Saturday, 27 September 2014

Prof Mulyana Ahmad : DEMOKRASI TERPIMPIN - Versi saya

Prof Mulyana Ahmad : DEMOKRASI TERPIMPIN - Versi saya

source : https://www.facebook.com/mulyana.ahmad.39/posts/919991151363717

Guru demokrasi pemilihan langsung itu adalah Yunani. Kata demokrasi sendiri beasal dari bahasa yunani, yaitu demos dan kratos. Demokrasi pemilihan langsung ini disebut juga sebagai demokrasi murni. Rakyat terlibat langsung dalam pemikiran, pembahahasan dan keputusan kebijakan negara. 

Pada awalnya demokrasi seperti ini berjalan dengan stabil. Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang sangat besar yang mendiami wilayah yang sangat luas maka pemilihan langsung yg diprakarsai oleh Kleistenes pada 507 sebelum masehi mulai mengadopsi demokrasi perwakilan yg diprakarsai oleh Efieltes pada tahun 461 sebelum masehi. 

Sepeninggalan Efieltes muncul kepermukaan seorang ahli pidato yg bernama Perikles pada tahun 430 sebelum masehi. Pada era Perikles inilah yang memicu terjadinya peperangan Peloponnesus. Demikianlah singkat cerita sejarah lahirnya demokrasi.

Hari ini, negeri Yunani yg pernah menjadi yg terkuat, termaju dan tempat lahirnya para dewa yunani menjadi negara termiskin di eropa. Tingkat pengangguran yang paling tinggi, rasio hutang terhadap GDP tertinggi dan gagal bail out. Keikut sertaan yanani menjadi negara.uni eropa mampu menyeret uni eropa kedalam sebuah krisis global. Membebani uni eropa sedemikian rupa. (Ini contoh negara demokrasi yg gagal).
---------------------------------
Sy sendiri adalah pendukung system demokrasi. Akan saya coba uraikan system demokrasi impian yang saya dukung.
-------------------------------
Model Demokrasi impian saya adalah model demokrasi terpimpin. Saya kurang setuju perwakilan yang dipilih melalui partai. Saya lebih setuju menghidupkan kembali keterwakilan melalui kepala adat, kepala suku, tokoh-tokoh daerah, kesultanan, raja-raja daerah, tokoh agama daerah dll. Keterwakilan dibatasi oleh wilayah, bukan partai. Wilayah dibagi menjadi lebih kecil, mulai dari kecamatan, desa, dusun, halaqah dan maqom.

Adalah sangat penting, rakyat memilih pemimpin yang mewakilinya adalah orang terbaik yang dikenal dan sangat dekat dengan mereka. Basis pemilihan bisa melalui tempat ibadah seperti mesjid. Dari beberapa mesjid, pemimpin terpilih di wilayah terkecil bisa mencalonkan ditingkat beberapa mesjid yang terhimpun dalam satu halaqah atau desa kemudian perwakilan ini dilanjutkan ditingkat wilayah yg lebih besar yaitu kecamatan dan seterusnya. Dengan demikian, pemimpin yang berpeluang terpilih adalah pemimpin yang paling dikenal kualitas, dedikasi, dan segala parameter lain. Perwakilan terpilih adalah benar-benar wakil terbaik yang dimiliki oleh wilayah itu.

Tokoh2 berpengaruh, teladan, terbaik memiliki peluang yg lebih besar. Wakil rakyat akan di isi oleh hanya orang2 terbaik saja.

(bersambung)

Hari ini 1 suara Sri Sultan, suara Ulama Besar panutan.ummat, suara Raja, suara pemimpin Katedral, suara pemuka Hindu, suara pemimpin Buddha, suara pemimpin gereja protestan, suara pemimpin Konghucu sederajat dengan satu suara penjahat. Apakah keadilan itu seperti ini ? Tolong jawab dengan cinta....!!


‪#‎Ingat. Dalam negara demokrasi, anda diberikan kebebasan berpendapat. Ini pendapat saya...... mana pendapatmu ?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)