Facebook

Saturday, 1 November 2014

Menteri SUSI Pulang Kampung Pangandaran, Apa Hasilnya?


Beberapa Poin dari Kunjungan Pulang Kampung Ibu Menteri Susi.



  • Susi Pudjiastuti memberikan Gaji menterinya 19juta untuk Nelayan tua yang tidak bisa lagi melaut selama 5 tahun. Sebagai dana asuransi nelayan..


  • Pengaduan Masyarakat Langsung ke Ibu Susi

Selamat siang,
untuk penanganan masalah atau pengaduan tentang kelautan atau sejenis lainnya yg menyangkut taraf hidup nelayan atau bahkan bukan nelayan.

Seperti:

- tidak digaji di PT.perikanan
- penyalahgunaan wewenang
- pejabat kelautan yg melenceng dari tugasnya.

Untuk sementara bisa PM/inbox.

Karena email khusus masih dalam proses krja.

Laporan anda adalah kinerja saya.


Terima kasih


Menteri SUSI Pulang Kampung Pangandaran,


  • Kekayaan Laut Indonesia tidak untuk segelintir orang kaya saja

Kelautan indonesia adalah laut kita semua, kalau bukan kita yang merawat siapa lagi?

Laut yg kaya akan isi dan manfaatnya.

Jgn biarkan kekayaan laut kita hanya untuk kekayaan orang2 tertentu saja.

Orang2 yang hanya mementing kan perut mereka sendiri.
Tanpa berpikir apa warisan kelak buat anak cucu kita.


''lautku adalah hartaku''


  • Potensi Laut Indonesia 9,300 Triliun

Selamat Malam Indonesia

Kalian pasti tahu, laut kita besarnya 70 persen atau 5 kali lebih besar laut kita dari Thailand, dan beribu-ribu kali lipat dengan Malaysia, namun miris juga melihat kenyataan di sisi lain bahwa angka ekspor kita kalah jauh dibandingkan Malaysia dan Thailand.

Jika potensi hasil laut kita dapat dimaksimalkan maka akan menghasilkan pendapatan negara hingga lima kali lebih besar daripada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau sebesar Rp9.300 triliun.

Kekayaan kelautan yang dimiliki Indonesia akan percuma bila negara tak miliki regulasi terkait pembatasan penangkapan dan pengolahan hasil laut. Hal ini yang menyebabkan kekayaan kelautan Indonesia dimanfaatkan oleh pihak-pihak asing, padahal asing pun sudah punya aturan pembatasan tersebut.

Maka itu kita akan mengubah hal yang menjadikan kekayaan laut Indonesia terus dijarah oleh pihak asing dengan melakukan monitoring melalui teknologi.

Kita mau mengubah ini sebelum potensi ini habis. Semoga target kita kedepannya dapat terwujud.


Mohon doa dari masyarakat agar semua dapat berjalan dengan lancar.


  • Non-sense Negara Rugi 11 triliun dari Perikanan

Saya katakan sangat tak masuk akal negara rugi Rp 11 T dari perikanan


Saya selaku Menteri Kelautan dan Perikanan, menyayangkan potensi kelautan Indonesia justru berbalik merugikan negara. Salah satu kerugian yang harus diderita negara adalah besarnya anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kapal yang berlayar di perairan Tanah Air.

Menurut saya, total kapal di Indonesia saat ini mencapai 5.329 unit. Kapal tersebut meminum BBM subsidi mencapai 2,1 juta kiloliter dalam setahun. Dengan demikian, subsidi yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 11,5 triliun.

Menurut saya "Pemerintah subsidi sebesar Rp 11,5 triliun, sedangkan PNBP yang didapat hanya Rp 300 miliar. Negara kita dirugikan hampir Rp 11 triliun. Subsidi itu cost untuk negara, tapi pendapatan kecil. It does not make sense, it should change,"

Jika semua kapal disuruh berhenti berlayar dan dana kerugian Rp 11 triliun diberikan kepada nelayan, maka nelayan akan sangat sejahtera.

Saya berjanji akan mencari jalan keluar masalah ini. Setidaknya menurut saya pendapatan negara harus setara dengan cost atau biaya yang dikeluarkan, khususnya dari subsidi BBM.

saya tegaskan "Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita ingin hasil setara dengn cost yang kita keluarkan. Saya meminta seluruh data KKP bisa diakses semua pelaku,".

Salah satu cara yang saya lakukan dalam menata perkapalan adalah dengan mengungkap data kapal yang berlayar. Dengan jelasnya data kapal yang berlayar maka bisa dipantau dan diawasi konsumsi BBM subsidi maupun menentukan legal atau ilegalnya sebuah kapal.

Didepan jumpa pers dengan wartawan hari ini saya katakan "Saya dengan segala kerendahan hati dari anda semua mengawasi semua, Saya publish data yang kita punya, biar anda kita semua partisipant dari program ekonomi bidang perikanan,".


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)