Facebook

Thursday, 30 October 2014

Nano Hope Part 1 : Surat Cinta Untuk Ibu Susi Pudjiastuti




NANO HOPE #01
________________
SURAT CINTA UNTUK IBU SUSI PUDJIASTUTI


Creative Common Image By Mulyana Ahmad

Saya angkat kembali tulisan saya yang lalu sebagai surat cinta saya kepada menteri yang menangani maritim dan kelautan.

Salam hormat saya kepada Ibu menteri, saya berharap banyak kepada Ibu yang sudah malang melintang di lautan dan di udara. Ibu adalah perpaduan kekuatan Arimbi dan Gatotkaca. Di lautan Ibu berjaya sebagai expotir hasil laut dan di udara Ibu berjaya sebagai pemilik maskapai penerbangan Susi Air. Saya tidak peduli dengan cemoohan banyak orang mengenai pendidikan Ibu yg hanya tamat SMP. Saya yakin Ibu mampu menggaji 1000 orang pencemooh yang sok pandai itu dengan mudah.

Saya kembali mengingatkan bahwa indonesia sebagai mega biodiversity terbesar di dunia, . Indonesia yang memiliki garis pantai sepanjang 95.181 Kilo meter persegi dan bila digabung dengan Zona Ekonomi Ekslusive akan mencapai luas 7,9 juta km persegi. Karakteristik ini menjadikan Lautan Indonesia merupakan wilayah Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia, memiliki 8.500 species ikan, 555 species rumput laut dan 950 species biota terumbu karang. 

Modal dasar yg cukup untuk membuat indonesia jaya di lautan. Ini adalah sumber kekayaan sumber daya alam yang Tuhan telah karuniakan kepada indonesia, yang padanya tersimpan sumber pangan berupa tangkapan ikan, bahan baku kosmetik, bahan baku obat, bahan baku mineral, bahan baku farmasi dan bahan baku industry.

Sisik ikan adalah baham baku utama collagen pangan, kosmetik dan obat yang halal dan bernilai tinggi. Bahan anti aging, penghilang kerut, bahan pembuat selongsong sosis, kapsul, animal protein utama memperbaiki texture pengganti bovine protein dll. Hari ini kita baru bisa menjual sisik ikan ini dan 100 % collagen kita import. Kita membeli barang jadi yang notabene seluruh bahan bakunya dari indonesia dengan kerugian nilai tambah 100x lipat.

Kerang-kerangan kita dibeli hongkong, taiwan dan singapore dengan harga murah kemudian mereka treatment sederhana menggunakan ozone nanobubble sehingga hilang seluruh kandungan norovirusnya,kemudian di reexport dgn harga 3 sd 10x lipat.

Ikan Tuna beku kita masih kelas 2, di beli hanya intuk bahan baku tuna kalengan. Tidak bisa lebih dari itu. Padahal ikan tuna beku Australia laku Rp 1 milyar/ekor di jepang.

Ikan asin dan ikan kering kita tampak kotor dan tidak menarik. Direndam menggunakan garam.kasar yang tidak pernah diganti. Padahal Singapore membersihkan ikannya dgn nanobuble, menghambat pembusukan lanjut dengan nanoIce dan garam mereka berkualutas baik. Ikan.mereka layaknya ikan yang baru dicetak dari mesin.

Rajungan


Rajungan kita dikuasai phillip seafood, dan Pt windika utama. BUMN kelautan kita mati suri. Hidup enggan mati tak.mau. Cangkang rajungan adalah bahan baku chitosan, nano chitosan dan nanofiber chitosan untuk pengawet, obat dan pelapis cat super keras dan transparan belum diberdayakan.

Hari ini kita masih jadi penjual rumput laut merah kaya mineral dengan harga murah, kemudian kita membelinya kembali sebagai supplement dengan harga 100x lipat.

Bakteri laut kita dimanfaatkan oleh Ajinomoto Jepang untuk memproduksi enzym trnasglutaminase perekat protein bernilai tinggi, bakteri laut lainnya bisa menghasilkan gas hydrogen, gas methane. Rumput laut sebagai sumber hydrocolloid utama carragenan dan alginate, sumber bio fuel dan rumput laut varietas kalp adalah super fertilizer bila dicampur dengan nano Ag plus bakteri penghasil NPK dengan kecepatan pertumbuhan bakteri tercepat di dunia.

Tentu saja Ibu harus mengembangkan teknologi pengolahan dan budidaya untuk menjamin biodiversity tetap lestari berkesinambungan. Nanobubble membantu ikan tumbuh 30% lebih cepat dengan kepadatan tebar 300% lebih padat. Nanobubble meningkatkan kecepatan pertumbuhan kerang2an 500% lebih cepat dan perlakuan nano ice menyebabkan semua produk laut mampu mempertahankan kesegarannya sampai 21 hari masih layak untuk dijadikan sushi.mi. Ibu tdk perlu lagi menggunakan gelombang radiasi sinar gamma, high electric field, UV V, UU extreem, ozone maupun hydroxyl radicals.

Nanobubble sebentar lagi akan merubah paradigma baru dalam budidaya ikan laut dan ikan air tawar. Nanobubble memungkinkan untuk memilihara ikan laut berharga tinggi di daratan. Dengan teknologi ini, budidaya ikan laut tdk perlu lagi terkoneksi ke laut. Air laut tidak perlu disirkulasi tapi cukup ditambahkan dalam jumlah kecil mengganti kehilangan air karena penguapan. 

Nanobubble berbeda dengan fines bubble atau mikrobubble yg digunakan hari ini. Nanobubble bisa menyediakan kebutuhan oksigen terlarut maksimal dengan biaya yg jauh lebih rendah, Bila diffuser mikrobubble menghasilkan aerasi yg bertahan 30 detik maka nanobubble tertahan dan terlarut diair dalam waktu 4 jam. 

Nanobubble selain menyediakan kebutuhan oksigen ikan juga memiliki kemampuan memfloating pengotor air berupa bahan organik berupa kotoran ikan, sisa pakan dan hasil ekskresi lendir ikan. Seluruh pengotor air ini akan segera diapungkan kepermukaan dan langsung dibersihkan dgn scraver sehingga kualitas air tetap terjaga baik. (Catatan: oksigen terlarut yg terlalu tinggi tidak cocok untuk budidaya udang)

Nanobubble dalam bentuk lain (nanobubble xxx) bisa kita gunakan di kolam penampungan tangkapan kerang-kerangan laut. Di kolam in kubator ini nanobubble XX akan mengoksidasi logam berat, norovirus, cacing dan bakteri pathogen sekaligus memberihkan pengotor yg melekat pada kuli kerang dalam keadaan hidup. 

Warna hitam sebagai ciri adanya norovirus dalam daging kerang akan hilang dan berubah menjadi warna putih bersih atau warna asli kerang tanpa noda hitam. Kerang yg memiliki ukuran belum standar sy sarankan untuk terus dipelihara dengan nanobubble udara biasa. Pertumbuhan kerang akan 5 kali lebih cepat daripada hidup di alam. Dan tentu saja dagingnya akan lebih gemuk dan kulitnya kana lebih bersih. Pembesaran dilakukan sangat padat dalam keranjang isi penuh tersusu rapat tanpa sela. Jangan khawatir, dgn nanobubble tidak akan kekurangan oksigen.

NanoIce adalah paradigma baru dalam teknologi pasca panen hasil tangkapan laut. Kristal Ice terbentuk sangat halus (sepermilyar meter). NanoIce akan masuk kedalam jaringan daging ikan dengan mudah. Dalam pembekuan ikan biasa, air yg terkandung di dalam ikan akan membeku dan membentuk kristal Es. Ketika ikan di thawing maka akan terjadi water dripness . Jaringan daging ikan berubah teksturnya, hilangan ke elastisannya. Berbeda dengan nanoIce. Nanoice akan masuk ke dalam jaringan ikan dan tersebar merata di dalam daging. 

Ketika ikan didinginkan dengan blast freezer. keberadaan nanoice ini menyebabkan kadar air asli daging ikan tetap diposisinya dan membentuk kristal ice dalam orde nano. Ketika ikan ditwawing, tdk akan terjadi water dripness. Texture dan penampilan ikan sama persis ketika ikan baru ditangkap dari laut meskipun disimpan sangat lama.

NanoIce XXX

Advanced nanoIce berikutnya adalah nanoIce dengan kemampuan oksidasi, disinfeksi dan preservasi. NanoIce XX bekerja sama persis dgn NanoIce biasa tapi memliki 3 kemampuan dahsyat. Jangan harap anti histamin terbentuk, bakteri pembusuk akan mati. NanoIce XX tetap aktif didalam jaringan ikan dan dilepas sloe release ketika ikan nini digelar di meja pedagang ikan. Mutu ikan dijaga lebih lama, antihistamin penyebab allergi ditahan terbentuknya dan ini akan menjadi pilihan utama konsumen sushimi. 

Singkat kata, ikan asal indonesia awet lebih lama. Cukup dengan 2 teknologi ini, indonesia akan mengambil peranan besar di dunia dengan Ikan beku, ikan segar, ikan asin berkualitas terbaik. Perralatan nanobubble dan nanoice bisa mobile karena ukurannya kecil, bisa dibawa di perahu atau kapal penangkap ikan nelayan.

Nano Aerogel mendukung teknologi penyimpanan beku dan pengangkutan beku yg effisien. Ibu tdk perlu menyalakan mobil reefer berpendingin terus menerus. Nano aerogel adalah material padat teringan ke 2 di dunia dengan kemampuan isolator terbaik di dunia. Bisa disyntesa dari silica stone maupun silica sekam padi.

Saya yakin bila kementrian Ibu memperbanyak armada dan peralatan penangkapan ikan, Potensi maritim indonesia yang baru mencapai Rp 220 Triliun bisa ditingkatkan menjadi Rp 3000 Triliun. Separuh dari GDP indonesia. Bila Ibu menjaga kelestarian terumbu karang dan mengendalikan penggunaan pukat harimau, bom ikan dan racun ikan, maka Ibu bisa menaikan potensi perikanan perkilometrer persegi pertahun dari Rp 120 Jt menjadi Rp 240 Jt. Tentu saja armada yang dibuat adalah armada yang memiliki daya jelajah tinggi dan memiliki peralatan canggih dan navigasi satelite yg mengetahui keberadaan ikan. Seperti kapal canggih yang dimiliki oleh para penjarah lautan indonesia.

Semua ini akan sia-sia bila illegal fishing dan transaksi gelapjual beli ikan di tengah lautan tidak Ibu perhatikan. Ibu Sebagai Elang Srikandi pasti sering menyaksikan transaksi seperti ini dari udara (pesawat), kapal asing berbendera indonesia melakukan transaksi di tengah lautan. Ibu bisa bekerjasama dengan kemetrian terkait. Tentu pembelian drone dan penjagaan pintu keluar masuk kapal menjadi perhatian penting.

Untuk komoditi hasil laut hidup bernilai tinggi, Ibu bisa membuka landasan pacu pesawat berukuran sedang dibeberapa wilayah terpencil yang bisa mengexport segera ikan hidup bernilai tinggi ke negara tujuan. Seperti yang Ibu lakukan saat ini, tapi diperbanyak lagi. Semoga Rp 3.000 triliun bisa Ibu maksimalkan dari lautan indonesia.


Salam

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)