Sunday, 13 July 2014

Majalah TEMPO dan capres JOKOWIDODO


sumber gambar : Baskoro

Sampai saat ini belum ada wartawan yang melacak dana yang dibayar Jokowi dkk untuk Majalah TEMPO melalui rekanan, relasi asing dan dalam negeri, ini semuanya bermuara pada satu kesimpulan pencitraan habis-habisan pendukungan persepsi publik yang sengaja dibuat hingga masyarakat tenggelam dengan informasi Jokowi di media besar yang seolah-olah pemenang dan presiden terpilih Indonesia, padahal sudah nyata Jokowi kalah sejak di hari pertama Pemilu, tapi rekayasa opini publik masih belum terbentuk dengan sempurna, yang dilakukan TEMPO dan teman-teman media adalah terus menerus menginformasikan Jokowi memang menang versi mereka yang sudah dibayar oleh kubu Jokowi.

sampai nantinya kita akan tahu kebusukan mereka dan kita harus data kubu-kubu pencitraan jokowi itu siapa saja, darisana kemudian kita akan tahu bagaimana nasib mereka kedepannya setelah menodai rakyat dengan kerakusan mereka dan ketamakan mereka terhadap uang dan menggadaikan netralitas dan kebenaran yang berpihak pada rakyat Indonesia bukan pada pemilik  media.

Jokowi

kerjasama yang menarik untuk pencitraan

Coba tanya sama Ulama, bagaimana hukum imam shalat yg melafadzkan ayat qur'an tidak fasih?
karna setiap bahasa arab mempunyai arti kata yang berbeda  jika salah diucapkan (qalbu hati kalbu anjing)
Bagaimana mungkin Jokowi dibolehkan menjadi imam kalau bacaan qur'an masih salah...

anis baswedan

Salam dua jari

Kamera Action


Jokowi presiden Rakyat

Konsep awal rencana cover TEMPO edisi Pemilu
siapa lagi kalau bukan JOKOWI, coba tanya CEO Tempo betul tidak?




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)