Facebook

Thursday, 16 October 2014

Photo and Video Jokowi and Mark Zuckerberg in Indonesia for Online Business

Photo and Video Jokowi and Mark Zuckerberg in Indonesia For Online Business


Sebagai Orang Indonesia saya senang kalau banyak Owner Perusahaan Dot Com datang mengunjungi Indonesia, ini menandakan Indonesia sudah menarik bagi investasi asing selain di timur tengah, pasar Indonesia sudah semakin gurih dan pantas untuk dilirik secara sepenuh hati. Pasar Timur tengah menarik karna mereka punya Modal Capital yang sangat berlimpah, justru mereka akan sangat diuntungkan jika perusahaan dot com membuka cabangnya disana.

Sebaliknya di Indonesia, belum ada pengusaha dan Pemerintah yang peduli akan pasar Dot com dan belum memberikan karpet merah untuk itu, sebaliknya si Pengusaha Besar melirik Indonesia sebagai pasar besar yang harus di-investasikan dengan segala keterbatasan infrastruktur yang ada.

Semua Kepala Dunia Negara berkembang disambangi oleh Mark Zuckerberg atas nama perwakilan Coporate Business, ada yang tahu ini untuk apa? Mark adalah perwakilan kepentingan ekonomi global dan kepala negara adalah akses masuk bagi kepentingan ekonomi global, ini mirip dengan cerita zaman dulu para perwakilan utusan raja datang mengunjungi suatu kerajaan nusantara untuk meminta izin berinvestasi dan membuka kamar dagang, dengan cara yang berbeda dengan konsep yang berbeda, sejarah akan terus berulang  lebih kompleks dan susah untuk dimengerti kalau anda bukan politisi yang merangkap pengusaha, ini cuan dengan berbeda muka.

Saya melihat Mark Zuckerberg adalah manusia berkedok sosial dimana dibelakangnya adalah kepentingan korporasi, berapa belanja Facebook? itu jauh lebih besar daripada APBN Indonesia, mencari kesempatan dalam celah sempit itu yang tidak saya saksikan pada pertemuan Mark (Korporasi) dengan Jokowi (Pemerintah). Kenapa Jokowi tidak meminta "sesuatu" kepada Mark sebagai oleh-oleh kunjungan di Indonesia, semisal meminta "A" atau "B".

Permintaan ini penting, menurut saya, karna Calon pemimpin itu harus pandai melobi atau punya daya tawar, kalau hanya menerima tamu dan tidak berhasil membujuk investasi didalam negeri ini sama saja membuka kran modal didalam negeri dibawa lari keluar oleh perusahaan asing...

Iming-iming Facebook cuma pajak, ini sama seperti freeport dengan iming-iming bagi hasil. saya merasa ada yang salah dengan Jokowi yang gagal melihat "Cuan", tapi lebih memilih bernostalgia bercerita pengalaman kampanye pilpres, skalian ajak jalan-jalan blusukan, buat apa? 

Rakyat butuh lapangan kerja baru sebanyak-banyaknya, bukan pencitraan, kalau saya masuk dalam team penasehat Jokowi, kedepan setiap perwakilan perusahaan global asing yang datang harus ditawari "sesuatu", untungnya buat pemerintah dimana? kalau hanya sekedar "ampas" buat apa.

Ada satu pintu yang menguntungkan pemerintah disini, yaitu kran Pajak yang belum dibuat peraturannya dalam usaha bisnis online di Indonesia. Lucu ya bagaimana orang pemerintah sendiri belum punya konsep pajak dari bisnis online dan bisa jadi kunjungan Mark Zuckerberg kali ini membuat mereka sadar, kalau mereka sadar.

Ada Ucapan Jokowi dalam Video-nya mengenai Penggunaan Facebook saat kampanye dirinya pada Pilpres 2014 yang lalu. Untuk merefresh ingatan anda, Team Sukses Jokowi membayar 160,000 USD atau lebih dari 2 Miliar per hari, untuk model iklan kampanye dibawah ini . Belum Model Iklan kampanye kecil-kecil lainnya yang jumlah budget iklan Facebooknya funtastis.

salah satu model Kampanye Jokowi di IKLAN Facebook
salah satu model Kampanye Jokowi di IKLAN Facebook



Coba anda saksikan kembali Video Jokowi setelah berbincang tertutup dengan pihak Facebook, dalam konferensi Pers bersama wartawan pada durasi 4:45 dibawah ini. Poin-Poin yang diceritakan oleh Jokowi pada pertemuan dengan Mark, Coba anda simak dan pahami kata-katanya :

1. Bagaimana memanfaatkan Facebook untuk berbicara di masyarakat
2. Menggerakan dan Mengembangkan ekonomi Mikro dan Kecil
3. Mengenai Pajak dan Akses Internet yang akan ditindak lanjuti lagi.

Mungkin saya melihat Pak Jokowi belum runtun dalam berbicara mengenai konsep pembicaraan dengan Mark Zuckerberg, ini adalah pemanasan sebelum dilantik menjadi Presiden Indonesia 20 Oktober 2014 nantinya, kalau masih dengan gaya kampungan seperti ini, masih menganggap sepele mengenai nama seseorang (mark Zuckerberg) yang salah pengucapan dan tidak mengetahui secara detail apa yang ingin dibagikan kepada wartawan, coba anda lihat tidak ada sesi wawancara selepas jokowi berkomentar mengenai pertemuan, hanya ada Mark Zuckerberg yang diberi sesi tanya jawab. aneh.. atau memang tidak menarik untuk ditanyai sesi tanya jawab kepada Jokowi, anda yang menilai...




Pertanyaannya Berapa banyak orang Indonesia yang mahir menggunakan Iklan Facebook? atau berapa persen orang di Indonesia yang paham kalau di Facebook kita bisa beriklan? ini lucu bagaimana orang berkomentar mengenai Facebook yang ia ketahui kalau facebook itu hanya sekedar mainan yang membosankan dan buang-buang waktu, tidak melihat dari perspektif lain kalau Facebook itu adalah bagian dari Mesin UANG negara maju di negara berkembang, dan bisa menjadi peluang bagi para pemain UKM dan orang-orang yang mau menghabiskan model biaya iklan secara lebih masuk akal untuk meraup keuntungan gila-gilaan melalui Facebook, koq bisa.. 

Ya anda harus cari tahu sendiri, gabung di komunitas dan cari tahu bagaimana facebook dari sudut pandang seorang "internet marketing" .

Photo Mark Zuckerberg di Indonesia


jokowi dan Boss Facebook Mark Zuckerberg

Mark bersama Komunitas Cyber Jogja

1 comment:

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)