Facebook

Friday, 26 December 2014

Abu Jandal Al Yamani - Community Guidelines warning strikes

Gara - Gara memposting Video Abu Jandal Al Yamani.

Akun Youtube Indonesia Banged tidak bisa digunakan lagi selama 6 bulan.
selama 6 bulan harus di karantina untuk sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.

wow.. itu artinya baru bisa digunakan lagi pada bulan Juni, atau awal Juli 2015.

Sangat menyedihkan sekali mengetahui akan hal ini, dikarnakan banyak yang tidak setuju dan memberikan "flag" terhadap konten video tersebut yang merupakan simbol dari perlawanan dan penyebaran kebencian sesuatu yang melanggar kode etik dalam TOS Youtube.



tidak tahu begini ceritanya..
ya sudahlah..

Dinikmati saja proses ini, next time memang kalau ingin menyampaikan video dokumentasi harus memikirkan TOS dan sebaiknya juga rakyat Indonesia jangan asal Flag Video yang memang di maksudkan untuk dokumentasi. kalau dihilangkan bagaimana kemudian punya bukti digital dari pernyataannya tersebut...


Semoga Gerakan ISIS bisa segera dikarantina oleh Pemerintah Indonesia, agar jangan sampai terjadi jatuh korban dari kedua belah pihak. lebih baik segera diobati dan dicarikan solusi bagi orang-orang yang berpikir kekerasan itu adalah simbol solusi dalam hidup di dunia yang fana ini.


10 Tahun Tsunami Aceh dan Nias Oleh Mantan Presiden SBY

DARI DUKA KITA BANGKIT

10 Tahun Tsunami Aceh dan Nias


"Ya Allah, musibah apa ini ... ", ucap saya lirih.

Hal ini saya ucapkan di Wisma Gubernur Papua, Jayapura, tanggal 26 Desember 2004, ketika berita yang saya terima tentang gempa bumi di Aceh bertambah buruk dari jam ke jam. Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, dua juru bicara Presiden, yang terus "meng up-date" perkembangan situasi di Aceh ikut pula cemas. Istri tercinta yang mendampingi saya saat itu nampak makin sedih. Matanya mulai berkaca-kaca.

Komunikasi yang dilakukan oleh para Menteri dan Staf Khusus yang mendampingi saya memang amat tidak lancar. Mereka nampak frustrasi. Belakangan baru tahu bahwa telekomunikasi di seluruh Aceh lumpuh total. Tetapi, yang membuat pikiran saya semakin tegang adalah setiap berita yang masuk jumlah korban gempa terus meningkat dengan tajam. Pertama belasan, kemudian puluhan, ratusan dan bahkan ribuan. Waktu itu saya benar-benar belum mengetahui bahwa yang terjadi ternyata bukan hanya gempa bumi, tetapi juga tsunami yang amat dahyat.

Selama jam-jam yang menegangkan itu saya tetap memelihara komunikasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang saat itu berada di Jakarta. Intinya, nampaknya ini bukan bencana alam biasa. Sesuatu yang besar. Kita harus siap menghadapi hal yang paling buruk. Kita harus dapat bertindak dengan cepat namun sekaligus tepat.

Oleh karena itu, meskipun malam harinya saya tetap menghadiri perayaan natal bersama umat Kristiani yang ada di Jayapura yang sudah lama dipersiapkan, saya meminta acara itu dipersingkat dan saya mengajak hadirin untuk berdoa atas keselamatan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana alam di Aceh.

10 Tahun Tsunami Aceh dan Nias

Mesjid Tsunami Selamat


Rapat Darurat Kabinet Terbatas di Jayapura

Dengan informasi dan intelijen yang sangat minim, malam itu di Jayapura saya segera menggelar rapat Kabinet Terbatas, yang dihadiri oleh sejumlah Menteri yang mendampingi saya. Ingat, kunjungan saya ke Papua waktu itu di samping menghadiri perayaan natal bersama juga meninjau Nabire yang baru saja tertimpa bencana.

Suasana nampak hening. Para Menteri sempat merasakan ketegangan saya. Sebenarnya, ketika saya pandangi wajah-wajah mereka, nampaknya hal itu juga dialaminya. Setelah melakukan pembahasan secukupnya, saya mengambil keputusan bahwa esok hari, sepagi mungkin, kita langsung ke Aceh. Bukan ke Jakarta sesuai dengan yang telah direncanakan. Pada waktu itu memang ada yang berpendapat dan menyarankan agar sebaiknya saya kembali ke Jakarta dulu. Setelah segalanya menjadi jelas, baru ke Aceh.

Wednesday, 24 December 2014

Kaskus Promo - Program Nurbaya - Adryan Fitra

Creative Common Image by Kaskus
KASKUS memberitahukan kepada agan semua bahwa, sampai saat ini KASKUS

tidak pernah mengadakan kerja sama dengan bank

manapun untuk memberi pinjaman, kredit, dan lain sebagainya. Untuk itu, KASKUS berharap agar

agan-agan semua lebih berhati-hati jika menemukan hal semacam ini.

Untuk memastikan, jika agan menerima SMS, email, atau pemberitahuan apapun yang berhubungan


dengan KASKUS, silakan konfirmasi dan menghubungi cs@kaskusnetworks.com.

Tuesday, 23 December 2014

Liputan Adryan Fitra di Koran Jawa Pos 2014

Adryan Fitra, Digital Campaigner Langganan Para Tokoh Dunia


Dua Kali Bantu Obama, Diminati Pentagon

INGAR-BINGAR pemilihan presiden memang telah berakhir. Pesta demokrasi itu menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai presiden dan wakil presiden selama lima tahun ke depan. Namun, sebelum mereka terpilih, publik tentu ingat betapa riuhnya kampanye hitam yang kerap menyerang Jokowi. Mulai isu agama yang dianut Jokowi hingga isu etnis yang dilekatkan pada sosok mantan wali kota Solo itu.

Ketika kampanye hitam tersebut diembuskan, tim relawan pasangan Jokowi-JK langsung merespons. Mereka bergerak dengan memanfaatkan berbagai sarana media sosial (medsos) seperti Twitter, Facebook, dan Path.

Segala informasi yang berkaitan dengan jati diri dan kiprah Jokowi-JK dalam hitungan singkat memenuhi forum-forum diskusi di berbagai medsos untuk menangkis kampanye hitam yang ditudingkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dan di balik ’’tangkisan’’ yang disampaikan relawan Jokowi tersebut, ada sosok Adryan Fitra, pemuda asal Banda Aceh yang menjadi satu-satunya digital campaigner dalam tim sukses Jokowi-JK. Penampilannya bersahaja, tidak banyak berbeda dengan pemuda kebanyakan.

’’Saat itu, kerja saya mencari fakta langsung dari Pak Jokowi. Setelah dapat, fakta-fakta tersebut saya berikan ke relawan. Dari situlah fakta yang sebenarnya langsung tersebar viral di berbagai media sosial,’’ jelas Adryan ketika ditemui Jawa Pos di auditorium Pusat Bahasa Studi Jepang UI, Minggu (8/12).


Pria yang pernah bekerja di Google Singapura tersebut mengungkapkan, kiprahnya di bidang digital campaigner untuk Jokowi berawal ketika dirinya berkarir di Negeri Paman Sam untuk membantu tim sukses Presiden Barack Obama. Pada 2008, ketika berada di Singapura, Adryan mendengar sebuah kompetisi yang diadakan tim sukses calon presiden dari Partai Demokrat AS tersebut.

’’Singkat cerita, saya ikut kompetisi itu dan nggak tahu gimana caranya bisa menang. Akhirnya, saya di-hire oleh digital team Obama untuk bergabung. Kami gembira karena akhirnya Obama menang,’’ ujar pria yang pernah menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat komisi Rp 1 miliar dari Google AdSense tersebut.

Bergabungnya Adryan dengan tim Obama didengar presiden Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 2009, ketika mengunjungi Indonesia, Obama sempat bercerita bahwa ada orang Indonesia yang membantunya untuk memenangi pilpres di AS.

’’Setelah itu, Pak Anas Urbaningrum (mantan ketua umum Partai Demokrat, Red) telepon ke Pak Dino Patti Djalal yang kala itu masih Dubes AS untuk meminta saya bertemu dengan Pak SBY,’’ tuturnya.

Pertemuan dengan SBY kala itu cukup membuat dirinya tegang. Selama sejam Adryan melakukan presentasi di depan orang nomor satu di Indonesia tersebut. ’’Ujung-ujungnya, saya ditanya apa fungsi Facebook dan Twitter bagi kedaulatan bangsa. Saya jawab saja, kalau Bapak punya Facebook atau Twitter yang follower-nya banyak, pasti Bapak akan dengan mudah menyampaikan kebijakan-kebijakan Bapak kepada rakyat,’’ ujar pemilik lebih dari 200 akun di medsos tersebut.

Gosip Proyek Nurbaya dan Adryan Fitra

Creative Common Image by Adryan Fitra

Saat anda berbicara tentang masalah hidup tiap orang pasti memiliki masalah hidup, saat anda berbicara mengenai masalah orang lain balik lagi ke kalimat pertama saya yaitu tiap orang memiliki masalah. yang jadi pertanyaan adalah apakah anda memikirkan masalah orang lain atau anda memikirkan masalah anda sendiri? atau anda sudah menyelesakan semua masalah anda sehingga anda memikirkan masalah orang lain?

banyak orang merasa hebat dan merasa pintar dengan cara selalu menyalahkan orang lain dari semua kejadian yang dianggap tidak ideal, tidak pantas, atau tidak cocok menurut orang tersebut. semoga kita tidak menjadi orang disisi tersebut, karena biasanya orang tersebut memiliki gelas yang sudah berisi penuh sehingga tidak dapat menerima masukan atau nasihat dari orang lain.

Belajar.. belajar.. selalu belajar.. itu yang saya lakukan dan yang saya selalu berdoa setelah shalat agar saya selalu di jadikan orang yang haus dengan ilmu. apakah harus sekolah? ataukah kita harus kuliah? tidak selalu menurut saya, walaupun saya terus kuliah sampai insya Allah Phd. lalu belajar itu dari mana saja? dari mendengarkan orang lain itu yang terutama menurut saya. tidak mengenal batas umur, tidak mengenal ras, kelamin dan juga background seseorang. karena saya percaya bahwa tiap manusia memiliki ilmu yang berbeda beda.

VISI POLITIK MEDIA PADA RELAWAN PKS & FPI


hari ini saya berkesempatan betemu dengan beberapa kawan dari media mainstream di balaikota jakarta

diskusi ringan pun terjadi, selain membicarakan issue politik nasional dengan gaya tak kalah dengan pengamat politik tarkam, ada juga beberapa info menarik yang saya dapatkan

menarik, karena sebuah informasi keluar ketika salah satu kawan membuka wacana diskusi; tentang situasi bencana longsor banjarnegara jawa tengah lalu menyinggung persoalan bantuan dan relawan

kawan di media televisi katakan;

"gw ma kawan di xxxRO TV kadang bersimpati dengan apa yang dilakukan para relawan terutama relawan PKS dan FPI

" mereka memang selalu ada di manapun bencana itu terjadi, contoh kebakaran di daerah jakarta barat, mereka selalu yang pertama bangun posko kesehatan dan posko bantuan"

"kita sebagai awak media selalu 'gatal' ingin men shoot semua angel gambar agar bisa lengkap memberitakan kejadian, TAPI semua itu kaga bisa..."

KISAH NYATA DARI BANJARNEGARA PULUHAN TAHUN LALU


KISAH SEBUAH DESA YANG HILANG


Membaca berita musibah tanah longsor di Karangkobar-Banjarnegara membuat kita semua prihatin dan bersedih. Sebanyak 105 KK terbenam seketika. Musibah ini mengingatkan kita semua, betapa ajal bisa datang kapan saja, tak terduga. Terlepas dari kurang perhatian ataupun kurang waspadanya pemerintah dalam menanggulangi musibah yang sudah memunculkan tanda-tanda sebelumnya ini, kita seakan diajak untuk mengingat kembali kejadian puluhan tahun silam di Banjarnegara juga. Sebuah musibah tentang terbenamnya Dukuh Legetang di tahun 1955.

Dukuh Legetang adalah sebuah dukuh makmur yang terletak tak jauh dari dataran tinggi Dieng-Banjarnegara, sekitar 2 km di sebelah utaranya. Penduduknya cukup makmur. Mereka adalah para petani sukses. Mereka bertani kentang, kobis, wortel dll. Tetapi sayangnya melimpahnya materi tersebut tak diiringi dengan kesyukuran. Mereka seakan lupa diri.

Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan juga lebih dari yang lain. Namun barangkali ini merupakan “istidraj” (disesatkan Allah dengan cara diberi rizqi yang banyak dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan)

Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan ahli bersyukur. Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras (yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka mengadakan pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kimpoi sama ibunya dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang.

KISAH NYATA DARI BANJARNEGARA PULUHAN TAHUN LALU

tugu peringatan lagetan musibah

peta lagetan kampung


Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat Legetang sedang tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar suara “buum”, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan.

Ibarruri Sudharsono Aidit, Anak sulung Ketua PKI Dipa Nusantara Aidit


Dengan suara tegas, Ibarruri Sudharsono Aidit menceritakan kisahnya ketika terpisah dari keluarga dan mengalami berbagai tekanan dari pemerintah Indonesia di bawah rejim Soeharto. Anak sulung Ketua PKI Dipa Nusantara Aidit itu lama sekali tidak tahu tentang nasib keluarganya dan di mana mereka berada.

Ketika peristiwa 1965 terjadi, ia baru berusia 16 tahun dan sedang bersekolah di Moskow. Tapi bagi rejim Soeharto, ia adalah seorang berbahaya yang "langsung atau tidak langsung pasti terlibat G30S/PKI". Paspornya dicabut dan ia kehilangan kontak dengan keluarga di Indonesia.

Ibarruri Sudharsono Aidit
Creative Common Image By DW

Pada acara soft launching situs 1965tribunal.org di Auditorium International Instituut voor Sociaal Geschiedenes (IISG), Jalan Cruquiusweg di Amsterdam, 17 September 2014, Ibarruri juga bercerita tentang paranoia warga Indonesia yang mengalami indoktrinasi selama puluhan tahun.

Ketika sedang kuliah di luar negeri, ia punya teman bicara yang cukup dekat di kampus. Suatu kali, Ibarruri menunjukkan kartu identitasnya yang memuat nama Aidit. "Waktu tahu saya anak Aidit…, teman saya terdiam, kemudian lari." 

Bagi sebagian besar orang Indonesia, nama itu adalah sesuatu yang menakutkan, dan bisa membahayakan karir mereka.

Indoktrinasi dan Stigmatisasi

Dalam acara IPT 1965 itu, hadir tiga generasi korban kekejaman Orde Baru. Sarmadji Sutiyo, yang sudah berusia di atas 80 tahun, menceritakan kisahnya dengan suara berapi-api. Tahun 1965, ia sedang kuliah di Beijing. Sebelumnya, Sarmadji bekerja di Departemen Pendidikan di Jakarta. Tahun 1950, ia bergabung dengan Pemuda Rakjat, sayap pemuda Partai Komunis Indonesia.

Friday, 19 December 2014

SBY Command and General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas



Pada siang yang dingin di Fort Leavenworth, Amerika Serikat, Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri mengunjungi sekolah militer alma maternya, Command and General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas, Jum'at (19/12). SBY menjalani sekolah komando angkatan daratnya pada tahun 1990 hingga tahun 1991. Kini, di tahun 2014, Agus Yudhoyono juga menjalani sekolah komando angkatan darat (Seskoad) disini.

Suasana kian menghangat saat SBY bertemu dengan Tim O'Hagen, teman satu kelasnya saat menjalani pendidikan di Fort Leavenworth tersebut. Disana, SBY juga berfoto di 'Hall of Fame', dimana foto SBY juga dipajang sebagai alumni CGSC yang sangat berprestasi dan dianggap turut membanggakan alma mater.

Wednesday, 17 December 2014

Pembelaan SBY atas Tuduhan Kegagalan Ekonomi Era Jokowi


Saya tetap mengikuti perkembangan situasi di tanah air, termasuk terjadinya gejolak ekonomi akibat jatuhnya nilai rupiah akhir-akhir ini.

Saya juga mencermati perbincangan masyarakat terhadap persoalan ekonomi terkini, termasuk sejumlah pernyaatan pihak pemerintah.

Memang yang paling mudah adalah mencari "kambing hitam", atau harus ada pihak yang disalahkan, terutama terkait jatuhnya rupiah kita.

Selain alasan-alasan lainnya, seorang pejabat pemerintah juga menuding bahwa semua ini akibat kebijakan pemerintahan SBY yang salah.

Atas tudingan ini, saya minta kepada siapapun yang bersama saya 10 tahun di pemerintahan harap bersabar. Tak perlu ikut menuding kesana kemari.

Menyalahkah orang lain tak akan menyelesaikan persoalan. Itulah pelajaran yang saya petik selama dulu memimpin negeri ini.

Saya tak akan lupa, jasa para Menteri, Gubernur, Ekonom, Pebisnis dan lain-lain, yang amat sering bersama saya mengatasi persoalan ekonomi.

Termasuk kebersamaan kita, siang dan malam mengatasi gejolak minyak dunia tahun 2005 dan 2008, dan mengatasi krisis global tahun 2008 dan 2009.

Atas keputusan, kebijakan dan tindakan yang kita lakukan - tanpa menyalahkan orang lain - Alhamdulillah kita bisa selamatkan ekonomi kita.

Terimalah ucapan terima kasih saya & tetaplah bersabar jika apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dulu, kini dengan mudah disalahkan.

Jika ada yang salah dengan kebijakan pemerintahan SBY, semua itu tanggung jawab saya. Saya tak akan pernah menyalahkan yang lain.

Biarlah Tuhan & rakyat yang menilai, apa yang kita lakukan & ikhtiarkan untuk mengatasi persoalan bangsa di masa pemerintahan saya dulu.


Friday, 5 December 2014

Start-Up Indonesia semakin maju Part 2

Start-Up Indonesia semakin maju


Dengan pemasaran di kanal sosial media, mereka mampu menarik pasar potensial hingga mengantongi keuntungan maksimal. Startup akan mengulas beberapa UKM yang menggunakan digital untuk mengembangkan bisnisnya.

Kalau selama ini akan membuka situs baru dan tidak paham kalau situs tersebut punya misi besar dan mendapat support dana dari dalam dan luar negeri, mungkin anda akan bertanya bagaimana bisa?  apa yang perusahaan ini lakukan ? 

Untuk memahami industri Start-Up Indonesia akan perlu mempelajari sejarah mereka dan itu bisa anda dapatkan dalam liputan Bloomberg Indonesia dibawah ini :



Start-Up Indonesia semakin Maju dan Keren Part 1

Start-Up Indonesia semakin Maju dan Keren

Semakin menjamurnya Perusahaan Start-Up asal Indonesia yang tidak hanya menguasai pasar indonesia dan luar negeri, mereka terus berkembang dengan model konsep bisnis yang semakin matang dan pasar yang begitu besar yang belum tergarap penuh menjadikan start-up baru bermunculan seperti jamur.

Dalam liputan Bloomberg Indonesia, kita semakin yakin akan kemampuan dan kesiapan anak bangsa terhadap masa depan industri Start-Up tanah air. Berikut adalah liputan Start-Up tanah air part 1.

Hobi dan pemasukan ternyata bisa berjalan beriringan ketika kita membuat perusahaan rintisan yang sesuai dengan passion. Hal ini terjadi pada Founder Femaledaily.com, Altrovis dan Catfiz Messenger. Siapa yang sangka bermula dari hobi,ketiga startup ini terus berkembang dan layak diperhitungkan di industri digital tanah air.




Wednesday, 3 December 2014

Kumpulan Liputan Start-Up Company Indonesia

Kedepan akan semakin banyak Start-Up di Indonesia yang akan semakin berkembang tidak hanya pada industri Jasa, tapi akan merambah pada semua seluk beluk model bisnis lainnya, ini adalah kesempatan yang sangat besar sekali kalau bisa dilihat dan dicarikan pola bagaimana sistem ini berkerja dan bagaimana anda bisa membangun model bisnis berbasis Start-Up.

Di Liputan hari ini akan akan menyaksikan beberapa contoh Start-Up Indonesia semisal Properti, Jasa Pengelolaan Keuangan, Jasa Televisi Online, Jasa Apotik Antar, Jasa Penyedia Kredit, dan masih banyak lagi, sama seperti bisnis lainnya yang membedakan mereka membuka jasa yang melibatkan pihak ketiga dan menjadikan bisnis model komisi referal ini menjadi semakin berkembang di Indonesia.

Kumpulan Liputan Start-Up Company Indonesia


Kemajuan teknologi membantu masyarakat urban dalam solusi masalah sehari-hari. Dengan semakin meningkatnya mobilitas kegiatan, masyarakat kota menuntut jawaban cepat atas segala permasalahan klasik mereka seperti bidang kesehatan dan keuangan. Dua bidang inilah yang menjadi sasaran sejumlah startup digital dalam mengembangkan pelayanan.

Start-Up Property Indonesia - Peluang Jangka Panjang

Bagaimana anda melihat pertumbuhan Bisnis e-commerce di Indonesia.

Bagi Orang Indonesia yang paham melihat potensi di Indonesia ini adalah ladang emas jangka panjang, bagi yang tidak begitu paham akan masuk kedalam siklus sebagai agen properti pada Start-Up Indonesia yang jumlahnya semakin banyak dan berkembang.

Bagaimana anda melihat Start-Up tanpa melihat bagaimana investasi besar disini yang diisi oleh investasi asing di Indonesia, bagaimana mereka bisa menghasilkan revenue dari kerjasama dengan kredit perbankan, dan bagaimana potensi ini sudah dilirik oleh para pemain generasi indonesia.

Indonesia tidak hanya Jabodetabek saja, tapi potensinya masih terus berkembang, masih banyak penduduk yang belum mempunyai tempat tinggal dan butuh informasi mengenai situs jual beli yang bisa mengakomodir keinginan mereka untuk mendapatkan informasi properti di setiap kota Indonesia.

Dwi Sucipto - Dirut Pertamina & Rudiantara - Menkominfo

Dwi Sucipto - Dirut Pertamina & Rudiantara - Menkominfo
Creative Common Image by Ratu Adil


Dwi Sucipto jadi Dirut Pertamina

Oh God, apa yang akan terjadi dengan Pertamina?

Adalah penguasaan asing (lagi)

Pertanyaannya adalah kenapa Dwi Sucipto yang dijadikan Dirut Pertamina?

Apa korelasinya dengan kenaikan BBM Premium baru-baru ini?

Ada yang mention, Dwi Sucipto dijadikan Dirut Pertamina untuk persiapan IPO Pertamina

Tepat tapi kurang lengkap :)

Lebih tepatnya, Dwi Sucipto dijadikan Dirut Pertamina untuk menjerat Pertamina dengan serangkaian Global Bond (Surat Utang Global) dan IPO

Lho, memangnya Pertamina kekurangan uang?

Kok sampai harus diagendakan terbitkan Global Bond dan dijadwalkan IPO?

Bukankah Pertamina adalah pemberi dividen terbesar dari seluruh BUMN ke APBN?


Creative Common Image by Katadata

Setiap tahun, dari total dividen yang disetor ratusan BUMN ke APBN, setoran dividen Pertamina mengambil porsi 50% dari total dividen BUMN