Facebook

Wednesday, 13 August 2014

RUMAH TANGGAKU HANCUR KARENA BB DAN FB

RUMAH TANGGAKU HANCUR KARENA BB DAN FB


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Namaku Lely.
Berjilbab. Ibu rumah tangga dengan satu
anak. Umur 26 thn tapi banyak yang bilang
aku masih seperti gadis.

Di sela-sela kesibukanku bekerja di konveksi,
aku coba buka BB baru pemberian suamiku.
Tak lupa ku coba buka akun facebookku.
Kangen rasanya seru-seruan dengan teman-
teman SMA dulu.

Belajar dari kesalahanku ya teman..

Dari fb, ku mengenal laki-laki. Pemuda yang
sukses dengan perdagangan dan
pendidikannya.

Awalnya kami cuma saling like status lama
kelamaan beralih saling berkirim pesan. Dalam
pesan-pesan yang singkat kami pun saling
rinci keadaan. Meski dia tahu aku istri dan ibu
dari anak 4thn, dia tetap manis
menanggapinya.

Dari situ, kami teruskan kirim pesan dengan
saling berikan pin BB. Kirim foto dan berujung
pada janjian adakan pertemuan.

Aku benar-benar khilaf dan terbuai suasana.
Dia memang lebih ganteng dari suamiku dan
tak segan-segan memberikan sepatu, seragam
sekolah, seragam olah raga dan tas mahal
untuk anakku. Bayangkan untuk membeli
barang tsb dia rela merogoh ATM nya. Aku
begitu terharu.

Itulah awal pertemuanku. Hari berikut
koment-komentny a mulai sedikit genit dan
nakal. Dan anehnya aku makin terhibur
dengan inbok-inbok nakalnya. Mulailah setan
merayapiku. Aku tak segan-segan memberi
foto telanjang dada permintaannya.
Malam-malam yang ada penuh bunga-bunga
bangkai bertebaran. Invite BB, FB dan mention
twitter begitu berani, vulgar dan menantang
birahi. Aku gak menyangka, meski sudah
beranak satu tapi masih ada perjaka yang
menyukai.

Belum lagi, di profilnya dia merupakan
mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di
jogjakarta.

Minggu itu, di pertemuan kedua, kami sudah
langsung cek in hotel di kotaku jakarta.
Sebulan dia di jakarta membuat kami sering
adakan pertemuan hingga sampai pertemuan
ke delapan.

3 bulan berlalu, aku mulai hamil. Aku merasa
biasa saja. Tapi kedua orang tuaku bingung
dan mempermasalahka n. Pasalnya, sudah
setahun suamiku kerja di pengeboran lepas
pantai luar jawa. Dan sudah barang tentu tak
pernah setahun ini menyentuhku.

Aku tetap bilang pada mereka, bahwa ini
adalah janin suamiku. Tapi kedua orang tuaku
tetap menuduhku melakukan serong.

Akhirnya, suamiku pun dituntut pulang.
Tanpa basa-basi, suamiku pun cek BB dan FB
ku. Aku demikian bingung dan panik. Masih
ada pesan-pesan nakal ku di situ. Aku
menangis sejadi-jadinya. Menyembah-nyemb­
ah, bertekuk lutut di hadapan suami dan
kedua orang tua kandungku.

"Menantuku, cepat ceraikan dia, biarlah aku
kehilangan anak gadis dari pada kehilangan
menantu dan cucu sebaik kamu." kata ibuku
"Dan kamu..!" ibu menudingku dengan mata
berair. "Pergilah kemana kau mau, sekarang
juga. Dan jangan pernah kau tampakkan
wajah menjijikkanmu di hadapanku dan
keluargaku."

Aku keluar rumah dengan tangisan anakku.
Bahkan untuk memelukpun aku tak diizinkan.
Ku coba minta pertanggung jawaban dari lelaki
itu, namun BB FB nya sudah tak aktif lagi. Ku
beranikan diri datang ke jogja kampus dimana
dia kuliah. Di KABAG kemahasiswaan, ternyata
tak menemukan nama yang ku maksud.

Aku tunjukkan foto wajahnya, dan ternyata
tiada ditemui wajah yang seperti itu. Aku
menangis sejadi-jadinya. Kandunganku sudah
hampir 6 bulan. Uang sangu pun menipis. Tak
tahu kemana arah diuntung. Tak tahu Kemana
nasib akan menuntun. BB dan FB benar-benar
memporak porandakan rumah tanggaku.

# ibu-ibu, bapak-bapak dan sahabat-sahabat
ku yang baik, gunakan BB FB sesuai kebutuhan
dan kemanfaatannya, bila tak ada
manfaaatnya dan malah menjerumuskan kita
kedalam kemaksiatan, maka demi keutuhan
dan kebahagiaan rumah tangga, berhati hatilah main
FB, chating dan invite BB.

Silahkan share demi kebahagiaan rumah
tangga orang-orang terdekat kita.


Wallahu’alam bishshawab, ..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)