Facebook

Saturday, 6 September 2014

Prof Mulyana Ahmad : MEMURNIKAN AIR DENGAN AIR

Prof Mulyana Ahmad : MEMURNIKAN AIR DENGAN AIR

 
source : https://www.facebook.com/mulyana.ahmad.39
Water Splitting adalah memutus ikatan kovalent dan ikatan hydrogen molekul air. Produk yg dihasilkan dari water splitting adalah gas hydrogen, gas oksigen, hydroxyl radicals dan super oxide.

Memutus ikatan hydrogen molekul air menjadi gas hydrogen dan oksigen membutuhkan energi yg sangat tinggi dan memutus ikatan hydrogen menjadi hydroxyl radicals dan superoxide membutuhkan energy yg lebih rendah. Nanoteknology mampu melakukan keduanya dengan cara yg elegant. Fotokatalis mendapatkan lawan yg sepadan yaitu ozone nanobubble.

Fotokatalis adalah katalis berukuran nano yang menyerap ultraviolet cahaya matahari. Fotikatalis energy tinggi adalah fotokatalis heterogen tersusun oleh lebih dari 2 jenis nano katalys yg diperkuat dengan doping atau plasmon. Foto katalis energy tinggi digunakan untuk water splitting air menjadi hydrogen dan oksigen. 

Katalis energy sedang adalah katalis tunggal (biasanya TiO2) yg di hydrogenation atau didoping dgn "bahan pengotor" peningkat serapan foton cahaya matahari dan memperkecil band gap energy untuk merubah air menjadi hydroxyl radicals dan superoxide. Foto katalis jenis ke2 yg digunakan untuk memurnikan air.

Katalis berikutnya adalah heterogen nabocatalyst palladium yg diamplikasi gold. Nanokatalyst ini memiliki kemampuan mendegradasi bahan organic pollutant air sekaligus memiliki kemampuan mendegradasi disinfection by product Trihalomethane hasil reaksi samping bahan organik dengan kaporit

Hydoxyl radicals generator terbesar yg pernah dibuat justru dihasilkan oleh ozone nanobubble generator. Ozone nanobble ini meninggalkan jauh hydroxyl radical generator foto fenton terbesar buatan xylem. Bila foto fenton xylem masih membutuhkan H2O2 dan UV, maka ozone nanobubble hanya membutuhkan plasma ultra sonic. 

Begitu besarnya konsentrasi OH* dan 02* yg dihasilkan, alat ini mampu digunakan untuk menjetnihkan flowback water pada proyek pengeboran minyak dan memurnikan air limbah prisoses coal be methane batu bara. Cara kerjanya adalah gas ozone mendapat perlakuan cavitasi, gaya vortex, turbulensi, dispersi dan plasma dingin. Ozobe terpecah menjadi berukuran nanobubble. 

Selanjutnya nanobuble ozone ini masuk ke ruang plasma dingin untuk direaksikan dengan air dan mensplitting air menjadi OH* dan O2* Ozone mikrobubble dalam prises foto fenton kalah telak dengan proses ini. Bahakan proses ini tidak memerlukan lagi cahaya UV dan juga bahan kimia H2O2.

Ini akan berbeda ceritanya bila reaksi ini tetap mengadopsi UV tapi dilengkapi dengan fotokatalis. Rekord baru pemurnian air akan terbuat.

Inilah cara nano memurnikan air. Lebih sehat, lebih bersih, lebih cepat tanpa menghasilkan residu dan DBP berbahaya. Dari air kembali menjadi air

---------------------------
Semoga sahabat mulyana mulai mengerti bahwa nanoteknologi digunakan karena kerjanya lebih sehat, tidak menghasilkan disinfetion product berbahaya, tanpa bahan kimia, tanpa residu, lebih cepat dan berkemampuan raksasa.
----~-~~-~----------------


#Kita baru membandingkan proses pre oksidasi cara konvensional dan cara nano dalam proses pemurnian air

1 comment:

  1. Saya tertarik dengan konsep pemurnian air ini. Salam kenal, Abdul Goffar Al Mubarok, mahasiswa Pendidikan Teknik Elektronika UNJ.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)