Saturday, 6 September 2014

Prof Mulyana Ahmad : Instalasi Pengolahan Air

Prof Mulyana Ahmad : Instalasi Pengolahan Air

source : https://www.facebook.com/mulyana.ahmad.39/posts/907067782656054

Sebelum masuk ke teknologi nano, sekilas saya sampaikan pengolahan air bersih standar PDAM yg terdiri dari:

1. Pre Oksidasi
2. pH Adjust
3. Koagulasi
4. Flokulasi
5. Sedimentasi
6. Filtrasi
7. Disinfeksi
8. Distribusi

1. PRE OKSIDASI

pH air baku awal biasanya kurang dari 6,5, pada kondisi ini lebih menuntungkan untuk dilakukan pre oksidasi dilangkah awal. Pemilihan metode oksidasi (Lihat gb.2) menjadi titik critis. Kekuatan potensial oksidasi dan keamanan bahan pengoksidasi menjadi penting karena mempengaruhi terbentuknya disinfection by product. Kasus Fluorine Danone menjadi pelajaran berharga yg harus dicermati, Begitu juga penggunaan sodium hypochlorite yg terbukti menghasilkan disinfection Product berupa Trihalomethanes (THMs) base nitrate maupun base carbon.
------------------------------------------------------------------------
Chloramines are formed from the reaction between ammonia and chlorine. Adding ammonia (NH3) to a chlorination system converts the chlorine to chloramine.
Chloramines can exist in three forms:
monochloramine (NH2Cl)
dichloramine (NHCl2)
nitrogen trichloride (NCl3).
-------------------------------------------------------------------------
Trihalomethanes are a group of organic chemicals formed in water when chlorine reacts with natural organic matter (such as humic acids from decaying vegetation). Humic acids are present in all natural water used as sources of drinking water.

Total trihalomethanes (TTHM) are not a single chemical but a class of compounds that includes:
Chloroform (CHCl3)
Bromoform (CHBr3)
Dichlorobromomethane (CHCl2Br)
Dibromochloromethane (CHClBr2
----------------------------------------------------------------------
Health Effect Associated with THMs
Cancer
Reproductive
Developmental effect
Organ specificsToxycities
Hemolytic anemia
Liver toxicity
Kidney toxicity
Neurotoxicity
-------------------------------------------------------------------------------


Saran Saya:

Karena proses preoksidasi ini menjadi titik kritis pengolahan air bersih, sebaiknya menggunakan metode preoksidasi yg lebih baik. Hidroxyl Radical adalah pilihan terbaik. OH* memiliki potensial oksidasi tertinggi untuk green chemicals oxidation, bekerja mengoksidasi dan mendisinfeksi kemudian setelah itu bereaksi kembali menjadi air, Banyak cara untuk menghasilkan OH* seperti: Reaksi fenton H2O2, O3 dan UV. Negeri yg sudah maju menggunakan cara ini. Mereka menggunakan Hydroxyl radical generator skala besar merk Xylem atau Wedeco, Plasma dingin atau Ozonyx nanobubble reactor.

Proses nitrifikasi dan denitrifikasi menggunakan bakteri anaerob dan aerob akan significant membantu menurunkan kadar bahan organik nitrate dan organik carbon yg semakin hari semakin meningkat kadarnya pada air baku PDAM. Organik nitrate berasal dari pupuk pertania Urea atau ZA berlebih yg masuk ke sungai, limbah rumah tangga, limbah peternakan, pabrik pengolahan makanan dll. Organik carbon berasal dari air gambut berupa fulvic acid, humic acid, humin, pembusukan tanaman dll.

(PDAM indonesia sedikit yang menggunakan kedua cara ini karena prosesnya lebih mahal).



Kaporit sudah 100 tahun lebih digunakan untuk disinfeksi air. Tidak menimbulkan gangguan kesehatan bila digunakan untuk pre oksidasi dan disinfeksi mata air yg memiliki kandungan organik rendah. Bahkan digunakan diseluruh proses post disinfection PDAM sebelum didistribusikan. Chlor aktif disisakan 5 ppm untuk antisipasi infeksi bakteri karena kebocoran pipa. Jadi yg berbahaya itu adalah apabila kaporit digunakan langsung pada proses pre oksidasi air sungai.

Beberapa PDAM tercatat memilih gas chlor, chlorine dioxide dan oxidant mix. Kebetulan PDAM yang didekat rumah saya malah langsung menggunakan kaporit tanpa menggunakan dosing pump.

Standarisasi IPA ini akan menjadi penting kedepan. Kita harus apresiasi PDAM indonesia yg berhasil menjadi penghasil air bersih terbesar ke-5 di dunia. Mereka masih mengejar pencapaian MDGs 50%. 

Kualitas air masih jauh dari pencapaian negara lain. Nanotek semoga dapat mengambik pedanan besar falam pemenuhan air bersih secara volume maupun kualitas

(Bersambung)---------> Setiap step process akan langsung di komparasi head to head dgn cara yg dilakukan oleh nanoteknologi pada postingan berikutnya.
......................
-----------------------------------------------------------------

Sy jamin akan membosankan. & sy sendiri bingung mendeskripsikannya dalam kolom singkat, karena seharusnya ditulus minimal 50 Halaman

2 comments:

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)