Friday, 18 July 2014

Canny Watae : Quick Count Metro TV Memanipulasi Data pada data-masuk 17 ke 18%

Canny Watae : Quick Count Metro TV Memanipulasi Data pada data-masuk 17 ke 18%


source : https://www.facebook.com/canny.watae/posts/10152561557513984?fref=nf
Rekans,
Quick Count Metro TV Memanipulasi Data pada data-masuk 17 ke 18%.
Suara Prabowo-Hatta dipotong 4,02%.

Silahkan disebarkan dengan bebas.
Penjelasannya agak panjang. Silahkan disimak.
Saya jelasin mula-mula dengan standar anak kelas 1 SD:

Budi punya 1 kelereng. Wati punya 1 kelereng. Kelereng itu ditaruh dalam baskom. Dari kedua kelereng itu, Budi punya 50%. Wati punya 50%.


Budi diberi ayah 2 kelereng lagi. Ditaruh dalam baskom. Kelereng dalam baskom sekarang ada 4. Kelereng 
Budi sekarang 3, kelereng Wati 1.

Berapa persen kelereng Budi? Jawab: 3/4 x 100% = 75%.

Kelereng Wati? Jawab: ¼ x 100% = 25%

Ibu kasihan sama Wati. Wati dikasih kelereng 2 juga. Kelereng Wati sekarang ada 3. Ditrahu dalam baskom. Total kelerang di dalam baskom sekarang adalah 6.

Sekarang, Budi bukan lagi 75%, tetapi menjadi 3/6 x 100% = 50%.

Kelereng Wati juga demikian, 50%.

Ayah kembali memberi Budi 2 kelereng lagi. Kelereng Budi sekarang 5. Ditaruh dalam baskom. Total kelereng dalam baskom adalah 5 punya Budi dan 3 punya Wati.

Berapa persen punya Budi? Jawab: 5/8 x 100% = 62,5%

Berapa persen kelereng Wati? Jawab: 3/8 x 100% = 37,5%

Pada malam sebelum tidur, Ibu menambah kelereng Wati. Ibu tambah 2 kelereng lagi. Total kelereng dalam baskom 10 sekarang ini. 

Kelereng Budi 5/10 x 100% = 50%

Kelereng Wati 5/10 x 100% = 50%.

Ayah dan Ibu bersepakat agar kelereng Wati menjadi lebih banyak. Sayang sekali tidak ada lagi kelereng yang bisa ditambahkan.

Ayah berpikir keras. Ayah bersepakat dengan Ibu kalau begitu 1 kelereng Budi dalam baskom diambil aja. Dikeluarkan dan disimpan.

Kelereng sekarang berjumlah 9.

Kelereng Budi adalah 4/9 x 100% = 44,4%

Kelereng Wati adalah 5/9 x 100% = 55,6%

Pagi-paginya, Ayah bilang ke Budi, kelereng punya Budi di dalam baskom ada 50%. Kelereng Wati juga 50%. Klaim itu diperkuat oleh Ibu.

Kenyataannya tidak begitu. Sayangnya, Budi tidak melihat ke dalam Baskom. Dia tidak tahu kalau kelerengnya tinggal 44,4%.

Budi = Prabowo
Wati = Joko Widodo
Ibu = Metro TV
Ayah = Burhanuddin Muhtadi.
Kelereng = Suara Pemilih / Suara Absolut

Berikut saya jelaskan titik di mana data dimanipulasi. Saya murni sajikan perhitungan matematisnya. Jika disandingkan dengan dataline tayangan Metro TV, sudah terlihat kejanggalan di mana data pada Kurva Stabilitas tidak exact sama dengan data tampilan di layar televisi. Tapi, sudahlah. Kita bermain secara exact matematik. 
Kita jauhkan “rasa”. 

Untuk melakukan kajian ini, saya mendownload data pada situs 
 http://www.indikator.co.id/pilpres2014/stabilitas.php

Situs ini merupakan situs resmi IPI. Saya screenshot pada pukul 15:38:06 WIB sebagai arsip bahwa situs tersebut Eksis.

Perhatikan data yang saya lampirkan pada Tabel Hitung pada bagian Comment.

Suara Capres dalam persentase memang naik turun sesuai jumlah suara yang diraih berbanding total suara keseluruhan. Fluktuasi persentase dalam skala besar terjadi di awal-awal data masuk. Setelah data stabil, fluktuasi masih terus terjadi dalam skala sangat kecil saja dan tidak berpengaruh lagi kedudukan komposisi suara. Kecuali jika suara kedua ada di titik nol koma nol sekian dari angka 50%. Tetapi bukan di situ masalahnya.

Berbeda dengan persentase suara yang fluktuatif, Suara Absolut yang diraih Capres tidak akan pernah berkurang daripada jumlah sebelumnya. Jika pada data masuk 1% Capres A sudah memperoleh suara 1000, maka 1000 suara itu tidak akan berkurang. 

Kemungkinannya hanya ada 2, yaitu: tetap pada 1000 suara atau bertambah. Suara bersifat tetap jika pada data-masuk selanjutnya si Capres tidak mendapat suara sama sekali. Suaranya bertambah jika pada data-masuk berikutnya ia memperoleh suara. Sekali lagi: TIDAK MUNGKIN berkurang.

Perhatikan pada data-masuk 17 ke 18%. Pada posisi data-masuk 17%, suara Prabowo sudah mencapai 0,098736 dari total suara absolut. Silahkan dikalikan dengan DPT dari KPU berapa angka absolutnya. Tetapi, tidak perlu sampai ke sana. Bandingkan dengan suara Prabowo pada posisi data-masuk 18%. Suara absolutnya 0,097308 dari total suara absolut. 

Tolong. Mungkin saya salah jika mengatakan 0,097308 adalah lebih besar dari 0,098736. Kalau saya pakai Excel, angka 0,097308 itu ada sebanyak 0,001428 DI BAWAH angka 0,098736. Pemotongan angka sebesar 0,001428 itu telah menurunkan suara Prabowo-Hatta sebanyak 4,02%.

Kemenangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam Pilpres Indonesia telah dibajak oleh Metro TV dan Indikator Politik Indonesia asuhan Burhanuddin Muhtadi. 
Saya akan meminta maaf sebesar-besarnya jika saya salah mengatakan hal di atas. Mereka telah menunda selebrasi saya untuk kemenangan Prabowo-Hatta.

***REWAKO! Relawan Komando Prabowo Subianto
---
Lanjut ,

Biar lebih ngerti, saya jelaskan lagi menggunakan angka absolut.

Perhatikan baik-baik. 

DPT KPU adalah 188.000.000 juta lebih. 

TPS Sampel IPI 2000. 1%-nya adalah 20.

Berapa suara yang diwakili oleh 1% sampel? 188.000.000 / 2000 = 94.000 suara

--

Perhatikan saat data-masuk 1%. Distribusi suara 39,16% untuk Prabowo, 60,84% untuk Jokowi. Dalam kondisi ini, berarti dari data-masuk 1% itu yang setara dengan 20 TPS sampel, 39,16% - nya adalah suara untuk Prabowo. 

Kalimat matematikanya adalah 39,16%x 1% x 188.000.000 juta atau = 736.208. Suara untuk Jokowi adalah 60,84%. Kalimat matematikanya adalah 60,84% x 1% x 188.000.000 atau = 1.143.792 suara.

Pada saat data-masuk 2%. Distribusi suara 63,99% untuk Prabowo, 36,1% untuk Jokowi. Suara absolut adalah 63,99% x 2% x 188.000.000 = 2.406.024 suara. Jokowi mendapat 36,1% x 2% x 188.000.000 = 1.353.976 suara.

Cek dulu supaya yakin. Komposisi persentase sampai data masuk 2% ini adalah:

Prabowo = suara Prabowo /total suara keduanya x 100%
Prabowo = 2.406.024 / (2.406.024 + 1.353.976) x 100% 
Prabowo = 2.406.024 / 3.760.000 x 100%
Prabowo = 63,99%. Cek dengan angka pesentase di atas. Persis? Yes, sama persis.

Coba perhatikan angka 3.760.000 itu. Itu adalah total suara sampel TPS. Mari kita cek.
2% TPS = 2% x 2000 = 40 TPS.

Berapa suara yang terwakili oleh 40 TPS tersebut? 40 x 94.000 = 3.760.000. Persis sama dengan di atas.
Sejauh ini tidak ada yang salah kan?

Nah, silahkan hitung terus sampai posisi 17% suara. Logikanya, tidak mungkin suara absolut berkurang. Kalau Prabowo, sebagai contoh sudah mendapat 10 ribu suara dari 10 TPS, contoh ya... Adalah tidak mungkin pada TPS ke-11 dst suaranya akan berkurang dari 10 ribu. Yang mungkin hanya 2 keadaan, yaitu: Pertama. Tetap pada angka 10 ribu (berarti pada TPS ke-11 Prabowo tidak mendapat 1 suara pun). 

Kedua, suaranya akan bertambah sebesar yang diperoleh pada TPS ke-11 tersebut. Kalau PERSENTASE suara, tetap bisa berubah. Bisa naik, bisa turun. Tergantung berapa suara yang didapat Jokowi. Itu mempengaruhi PERSENTASE suara Prabowo. Tetapi, berapa pun suara yang diraih Jokowi, itu SAMA SEKALI TIDAK AKAN mengurangi angka absolut yang telah diperoleh Prabowo.

Logikanya, SUARA ABSOLUT yang sudah didapat tidak bisa berkurang.

Mari kita lihat pada posisi data-masuk 17%. Prabowo 58,08%. Jokowi 41,92%.

Prabowo = 58,08% x 17% x 188.000.000 = 18.562.368 suara.

Jokowi = 41,92% x 17% x 188.000.000 = 13.397.632 suara.

Ingat, pada titik data ini suara Absolut Prabowo adalah 18.562.368 suara.

Kita ke data-masuk 18%. Prabowo 54,06%. Jokowi 45,94%.

Prabowo = 54,06% x 18% x 188.000.000 = 18.293.904 suara. Nah!!!!!!!!

Kok bisa suara sebelumnya berjumlah 18.562.368, sekarang turun menjadi 18.293.904 (!). Pengurangan ini menyebabkan suara Prabowo turun 4,02%. Sangat besar.

Apakah mungkin suara absolut berkurang seiring dengan bertambahnya data-masuk? Kalau persentase, sangat mungkin. Tetapi kalau jumlah suara absolut adalah TIDAK MUNGKIN.

Telah terjadi MANIPULASI perhitungan Quick Count! “Kekurangan” pada manipulasi suara ini hingga gampang terdeteksi adalah: Tekor suara Prabowo membuat suaranya berkurang pada data-masuk ke 18%. 

Andai Tekor suara ini disebar merata ke seluruh semesta data, maka akan tidak kelihatan. Tuhan Maha Adil. Tak tidur DIA!

Ke mana suara Prabowo? Tanya pada Atasan Burhanuddin Muhtadi!

Tulisan Menarik Lainnya :

1 comment:

  1. Mohon Penjelasannya Masalah Nilai Absolut anda, Penjelasan masalah kelereng OK... Kesimpulanya Nilai Absolut belum pasti (golput, data belum masuk dll>>188juta bukan nilai Absolut..???) Rumus >> a% X b% X Nilai Absolut (dari MANA....???)
    Misal (pakai hitungan gampang aja yach......???)
    Periode 1 : Pemilih ada 100 orang yang milih A = 60% (60 orang)
    B = 40% (40 orang)
    Periode 2 : Pemilih ada 100 orang lagi, milih A = 40% (40 orang)
    B = 60% (60 orang)
    Periode 3 : Pemilih ada 200 orang lagi, milih A = 40% (80 orang)
    B = 60% (120 orang)
    Periode 4 : Pemilih ada 600 orang lagi, milih A = 50% (300 orang)
    B = 50% (300 orang)
    Jadi Total pemilih 1000 Orang ( Absolutnya)....Coba pakai Rumus anda.....!!??
    Saya Orang BODOH mohon PENCERAHANYA ya Prof. Terima kasih

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)