Facebook

Wednesday, 16 July 2014

TENTANG PORTAL KAWAL PEMILU Oleh Rudi B. Rosidi Bagian 2

TENTANG PORTAL KAWAL PEMILU Oleh  Rudi B. Rosidi Bagian 2


source : https://www.facebook.com/rudibrosidi

Ada beberapa rekan yang menyanggah tulisan saya di "TENTANG PORTAL KAWAL PEMILU" berkaitan dengan keterangan (yang ditaruh di poin terakhir) dari sang empu atau admin portal sebagai berikut: 

"Jumlah Suara Sah tidak selalu sama dengan Suara Prabowo-Hatta + Suara Jokowi-JK dikarenakan entri data memungkinkan overwrite angka jumlahnya. Ini bertujuan untuk mengetahui mana saja entri C1 yang bermasalah, baik karena C1 nya sudah salah atau karena human error sewaktu entri data."

Bahwa kesalahan itu bisa terjadi karena 2 hal yang disebutkan di atas.

Dalam tulisan saya, sudah saya jelaskan bahwa simulasi (baca: rekayasa) yang dilakukan adalah nampak jelas ketika rekapitulasi pada tingkat kabupaten. Jika rekan-rekan telusuri data tabulasi dari TPS, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan, penjumlahannya pada kasus di Provinsi NAD misalnya, semuanya sama (pada daftar paling atas). Jumlah suara PH + Jumlah suara JK = Jumlah Suara Sah.

Namun tidak demikian ketika di tingkat Kabupaten (dan tentunya Provinsi), jumlahnya tidak sama. Itulah mengapa kesimpulan saya bahwa simluasi persentase itu dilakukan ketika data rekap dari kecamatan ke kabupaten.



Perhatikan record/daftar paling atas pada gambar yang ditandai dengan kotak kuning:

Tingkat TPS: 118 + 119 = 237 (masih sama)
Tingkat Desa: 578 + 661 = 1.239 (masih sama)
Tingkat Kecamatan: 922 + 1.187 = 2.109 (masih sama)
Tingkat Kabupaten: 54.839 + 41.545 = 96.386 (sudah beda)
Tingkat Provinsi: 900.117 + 741.780 = 1.641.793 (tambah jauh bedanya)

Perubahan sudah mulai terlihat signifikan pada kecamatan-kecamatan tertentu yang ada di tengah-tengah tabel pada tabulasi suatu kabupaten (silakan disurvei sendiri).

Jadi, kesimpulan sementara saya, sanggahan admin portal "Kawal Pemilu" berkiatan dengan ketidakccocokan jumlah perolehan suara kedua pasangan dengan suara sah itu karena kedua faktor tadi terlalu mengada-ada. 


Terlebih lagi jika bahasan ini diintegrasikan dengan penjelasan pada level keilmuan IT seperti misalnya teknis entry data yang diklaim dilakukan oleh ratusan atau ribuan orang yang disebut sebagai 'relawan'. 

Monggo yang lebih menguasai IT dikembangkan analisisnya. Sebab saya hanya mencermatinya dari ilmu aritmetika dasar.

Lagipula jikalau pun penjelasan admin portal tersebut 'dianggap benar'. maka hemat saya, seharusnya dalam tabulasi, ada field atau kolom yang membedakan antara jumlah suara kedua pasangan dengan surat suara sah berikut selisihnya. Semoga saja alasan 'mendadak' itu bukan karena tidak banyak waktu lagi untuk re-programming agar nampak lebih 'masuk akal' hasilnya.

Silakan mencermati screenshot yang saya cantumkan. Dan silakan berhitung sendiri.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)