Wednesday, 9 July 2014

Kecolongan Google Indonesia, atau bagian dari skenario Asing di Indonesia via Google


Google sebagai salah satu Media Terbesar di dunia yang mengakuisisi dan mendominasi seluruh perilaku manusia abad kini dan masa depan, tiba-tiba bermain tidak fair di Indonesia, bagaimana ini bisa terjadi, apakah yang sebenarnya terjadi, bagaimana kisah dibalik layar ini bisa diungkapkan kejadian kasus per kasus?

Masih banyak PR yang harus dicari tahu kebenarannya, dan belum ada klarifikasi langsung dari COUNTRY HEAD GOOGLE INDONESIA, Rudy Ramawy atas kasus kejadian pada pilpres 2014 ini, hampir tidak ada media yang mengkonfirmasi kepadanya langsung, mengapa? mau tutup mata, anggap kasus ini sudah selesai sebagaimana pilpres hari ini ? apakah berdemokrasi bisa sepihak begini? Bagaimana menurut pendapat anda..

Country Head Google Indonesia Rudy Ramawy
Country Head Google Indonesia Rudy Ramawy 


Apa yang kita pelajari dalam Pilpres Indonesia 2014?

Kubu Jokowi mempunyai beberapa SDM yang menguasai sosial media dan mengerti bagaimana berkampanye secara culas, kejam dan tidak beretika. Dan ini tidak pernah diungkapkan secara langsung oleh media massa Indonesia, ini adalah pekerjaan yang dilakukan oleh bangsa sendiri dengan memanfaatkan fasilitas dari Google.

source : https://support.google.com/adwordspolicy/answer/1310914?hl=en

Kampanye Hitam yang Bagaimana dilakukan oleh Kubu JOkowi dalam menghantam kubu Prabowo
Mulai dari Iklan Kampanye Hitam yang bersumber pada website : hentikanprabowo.com


Bukti Bahwa memang ada kerja hitam dibalik layar kubu Capres Jokowi
Meskipun mereka bisa cuci tangan sekarang setelah pilpres,
Tapi publik sudah paham bagaimana jahat dan curangnya orang-orang dibalik Capres JOkowi 

Sumber Dari Website tersebut kemudian digunakan untuk mengiklankan kampanye negatif melalui Google Adword, yang iklannya kita saksikan dimana-mana.. dan tidak ada yang menghentikannya hingga berjalan selama beberapa hari.



Membayar Google Adwords untuk berkampanye hitam pada pilpres 2014
Yang dilakukan oleh Capres JOkowi Jusuf Kalla

Ini bukan mengenai uang Belanja Iklan Capres Jokowi,
ini adalah bagian dari bagaimana mereka berkerja membangun opini busuk terhadap capres Prabowo Subianto. Politik kotor seperti ini tidak bagus bagi pembangunan etika berdemokrasi di Indonesia.


Bagaimana culasnya kubu Capres JOkowi memberitakan Kubu Prabowo

Bagaimana kejamnya kubu Capres Jokowi terhadap kubu Prabowo Subianto

Bagaimana tidak punya etika kubu Jokowi terhadap kubu Prabowo SUbianto

Agar semua netizen di sosial media melihat iklan mereka di Kaskus,Website,Game Online, dll target mereka jelas, kalangan netizen indonesia agar menyaksikan iklan pembohongan publik seperti ini secara bombardir all out selama beberapa hari dan mereka kubu Jokowi sudah tidak punya malu apalagi etika bersih dalam berpolitik.

Apakah kegiatan ini tidak diketahui oleh inteligen indonesia? dan inteligen amerika?
sudah pasti mereka tahu dan sengaja membiarkan.

Apakah ini cukup untuk menghujat Prabowo SUbianto?

Belum mereka masih punya satu senjata pamungkas lainnya, yaitu melalui Iklan di Youtube.
Youtube adalah bagian miliknya Google juga, membayar mengiklankan Video yang mereka unggah ke Youtube kemudian mengiklankan video-nya tersebut ke seluruh tayangan video youtube didalam negeri, jadi siapa saja yang menyaksikan video apa saja akan menyaksikan video kampanye hitam mereka untuk menjatuhkan kubu Prabowo Subianto.

Beginilah asal usul bagaimana mereka mengiklankan kampanye busuk untuk Prabowo
melalui unggah video tersebut pada alamat Swara Prahara
lalu diiklankan keseluruh video youtube yang membuka akses video dari penduduk khusus Indonesia




Inilah hasil kerjaan kubu Jokowi melakukan pembusukan pada sosok Prabowo Subianto
Sejarah kejam yang dilakukan oleh Jokowi CS sudah kita bongkar tinggal bagaimana reaksi anda
Menyaksikan kejahatan mereka sebenarnya, apakah hanya menutup mata dan melupakannya?

Permainan politik Indonesia sederhana saja, kalau bukan si A ya si B.
Karna kontestan hanya ada dua, pihak ke tiga hanya berada dibalik layar menyaksikan 2 pihak.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)