Monday, 4 August 2014

Komentar CANNY WATAE atas Tulisan Desy Anwar kepada Prabowo

Komentar CANNY WATAE atas Tulisan Desy Anwar kepada Prabowo


source : https://www.facebook.com/canny.watae?fref=nf

Diawali pernyataan orang "terkemuka", dengan pengakuan bukan politisi tapi jurnalis, dipublikasi oleh media yang mendukung Capres yang sama dengan aspirasi si jurnalis, lalu diteruskan ke mana mana oleh "sesama jurnalis". 

Itulah pola yang terlihat dari pihak yang berprinsip "asal bukan Prabowo".

Si "Jurnalis" merasa "innocent", suci tak berpihak. Padahal, semua juga tahu dia bekerja di sebuah media yang secara transparan mendukung Capres lain. Mengandalkan bahasa Inggris yang fasih, tulisannya seolah keren. 

Padahal, dari sudut pandang jurnalisme, tulisannya sangat tendensius, dipenuhi amarah, dan merendahkan martabat orang lain. Tulisan kelas tabloid gosip dan romantika.

Jika Prabowo seorang yang megalomania, maka dengan sematan Panglima Kostrad ia dengan mudah dapat mengambil alih kekuasaan saat Republik ini sedang "near of vacuum of power". Si yang dituduh "megalomania" itu punya kendali langsung ke puluhan Batalyon Tempur yang sebagian di antaranya adalah pasukan Lintas Udara. 


Belum termasuk kesatuan elit Para-Komando yang sangat mencintai dia. Kenyataan menunjukkan bahwa Prabowo tidak mengambil langkah inkonstitusional itu. Megalomania kah dia?


Prabowo dituduh delusional. 


Jika memang demikian, mengapa ia bersusah payah menempuh langkah konstitusional dengan mendirikan Partai Politik dan ikut bertarung memperebutkan suara rakyat dalam Pemilu? 

Hanya dalam 2 Pemilu saja partai yang didirikannya mampu meraih posisi 3 besar Nasional (!). Yang paling tak tersangkal adalah: Prabowo dengan partainya sanggup menempatkan kader menjadi Wakil Gubernur di Ibukota Negara. 

Untuk semakin membuat kita semua terkejut, sang kader itu berlatar belakang etnik minoritas dan agama minoritas (!)

Prabowo sudah sangat dekat dengan singgasana, lalu dijatuhkan, lalu ia merangkak dari bawah sesuai jalur konstitusi, lalu ia dituduh megalomania dan delusional? Ah, mungkin penuduhnya kali yang begitu?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)