Facebook

Friday, 4 July 2014

Apa Yang Nanik S Deyang Tahu [Operasi Inteligent JOKOWI]

Informasi yg dikirim melalui inbox mengenai gerakan yg KONON bakal dilakukan kubu lawan . Saya tidak tau kebenarannya informasi ini, apakah sahih atau tidak, tapi mungkin perlu juga diketahui sebagai bahan untuk antisipasi. Ini kayak kerja intel, rapi banget gerakannya


Apa Yang Nanik S Deyang Tahu [Operasi Inteligent JOKOWI]



Source : https://www.facebook.com/prokebangkitan

______

PLAN A SUB I : RANGKAIAN OPERASI JARING HIJAU.
FASE I.

Operasi ini adalah operasi berqualifikasi intelijen, Seluruh personel lapangan yang disebut RELAWAN JOKOWI, direkrut dari kalangan aktifis gereja, karyawan perusahaan para konglomerat dan personel rekrutan para ex jendral pendukung jokowi, mereka dilatih serta diperlengkapi dengan alat-peralatan untuk menjalankan aktifitas-aktifitas sesuai dengan target dan sasaran-sasaran yang sudah ditetapkan. sama persis seperti ketika para jendral merekrut dan mempersiapkan Operasi Bumi Hangus mei 1998 yang mampu bergerak merata dari sabang sampai merauke dengan tingkat efektifitas tinggi. Operasi dirancang berdasar skala waktu yang paling dini, hingga skala aktifitas pada tingkat urgensi paling tinggi. 

A. PERSIAPAN PERSONEL 
1. Perekrutan personel 2. Pelatihan personel 3. Indoktrinasi personel 4. Pembekalan akhir personel 5, Pengiriman personel ke wilayah-wilayah sasaran operasi\

B. SASARAN 1. 

GRADE I : Wilayah pendukung potensial Prabowo Subianto 2. 
GRADE II. Wilayah Abu-abu 3, 
GRADE III Wilayah basis Jokowi.

C. SKALA TINDAKAN. 

1. Operasi Pembusukan.

a. Sebagaimana layaknya operasi terselubung, personel yang dikirim kesuatu wilayah, berkewajiban melakukan kunjungan dialog kerumah-rumah penduduk diwilayah sasaran, entah sebagai tukang sendal, entah sebagai sales obat, entah sebagai tukang panci, entah sebagai penduduk baru yang cari rumah kontrakan dlsb kamuflase yang mereka gunakan. 

b. Dalam aktifitasnya mereka melakukan disinformasi dan mempengaruhi penduduk yang dikunjunginya dengan informasi-informasi yang MENYESATKAN , MENYERANG KEHORMATAN DAN NAMA BAIK PRABOWO HATTA. 

c. Selain itu, mereka juga Mendata potensi penduduk dengan menandai rumah-rumah penduduk dengan stiker atau tanda-tanda khusus, semisal stiker banteng merah untuk penghuni yang dianggap loyalis PDIP, Banteng Kuning untuk rumah warga yang tidak seluruhnya mendukung Jokowi, dan stiker Banteng Hijau untuk menandai bahwa penghuni rumah tersebut tidak bisa dipengaruhi untuk mendukung jokowi. 

d. Melakukan proses reposisi orientasi terhadap penduduk yang kuning dan hijau sehingga diharapkan dalam hari ke 3 sebelum pencoblosan, maka seluruh penduduk diwilayah sasaran sudah mampu dimerahkan.





2. Operasi Kontrak Karya.

a. Operasi berikutnya adalah melakukan deal-deal yang terkait dengan kompensasi tertentu, ini akan dilakukan ditingkat kordinator warga, ketua lingkungan, tokoh masyarakat, pimpinan pondok, yang dijadikan penjamin bahwa warganya akan menyalurkan suara kepada pihak JOKOWI. 

b. Operasi ini bersifat tertutup namun mereka melakukan kontrak resmi yang disertai dengan bukt-bukti dan saksi, yang disamarkan kedalam sebuah bentuk kontrak bisnis sehingga ketika terjadi penyimpangan, pihak penjamin adalah pihak yang harus bertanggung jawab mengembalikan uang kepada pihak pemberi uang.

3. Operasi Jaring Hijau. 

Operasi ini khusus dirancang untuk melakukan penghancuran basis suara Prabowo di kalangan Umat Islam, dikawasan Pondok-pondok pesantren, dilingkungan lembaga-lembaga pendidikan Islam, dan dikawasan perumahan militer. yang tidak sudi disentuh Jokowi karena kendala ideologis serta perbedaan kefahaman spiritualnya.. Dalam operasinya, mereka menggunakan pendekatan dari level rendah hingga level tinggi serta intrik-intrik yang menyebabkan penduduk dalam kawasan itu menjadi merasa bersalah untuk memilih prabowo. (ingat kasus pengiriman surat kepada para guru, sesuatu hal yang sebenarnya hal biasa saja, tapi dengan trik tertentu, hal yang biasa-biasa saja itu membuat kaum guru merasa bersalah telah menerima surat dan kemudian menganggap Prabowo sudah melakukan sebuah kejahatan). 

4. Operasi Sapu Bersih. 



Operasi sapu bersih adalah sebuah operasi pamungkas dari seluruh rangkaian operasi yang terintegrasi sebagaimana yang terungkap diatas, operasi ini melibatkan uang yang tidak sedikit, karena harus menjangkau kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berhasil di reposisi dan dijinakkan dalam rangkaian operasi sebelumnya. Uang yang akan digunakan untuk didistribusikan sebagian besar adalah uang yang nantinya di stempel dengan tulisan nama PRABOWO SUBIANTO. SATIO PININGIT, HERU CAKRA RATU ADIL. Mereka yang akan menuai pemilih, tapi PRABOWO SUBIANTO yang akan menuai getah, sibuk mengklarifikasi dan menjelaskan fitnah tebar uang yang mereka lakukan.. Operasi berakhir selambat-lambatnya subuh hari, tgl 9 Juli 2014.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)