Flower Advisor (FA), bisnis mereka kini beromset di atas Rp 10 miliar per tahun, dan mampu mengirim pesanan bunga ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Flower Advisor Indonesia  Willy W. Thomas dan Aldwin Wijaya
Creative common image by Swa

Pendiri awal FA sejatinya seorang warga Singapura yang mengajak Willy turut berbisnis toko bunga pada 2008. Tak sembarang toko bunga, melainkan sudah berbasis teknologi web alias online. Ide dasarnya: orang lintas negara dan benua bisa berkirim bunga ke negara mana pun dengan mudah dan biaya yang sama murahnya dengan tempat asal mereka. “Kami melihat, ini betul-betul bisnis yang sangat dibutuhkan dan diinginkan orang,” tutur Willy yang kini menjabat Direktur FA.


Namun, untuk mewujudkannya memang tak mudah. Kerja keras mereka membangun infrastruktur teknologi dan jaringan dengan ribuan toko bunga terbukti tidak mendatangkan keuntungan secara cepat. Selama beberapa waktu, FA yang bermuara pada situs www.floweradvisor.co.id terus merugi. Kala itu, pendiri awal FA pun memutuskan mundur. Willy, yang sudah kadung jatuh cinta pada “bayinya”, memilih bertahan.


Willy sadar, tak mungkin ia berjuang sendiri. Maka, ia pun mencari pasangan bisnis lagi. Dia ingat, semasa kuliah Administrasi Bisnis di University of Southern Queensland, Australia, ada teman sekelas yang kerap sehati dengannya, yaitu Aldwin Wijaya. Setelah dirayu dengan konsep bisnis FA yang menjanjikan, Aldwin yang kala itu tengah sibuk mengurusi pabrik oli keluarga di Karawang pun luluh dan menerima pinangan bisnis Willy.


“Saya join tahun 2011. Saya tertarik karena melihat pasarnya bukan satu kota atau satu negara, tapi global,” ungkap Aldwin, Direktur Pengelola FA, ketika diwawancara SWA bersama mitra bisnisnya di kantor mereka di Kedoya Elok Plaza Blok DD/64, Jl. Panjang, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.


Berbekal kemampuan search engine optimization yang bertujuan menempatkan situs mereka dalam peringkat pertama halaman pencari Google di kategori toko bunga, mereka mulai membangun bisnis bersama di bawah PT Aldmic Indonesia.



Sebagai pengusaha pemula, mereka menyadari, laba tidak segera menghampiri. Karena itu, berbagai biaya operasional harus bisa dihemat. Hal itu yang kemudian melatari keputusan mereka untuk memindahkan kantor pusat dari Singapura ke Indonesia.


Di Indonesia, mereka terus berusaha membesarkan FA. Salah satunya dengan melakukan riset ke lingkaran teman-teman mereka mengenai potensi bisnis toko bunga online. Mereka juga mengupayakan kemudahan konsumen dalam berbelanja. Hasilnya terlihat kini. Aldwin mengaku, konsumen rata-rata hanya perlu 10 menit untuk bertransaksi mulai dari membuka situs, memilih bunga, negara tujuan, dan menyelesaikan proses pembayaran. Ini dimungkinkan dengan teknologi dunia maya dan kemudahan proses pembayaran. Tercatat, FA menerima pembayaran dengan berbagai skema seperti transfer bank, kartu kredit, Paypal, T-cash, KasPay, dan pembayaran online dari berbagai bank besar di Indonesia.


Konsumen pun dimanjakan dengan ratusan pilihan jenis ataupun model karangan bunga. Sebagai contoh, di kategori bunga mawar saja, FA menyediakan hingga 9 jenis, mulai dari mawar merah dan putih standar sampai mawar jambon, biru, peach, oranye, dan lainnya. Jenis karangan bunga pun beragam, dari yang untuk ucapan ulang tahun, Valentine, kesembuhan, dukacita, sampai peresmian kantor.


Toko bunga di mancanegara yang telah resmi bekerja sama dengan FA kini mencapai 5 ribu, yang memungkinkan FA mengirim karangan bunga segar dengan harga relatif murah ke lebih dari 100 negara. Adapun harga yang dipatok mulai dari Rp 250 ribu untuk sebuah karangan bunga hingga tak terhingga. “Bisa lebih murah atau lebih tinggi harganya karena kami ada layanan kustomisasi juga,” kata Willy. FA memiliki jadwal pengantaran tetap yakni sebelum jam satu siang, setelah jam satu siang, atau di atas jam 7 malam.


Willy dan Aldwin mengklaim FA sebagai satu-satunya florist online yang mempunyai teknologi Application Protocol Interface. Software ini bertugas membantu para pemilik situs web yang ingin mempunyai usaha online di situs web mereka tanpa biaya. “Ini merupakan salah satu daya tarik FA,” ujar Willy.


Kerja keras mereka kini membuahkan hasil. FA mampu membukukan omset di atas Rp 10 miliar per tahun. Adapun pasar terbesarnya adalah Singapura. Itu sebabnya mereka mempertahankan kantor perwakilan mereka di Negeri Singa itu. “Tapi pasar Indonesia sebentar lagi akan mengalahkan Singapura. Pertumbuhanpasar Indonesia setiap bulan dua digit,” kata Willy.


Meski bunga adalah bisnis terbesar mereka, situs FA juga melayani pembelian parsel makanan, buah-buahan dan keperluan bayi. Sejauh ini, omset terbesar FA diraih di 6 “musim”: Tahun Baru Tionghoa, Valentine, Lebaran, Natal, Tahun Baru dan Hari Ibu.





Ketika SWA menyambangi situs FA, ada salah seorang pelanggan bernama Debbie Widjaja yang menyampaikan rasa puasnya. “Saya pesan H-1 dan minta diantar sebelum jam 12, ternyata bisa dipenuhi,” katanya. Namun, Debbie juga memberikan saran konstruktif. “Mungkin bisa ditambahkan servisnya dengan mengabari ketika bunga sudah sampai, jadi yang mengirim tidak bertanya-tanya. Bisa juga dibuat sistem database sehingga pelanggan diingatkan lagi untuk mengirim bunga ke orang yang sama tahun depan,” saran Debbie yang menutup testimoninya dengan janji akan memesan kembali dari FA.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)