Friday, 5 September 2014

Prof Mulyana Ahmad : DEFISIT AIR BERSIH JAKARTA

Prof Mulyana Ahmad : DEFISIT AIR BERSIH JAKARTA


TAHUN 2015, JAKARTA MEMBUTUHKAN 2,3 MILYAR LITER AIR BERSIH /HARI dan BARU TERPENUHI 1,3 MILYAR LITER/HARI

Source : https://www.facebook.com/mulyana.ahmad.39?fref=nf

Menurut Christophe Comte Presdir Lyonnaise Jaya (2013), kebutuhan air Jakarta pada tahun 2015 diperkirakan akan mencapai 26 meter kubik per detik sedangkan sedangkan suplai air baku Jakarta saat ini baru mencapai 15,5 meter kubik per detik. 

Maka defisit air bersih di Jakarta diperkirakan mencapai 9,1 meter kubik per detik . Suplai air baku menuju Jakarta saat ini disalurkan melalui Tarum Barat mencapai 15,5 meter kubik per detik dengan rincian ke Buaran sebesar 5,3 meter kubik per detik, kemudian ke Pulo Gadung 4,2 meter kubik per detik dan ke Pejompongan sebesar 6 meter kubik per detik. 

Kementrian Pekerjaan Umum berencana menambah 10 meter kubik perdetik dari PJT untuk menambah kebutuhan air baku Jakarta yang ditargetkan akan terpenuhi di 2017. Pada 2019, kebutuhan air bersih di Jakarta diperkirakan mencapai 27,9 meter kubik per detik. Kebutuhan ini akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi penduduk DKI Jakarta. 

Pada 2020 kebutuhan air mencapai 30,1 meter kubik per detik. Sementara defisit air mencapai 13,1 meter kubik per detik


‪#‎Tulisan ini dibuat berseri sebagai jawaban atas request sahabat Mulyana tentang aplikasi nanoteknologi untuk penjernihan air.

Prof Mulyana - Nanotechnologi Penjernih Air
Prof Mulyana - Nanotechnologi Penjernih Air

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)