Facebook

Sunday, 24 August 2014

Air Asia Open My Eyes - Confession of a Naked Writer

Air Asia Open My Eyes - Confession of a Naked Writer


Sebenarnya saya bukan tipikal orang yang suka jalan-jalan keluar negeri, Indonesia masih begitu luas belum habis untuk dikunjungi, pulang pergi naik pesawat terbang bagi orang yang pertama kali yang belum pernah merasakan terbang di udara mungkin terasa begitu menabjubkan,, tapi untuk kesekian kalinya, banyak faktor yang dipertimbangkan ketika hendak memilih maskapai penerbangan.

Negara kita adalah negara Kepulauan, terdapat lebih dari 17,000 pulau kecil dan besar, perananan pesawat udara dalam jasa transportasi penumpang dan barang menyambung dari satu pulau ke pulau lainnya sangat dirasakan penting oleh masyarakat, peran masing-masing Maskapai memang berbeda-beda dan saya tidak ingin menomor satukan salah satu maskapai penerbangan di Indonesia.

Ada Maskapai yang saya tumpangi yang hanya dilayani oleh satu jenis maskapai pesawat berbadan kecil dan hanya satu-satunya maskapai penerbangan ini yang mau tetap beroperasi, kalau dipikir-pikir apa maskapai ini dapat untung dari penerbangan komersial seperti ini? saya tidak mempermasalahkan harga yang sedikit lebih mahal, pertimbangan saya akan gaji pilot beserta pramugarinya, bahan bakar dan biaya lainnya yang tidak sedikit jumlahnya yang harus dikeluarkan oleh pemilik maskapai ini. apa untung atau jangan-jangan buntung!

Ada Maskapai lainnya, yang saya tumpangi untuk jarak dekat dengan pesawat berbadan sedang menggarap pasar eksekutif untuk jarak singkat kurang dari 45 menit, dikawasan city to city, apa iya penerbangan ini bisa untung.

Saya pribadi justru senang dengan kehadiran Air Asia Indonesia, bisa merasakan atmosfir yang berbeda dibandingkan maskapai Indonesia lainnya, jumlah penumpang air asia Indonesia selalu tinggi setiap hari di penerbangan padat antar pulau, animo masyarakat pada Maskapai Air Asia memang terasa lebih berbeda.

Pengakuan terbesar dalam hidup saya terhadap Maskapai Air Asia mungkin tercetus dari CEO Air Asia, Tony Fernandes dalam kesempatan wawancaranya di Jakarta, ia pernah mengatakan "Indonesia merupakan Pasar Terbesar" ini adalah ucapan penting yang harus ditanyai, kenapa?




Saya ingin belajar dari kisah Sukses Air Asia, diantaranya adalah sebagai berikut :

Semua Berawal dari Hal yang Kecil

Modal awal Tony Fernandes membangun Maskapai dengan profit puluhan juta dollar, dimulai dari investasi kecil sebesar 250,000 USD Dollar dengan 2 Maskapai. Angka yang begitu kecil bukan? siapa pun Orang Kaya Baru di Indonesia yang kay-raya dari hasil alam semisal kelapa sawit, tambang batu bara, pasti punya uang segitu, tapi belum tentu mampu mengubah jumlah itu menjadi asset miliaran dollar dalam kurun 10 tahun.

Pegawai Prioritas no.1. Pelanggan No.2 

Secara psikologi pegawai perusahaan yang diprioritaskan akan memberikan pelayanan dan kualitas terbaik bagi pelanggan perusahaan, sikap kebijakan Air Asia untuk memprioritaskan pegawai air asia nomor satu dan pelanggan nomor dua adalah benar dan masuk akal.

Dari Asia Tenggara Menggarap Pasar Dunia

Air Asia memerlukan waktu 7 tahun untuk membangun fondasi di Malaysia dan Singapura, Jakarta adalah pusat Asia dan dari Kantor Pusat Indonesia Air Asia membuka pelayanan penerbangan rute Internasional, tidak terbayangkan sebelumnya kalau Air Asia juga membuka rute ke Jepang, Saudi Arabia, dan Australia dengan harga cukup hemat sebagai low cost airline terfavorit menurut versi saya pribadi.

Mengubah Hutang Menjadi Angsa Emas

Tidak banyak orang cerdas yang mampu mengubah hutang menjadi asset, Tony Fernandes adalah orang hebat yang dapat mengubah hutang neraca perusahaan menjadi angsa bertelur emas, Perlu teamwork yang solid, management yang kompak, direksi yang think outside of the box, sehingga mampu membangun perusahaan penerbangan sebesar Air Asia sekarang ini.

Pusat Keuangan ASEAN di Indonesia

Indonesia adalah kunci dari pasar ASEAN, sebagai pasar terbesar di ASEAN peran pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut mendorong perputaran keuangan di negara-negara ASEAN, tinggal bagaimana peran pengusaha Indonesia dapat ikut mengambil peluang didalamnya untuk membangun angkatan kerja lebih banyak lagi, jangan sampai terlena dengan investasi asing dari negara luar yang akan mendominasi pasar dalam negeri indonesia.

Pihak Swasta diizinkan memodali Pembangunan Bandara

Kedengarannya mungkin aneh, tapi memang ini adalah bagian dari kerjasama strategis kalau Pemerintah baru Indonesia di Era Jokowi mendukung pembangunan Jumlah Bandara Baru di Indonesia menjadi lebih banyak, Jakarta juga harus ditambah 1-2 Bandara Komersial, begitu juga pulau lainnya di Indonesia.

Tentunya pemerintah tidak ada anggaran untuk itu, kalau Swasta dilibatkan, tentunya gerak perekomonian di pulau-pulau Indonesia akan jauh lebih menggeliat, tidak usah khawatir serahkan saja pada Maskapai semisal Air Asia yang misalnya ingin ikut serta menginvestasi Pembangunan Bandara di salah satu pulau wisata di Indonesia, karna belum ada sarana infrastruktur, Tanpa infrastruktur industri jasa penerbangan akan terhambat, setali tiga uang, semuanya saling terkait satu sama lain.

Coba perhatikan Medan sudah diperbesar dipindahkan, Surabaya dan Bali juga demikian, Jakarta sedang dalam perluasan, semakin meningkatnya penambahan jumlah maskapai penerbangan di Indonesia tidak dibarengi dengan penambahan dan perluasan airport, sehingga bandara terasa semakin sempit, maskapai semakin banyak yang antri untuk bisa mendarat.

6 Poin di atas membuka mata saya, Butuh waktu panjang bagi perusahaan Air Asia untuk bisa sebesar ini dan mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat di Asia. Kini usaha bisnis jauh lebih murah dan gampang dengan adanya pesawat murah ke China.

Masyarakat kelas menengah pun mampu merencanakan paket wisata jalan-jalan bersama keluarga ke Australia dengan budget jauh lebih hemat. Impian untuk keliling dunia dengan small budget tidak terkendala lagi bagi smart traveler kedepannya, Air Asia memberikan kesempatan bagi semua orang untuk bisa merencanakan perjalanan hemat: pesan jauh-jauh hari, ikuti Promo Gratis, BIG Sale dan lain-lain.

Peta Rute Penerbangan AIR ASIA Saat ini
Peta Rute Penerbangan AIR ASIA Saat ini


Tentunya saya berdo'a Air Asia semakin maju dan bisa memperluas rute penerbangannya ke seluruh dunia 10 tahun lagi dari sekarang, Semoga semakin banyak dibuka rute perjalanan baru oleh maskapai Air Asia diseluruh dunia Slogan Every One Can Fly itu benar-benar menjadi Dream Come True sekarang. Saya pribadi sudah merasakan dampak manfaatnya selama 5 tahun kebelakang, Terima kasih Air Asia. [Br]

Tulisan ini diikut sertakan dalam kompetisi BLOG 10 tahun Air Asia Indonesia


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)