Facebook

Friday, 26 September 2014

Mbah Katob : Google’s Adwords Display Network: Panduan Untuk Pengiklan Pemula

Mbah Katob : Google’s Adwords Display Network: Panduan Untuk Pengiklan Pemula


Source : MK

Pengantar

Google Display Network adalah jaringan iklan kontekstual terbesar yang ada di Internet dewasa ini yang tentu saja dimiliki mbah Google. Dengan dukungan jutaan situs, Anda sebagai pengiklan bisa memilih dimana akan menampilkan iklan Anda dalam berbagai format untuk dilihat oleh target iklan Anda di seluruh dunia berdasarkan konten situs, target iklan yang ingin Anda bidik atau kombinasi keduanya.

Hampir 20% traffic Adwords berasal dari Google Display Network dan sadisnya ia sanggup melayani 92% pengguna Internet. Angka ini tentu akan semakin meningkat karena jaringan Google juga akan bertambah di masa depan. 

Jadi sangat penting bagi pengiklan untuk memahami dengan benar bagaimana mereka bisa memanfaatkan kekuatan Google Display Network sebagai piranti mempromosikan bisnis mereka ke target iklan yang sesuai di seluruh dunia.

Artikel ini yang merupakan terjemahan bebas (tanpa diedit sekalipun - langsung diterjemahkan) adalah panduan langkah-demi-langkah tentang berbagai keuntungan menggunakan Google Display Network, tipe-tipe targeting yang tersedia dan sekilas tinjauan bagaimana mensetting berbagai kampanye iklan di Google Adwords.

Mengapa Menggunakan Adwords Display Advertising?

Seperti yang telah disebutkan di atas, Google memperkirakan bahwa jaringan iklannya bisa mencakup lebih dari 90% pengguna Internet yang tentu saja sudah bisa menjadi alasan tersendiri mengapa Anda harus menggunakan platform iklan ini. Namun, besarnya jangkauan iklan Google ini tentu saja bukan satu-satunya alasan mengapa ia begitu sangat impresif. Tapi kemampuannya untuk menarget pengguna Internet dalam berbagai cara yang menjadikan Google Display Network sebagai satu-satunya platform yang sangat menjanjikan bagi para pengiklan – Anda.

Tipe Display Advertising

Ada kesalahan umum yang menganggap bahwa Google Display Network hanya menyediakan pilihan atau opsi menampilkan iklan gambar (imaga ads). Sesungguhnya, Google Display Network memberikan berbagai format dan ukuran iklan teks, iklan-iklan statis (tidak bergerak) atau animasi, iklan-iklan video atau iklan media lainnya (rich media) kepada para pengiklan.

Iklan Teks (text ads).

Google Display Network memungkinkan Anda menjalankan iklan teks yang sama seperti yang Anda inginkan di jaringan pencarian (search network). Iklan teks terdiri atas headline dan dua baris teks dan memberi kebebasan kepada pengiklan untk membuat berbagai iklan teks yang memiki adCopy yang paling banyak mendatangkan klik.

Iklan gambar (image ads).

Ini adalah gambar statis (tak bergerak) yang akan tampil di seluruh bidang ad-block di situs-situs publisher. Anda bisa menambahkan gambar, layout dan warna-warna background sesuai yang Anda inginkan (customized).

Iklan media interaktif (rich media Ads).

Rich Media Ads mencakup elemen-elemen interaktif, animasi-animasi atau berbagai aspek yang akan berubah sesuai dengan visitor yang melihat iklan itu dan bagaimana mereka berinteraksi dengan iklan itu (seperti mengisi data personal di offer CPA). Contohnya adalah carousel produk-produk yang bergerak.

Iklan Video.

Iklan video akhir-akhir ini begitu popular sejak YouTube dimasukkan ke dalam Google Display Network. Anda sekarang bisa menggunakan Adwords agar menampilkan iklan Anda di video-video YouTube sebelum video utama tampil atau memasukkannya di beberapa bagian video itu sehingga iklan Anda tidak hanya tampil sekali tapi bisa beberapa kali dalam satu video.

Ukuran Iklan dalam Google Display Network

Ada delapan ukuran blok iklan (ad-block) yang berbeda di Google Display Network. Setiap publisher atau situs yang mendaftar agar bisa menampilkan iklan Google bisa memilih ad-block yang paling cocok dengan layout website mereka. Jadi jika Anda ingin agar iklan Anda tampil di berbagai website yang sulit menampilkan ukuran iklan Anda dengan baik, sebaiknya Anda mulai menyediakan berbagai tampilan iklan dengan berbagai ukuran yang berbeda pula.

Sudah menjadi kewajiban bagi Anda sebagai pengiklan untuk menyediakan iklan yang sesuai dengan berbagai ad-block yang berbeda yang disediakan Google. Jika tidak, maka peluang Anda untuk menjangkau seluruh audience atau visitor akan sangat terbatas dan akibatnya ada efek-efek tampilan iklan Anda yang tidak bisa Anda kontrol. 

Anda harus memiliki prediksi bahwa iklan gambar atau iklan interaktif kira-kira akan memiliki tingkat CTR dua kali lebih banyak daripadai iklan teks, namun dengan tingkat impresi yang lebih kecil. Karena Google bisa menampilkan tiga teks iklan ke dalam satu ad-block, tapi hanya satu iklan gambar dalam satu ad-block, maka Anda harus bisa mempemainkan bid iklan Anda untuk tiga iklan teks itu sekaligus agar bisa tampil di posisi tersebut.

Anda harus mencantumkan 'call-to-action' atau pesan branding yang jelas dalam setiap iklan Anda dan hendaknya pula selalu menggunakan desain yang konsisten dengan tampilan dan branding website Anda.
Anda juga bisa menggunakan Display Ad Builder untuk membuat iklan dengan mudah jika Anda tidak memiliki sumber daya untuk mendesain iklan Anda sendiri.

Targeting Dalam Google Display Network

Yang disebut penempatan iklan tertarget (placement targeting) adalah pilihan memilih website-website mana saja yang akan menampilkan iklan Anda sehingga memberikan Anda kontrol lebih besar perihal dimana iklan Anda akan tampil di Google Display Network. Opsi ini sangat efektif untuk menarget demografi tertentu dan memberikan Anda – sebagai pengiklan – kesempatan untuk mencari website-website yang memiliki interest khusus yang mempunyai audience atau visitor yang paling cocok dengan misinya.

Anda juga bisa menggunakan Adword Display Planner untuk membantu Anda menemukan website yang akan menampilkan iklan Anda yang serupa dengan website paling ideal yang Anda inginkan.
Contextual Targeting

Pentargetan berdasarkan konteks (contextual targeting) adalah tipe targeting yang paling umum karena ia memanfaatkan kata-kunci (keyword) yang terkait dengan produk dan jasa yang Anda tawarkan. Pertama-tama Anda harus menyediakan daftar kata-kunci dan nanti Google akan melakukan yang terbaik untuk menampilkan iklan Anda di situs-situs yang terkait dengan kata-kunci yang Anda sediakan.

Daripada mencoba mencari kata-kata pencarian (search queries) seperti yang biasanya Anda lakukan dalam kampanye jaringan pencarian (search network campaign), Anda hendaknya menyediakan 5-20 kata-kunci atau kata-kata pendek yang sangat terkait dengan subyek iklan Anda.

Anda juga harus memperhatikan dengan seksama daftar website yang akan menampilkan iklan Anda dan kalau perlu mempermak lagi kata-kunci Anda agar lebih tepat sasaran. Ini bisa dipantau dengan cara menganalisis data yang disediakan dalam tab 'Placements' di Adwords seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut ini:

Topic Targeting

Pentargetan berdasarkan topik (topic targeting) memungkinkan Anda memilih berbagai pilihan dari list topik-topik halaman situs yang ada dimana iklan Anda nantinya hanya akan tampil dalam halaman-halaman tentang topik-topik tersebut.

Namun ini ada sisi negatifnya dimana Anda benar-benar tidak bisa menggali secara lebih dalam ke berbagai topik sehingga ini akan menyebabkan resiko dimana iklan Anda akan tampail di situs-situs yang tidak terkait dengan iklan Anda. 

Sebagai contoh, sebuah topik bisa seluas, katakan, 'sumber daya manusia' dimana iklan Anda justru inginnya lebih menarget situs-situs dengan topik rekruitmen karyawan secara etis. Dengan menyadari hal seperti ini, saran terbaik adalah Anda menggabungkan penargetan berdasarkan topik dengan metode penargetan lainnya untuk memastikan iklan Anda benar-benar tertarget dan dengan demikian akan relevan dengan para visitor yang melihat iklan Anda.

Interest Targeting

Daftar kategori interest (minat) yang tersedia bagi para pengiklan tidak jauh berbeda dengan daftar topik, tapi bedanya adalah bahwa penargetan berdasarkan interest ini sangat berbeda dengan penargetan berdasarkan topik. 

Interest targeting memungkinkan para pengiklan membidik visitor, bukan konten halaman sebuah situs publisher, yang berarti bahwa si visitor mungkin sedang mencari sembarang informasi ketika iklan Anda tampil (dengan asumsi mereka masih berselancar di situs-situs dalam ranah Goodle Display Network). 

Google juga mampu menyimpan jejak selancar atau yang lebih dikenal dengan istilah 'cookie' pada komputer-komputer visitor ketika mereka pertama kali mengunjungi sebuah halaman dalam jaringan periklanannya. Ini dikenal sebagai 'DoubleClick cookies'. 

Google tidak akan menyimpan informasi tentang siapa visitor ini dan oleh karenanya pengiklan tidak bisa melihat data pada tingkat pengguna tunggal. Namun, jika si visitor ini secara rutin mengunjungi halaman-halaman tentang sebuah kategori khusus (interest), maka mereka akan dimasukkan ke dalam daftar orang-orang yang oleh Google akan dilabeli sebagai 'berminat pada topik ini' dalam kategori tersebut.
Remarketing

Tanpa harus mengkaji lebih dalam apa itu remarketing, namun ada baiknya menyinggung topik remarketing ini secara sekilar diantara berbagai teknik penargetan yang disediakan Google di AdWords.

Remarketing memungkinkan Anda meletakkan sebuah 'cookie' atau jejak selancar / perambanan pada komputer para visitor yang telah mengunjungi halaman-halaman tertentu di website Anda. Kemudian Google akan menampilan iklan Anda secara khusus pada mereka kapan pun mereka mengunjungi situs-situs yang terdaftar dalam Google Display Network.

Jangkauan target remarketing sangat luas, dari yang sangat mendasar / basic dimana Anda bisa menampilkan iklan Anda kepada semua orang ang sudah mengunjungi situs Anda, sampai ke yang jauh lebih kompleks. 

Sebagai contoh, Google akan membantu Anda menarget iklan Anda hanya pada orang-orang yang telah melihat sebuah video di halaman depan (homepage) Anda dan yang telah menghabiskan waktu di halaman itu selama beberapa saat. 

Semakin bagus kode-kode pelacakan (tracking codes) yang Anda setting, tancapkan dan simpan di situs Anda, semakin potensial Anda bisa menarget audiens Anda dengan menggunakan parameter-parameter yang lebih canggih yang ada di AdWords.

Menggabungkan Berbagai Metode Penargetan (targeting methods)

Penargetan tampilan iklan AdWords (Adwords display targeting) sangat efektif bila Anda menggunakan berbagai metode penargetan yang disediakan AdWords. Jika Anda menggunakan lebih dari satu metode penargetan dalam ad-group Anda, maka iklan Anda hanya akan tampil pada mereka yang memiliki kecocokan dengan kedua kriteria penargetan itu.

Dengan menggabungkan satu atau lebih metode penargetan yang berbeda akan mengurangi potensi kemunculan (impresi) iklan Anda tapi akan memberikan Anda ruang lebih besar untuk menarget berbagai ad-group dengan lebih terfokus. Jika Anda membuat berbagai ad-groups yang cukup banyak, maka Anda akan bisa meniru ad-groups bertraffic tinggi Anda, tapi dengan penargetan yang jauh lebih efektif.

Cara paling umum para pengiklan menggunakan gabungan metode penargetan adalah:

Penempatan dan topik.

Metode ini melihat penempatan dengan demografi audiens yang tepat dan menggabungkannya dengan beberapa topik yang menentukan sebuah subyek yang bagus. Dengan cara ini iklan Anda hanya akan tampil pada situs-situs yang paling relevan dengan topik iklan Anda.

Kategori topik dan minat (interest).

Jika seorang visitor mengunjungi sebuah situs yang memiliki topik yang dipilih olek pengiklan dan mereka memiliki juga kecocokan dengan kategori minat, maka sudah jelas bahwa si visitor itu secara konsisten tertarik pada materi situs tersebut. Gabungan ini akan meningkatkan peluang Anda sebagai pengiklan untuk mendapatkan tipe visitor yang tepat dibandingkan dengan hanya mengandalkan kategori satu saja apakah itu berdasar topik atau minat.

Bagaimana Membuat Adwords Display Campaigns

Dengan menganggap Anda tidak asing menggunakan AdWords Editor, pertama-tama Anda harus membuat sebuah campaign baru dan memilih antara bidding CPC atau CPM. CPC singkatan dari 'cost per click' sementara CPM kependekan dari 'cost per million' dimana CPM bidding berarti bahwa Anda akan membayar iklan untuk setiap kali iklan Anda tampil seribu kali. Itulah sebabnya CPM lebih dikenal sebagai 'cost per thousand impressions'. 

CPM bidding sangat efektif bagi Anda sebagai pengiklan yang ingin mencari jangkauan audiens yang lebih luas untuk membangun kesadaran produk yang Anda jual atau singkatnya branding. Sementara bidding CPC pada umumnya menjadi pilihan pengiklan karena sangat efektif untuk display advertising.

Lalu Anda harus memberi nama campaign Anda dan memastikan bahwa semua setting sudah sesuai dengan contoh pengaturan berikut ini:

1. Search Network harus dinonaktifkan (disabled) dan Display diaktikan (enabled). Disarankan untuk tidak menggabungkan antara 'search' dan 'display targeting' dalam campaign yang sama agar proses tracking performansi untuk setiap tipe campaign bisa dilakukan secara efektif.

2. 'Enhanced Campaigns' harus selalu dalam mode diaktifkan (enabled).

3. Sangat penting bahwa Anda mensetting 'mobile bid adjustment' karena dalam sebagian besar kasus click-through-rate (CTR) pada peralatan mobile sangat rendah bila dibandingkan dengan metrik-metrik peralatan desktop. Fitur 'enhanced campaign' Google dianggap sebagai strategi bagus untuk mengurangi kesenjangan antara CPC desktop dan mobile.

Strategi Menata Campaigns Anda

Sangat-sangat amat disarankan agar Anda selalu membuat berbagai ad-group berdasarkan tema-tema tertentu di setiap campaign Anda. Oleh karena itu, Anda harus membuat ad-group secara terpisah untuk setiap tema-tema yang berbeda-beda atas iklan yang Anda rencanakan tampil di Google Display Network. Anda bisa mengunggah (upload) gambar-gambar (atau teks, video atau materi interaktif) untuk setiap ad-group dengan menggunakan editor AdWords, seperti yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini:
Setelah itu Anda harus menyeleksi metode penargetan apa yang akan Anda gunakan untuk campaign itu. (Baca lagi bagian di atas).

Jika ada minat (interest), penempatan (placement) atau topik tertentu yang ingin Anda keluarkan dari penargetan Anda, maka Anda bisa melakukannya dengan memanfaatkan tab-negatif dalam tab penargetan campaign (campaign targeting tab) Anda.

Strategi Optimalisasi Display Campaigns Anda

Metode utama optimalisasi untuk display campaign adalah secara rutin menelaah laporan penempatan otomatis (automatic placements report) dan menambahkan placements yang memiliki performansi kuat ke managed placement campaigns Anda. Setelah itu Anda harus menyingkirkan setiap situs yang berformansi jelek atau rendah sebagai penempatan negatif dalam automatic placement campaign Anda.

Anda bisa memanfaatkan beberapa taktik berikut ini agar display campaign Anda selalu berformansi tinggi untuk waktu-waktu yang akan datang.

1. Keluarkan kategori-kategori yang tidak relevan

2. Keluarkan audien-audien yang tidak relevan

3. Secara rutin pantau jangkauan iklan Anda dengan memanfaatkan 'dimensions tab.' Ingat untuk selalu meningkatkan budget Anda jika Anda memang ingin memperluas jangkauan iklan Anda.

4. Pantau performansi iklan Anda berdasarkan area geografis dan keluarkan setiap area yang biasanya menunjukkan performansi rendah. (juga dengan menggunakan 'dimensions tab').

5. Tambahkan ektensi 'click-to-call' jika Anda menarget pemakai mobile.

Penutup

Tentu saja masih banyak strategi lainnya yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan performansi display network campaigns Anda.

Sumber artikel:
http://www.hallaminternet.com/2014/beginners-guide-adwords-display-advertising/

Untuk versi ebook + lengkap dg infografisnya download di:

http://mbahkatob.com/free/GDN-untuk-pemula.rar

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)