Facebook

Wednesday, 9 July 2014

Strategi Usang PDI-P Megawati terhadap Capres Prabowo Subianto

Strategi Usang PDI-P Megawati terhadap Capres Prabowo Subianto


Strategi pemilu tahun 2014, sepertinya coba dilakukan kembali oleh mantan presiden Indonesia Megawati Soekarno Putri, strateginya sederhana tapi sayangnya tidak memenangkan pertandingan perebutan presiden Indonesia, kalah dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Kubu Megawati kepada Capres Jokowidodo hampir saja, alias jiplak, bagaimana ia membuat survey sendiri persis seperti Jokowi diback-up oleh lembaga Survey yang kemudian ditegur oleh Kwik Kian Gie, ditantang mengenai objektifitas dan kebenarannya.

Strategi ini tidak bisa mengubah wajah kebenaran, sebagaimana Presiden SBY tetap menjadi Presiden Indonesia untuk 2 kali periode, ingat kasus Jokowi dipanggil SBY ke Istana sore hari selepas mereka mengkampanyekan melalui televisi pendukung mereka? ini adalah bagian dari teguran halus SBY kepada Megawati, Jangan bodoh apalagi coba mempengaruhi hasil sebenarnya.


 
SBY adalah Presiden Indonesia sebenarnya dan berhak menentukan netralitas kebenaran siapa pemenang Survey menurut pemerintah, anda sudah jelas-jelas menggunakan cara lama 10 tahun yang lalu, anda pikir kali ini bisa berhasil?

Bahkan laporan berita yang disiarkan oleh Detik dot com masih ada, Bagaimana dengan Pede-nya Detik dot com mengkampanyekan kemenangan semu Megawati sebagai  pemenang Presiden QUICK COUNT,Nyatanya adalah Presiden SBY-Jusuf Kalla yang menang.

kisah sejarah ini berulang kembali, Sebenarnya Prabowo yang sudah menang tapi PDI-P pintar menyembunyikan kekalahannya hingga menunggu 22 juli 2014, sudahlah mega legowo saja, sudah cukup intrik politik PDI-P sudah habis pendukung kalian pada pilpres 2014 ini, Rakyat Indonesia lebih memihak pada sosok baru yang tegas dan keras bagi kebenaran, bukan plin plan seperti anda.




mega hasyim 2004
Sejarah yang sama diulang kembali oleh Megawati
Source : http://news.detik.com/read/2004/09/20/171525/210615/10/mega-menang-tipis-atas-sby
Jakarta - Tim kampanye Mega-Hasyim membuat perhitungan cepat (quick count) 'tandingan'. Menurut quick count yang diadakan TVRI bekerja sama dengan Institute for Social Empowerment and Democracy, Mega menang tipis atas SBY. Hasil perhitungan cepat ini disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Mega-Hasyim Heri Akhmadi dalam jumpa pers di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2004) pukul 16.00 WIB. Menurut Heri Akhmadi, berdasarkan perhitungan suara di 1.264 TPS yang jadi sampel duet Mega-Hasyim meraih 131.421 suara atau 50,07% dan SBY-Kalla meraih 131.051 suara atau 49,93% Sebelumnya menurut quick count The National Democratic Institute (NDI) dan LP3ES, yang telah merampungkan perhitungan 40% dari 2.000 TPS yang disurvei, SBY unggul relatif besar dengan perolehan suara 62%, sedangkan Mega 38%.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)