Sunday, 25 January 2015

Ahok membrantas Mafia Pemakaman DKI


Pejabat Indonesia memang ga jelas, masalah Pemakaman masih saja ribut dan belum selesai dibuat management yang tertib teratur dan berkesinambungan. Orang meninggal bukan baru kemarin, sudah puluh ribuan tahun yang lalu, masak sudah tahun 2015 masalah Pemakaman belum selesai dan dikelola dengan baik? Kemana saja orang-orang yang bertugas selama ini mengurusi masalah Pemakaman, kenapa masih ada oknum mafia yang mencari uang dari kesusahan orang lain yang ditinggal mati oleh ayah, ibu sanak famili keluarga, kenapa masih mencari uang dari bisnis seperti ini.

Creative common image by detik


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui adanya aksi pungutan liar dan mafia pemakaman. Bahkan salah satu kawan Ahok pun menyuap demi mendapatkan posisi makam yang strategis.

Ahok sudah memikirkan cara agar mafia ini tidak makin merajalela. Dia ingin agar pembayaran biaya pemakaman dilakukan via transfer ke Dinas Pemakaman DKI untuk menghindari pungutan liar.

"Kita udah tindak tegas terus mafia itu. Minta transfer langsung uangnya, jalan aja," lanjutnya. "Makanya mesti ditegasin, pelan-pelan diurut lebih baik semua dibuat non cash. Kalau udah non cash, baru bisa ditelusurin," tambahnya lagi.


Perda nomor 1 tahun 2006 pasal 111, besaran tarif retribusi pemakaian lahan di TPU di Jakarta:


Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 adalah sebagai berikut:

A. Pemakaian tempat pemakaman:

1. Sewa tanah makam untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun:

a) Blok AA.I Rp 100.000,00
b) Blok AA.II Rp 80.000,00
c) Blok A.I Rp 60.000,00
d) Blok A.II Rp 40.000,00
e) Blok A.III Rp 0,00

2. Sewa tanah makam tumpangan sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1.

3. Perpanjangan sewa tanah makam adalah:

a) Tiga tahun pertama 50% (lima puluh persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1.

b) Tiga tahun kedua dan seterusnya 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1.

c) Perpanjangan sewa tanah makam sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b), diajukan paling lama 3 (tiga) tahun setelah sewa tanah makam berakhir dan apabila tidak diperpanjang setelah lewat jangka waktu 3 (tiga) tahun dapat digunakan untuk pemakaman ulang.

B. Pemakaian peralatan perawatan jenazah: Rp 75.000,00/jenazah

C. Pemakaian kendaraan jenazah dan kelengkapannya:

1. untuk dalam kota Rp100.000,00/sekali pakai
2. untuk luar kota Rp1.500,00/kilometer




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)