Wednesday, 2 July 2014

Apa yang Nanik S Deyang Tahu [Kisah Awal Dukungan ke Prabowo]

Apa yang Nanik S Deyang Tahu [Kisah Awal Dukungan ke Prabowo]


Source : https://www.facebook.com/prokebangkitan

Apa yang Nanik S Deyang Tahu [Kisah Awal Dukungan ke Prabowo]


Nanik S Deyang:
Pagi ini melalui inbox dua orang saya baru "NGEH", dasar membully saya adalah tulisan saya memuji Jokowi di bulan Januari 2013, dan sebuah tulisan yg dimuat di salah satu media saya bulan Desember 2012.

Untuk yg di timeline 2013, coba yg jadi kawan saya paling lama di wall ini, seperti Mbak Dias Widiskan, Jono Nugroho dll, pasti akan paham di bulan itu, saya bukan hanya menulis Jokowi, tapi saya juga memuji Dahlan Iskan.

Saya menulis waktu itu soal siapa saja yg layak menjadi pemimpin Indonesia ke depan. Saya menulis beberapa orang dalam status saya, dan beberapa tulisan yg ditaruh di mana-mana adalah bagian salah satu status saya, orang lain yg saya puji sama tidak dimasukkan dalam bully yg mereka tampilkan. (mereka mengambil sy menulis Jokowi)

Kemudian soal yg dimuat di media saya, bulan Desember 2012, The Politic bukan hanya memuat Jokowi, tapi juga menjadi cover Dahlan Iskan, bahkan keduanya. Cover Prabowo dll-nya.
Terus mereka bilang, karena saya dan teman saya Budi tidak mendapat pekerjaan dari Jokowi, makanya saya sejak Januari itu tidak pernah memuja-muji Jokowi..bla..bla...

Inilah yg saya sebut manusia SOK TAU dan fitnah.... Bulan Desember 2012 saya membuat RUMAH KAMI untuk Dahlan Iskan. Coba mereka itu mengikuti cerita saya dijemput Dahlan Iskan (sahabat saya 24 tahun) di rumah dinas Jokowi di Solo untuk membantu dia setelah urusan saya ikut mendukung Jokowi kelar jadi Gubernur. (secara runtut tulisan ini pernah saya tulis di wall saya)

Meski saya mendirikan RUMAH KAMI, saya masih berhubungan baik dengan Jokowi. Jokowi juga tau saya mendukung Dahlan Iskan (kapan sy tdk mendukung Dahlan, juga ada cerita di wall saya, yaitu ketika Dahlan memilih ikut konvensi Demokrat). Hubungan saya dengan Jokowi tidak pernah berubah, saya masih Lebaran pulang bersama, hubungan ini sama dengan hubungan saya dengan Prabowo.

Wilfrida Soik
Wilfrida Soik

Nah saya mau hadirkan orang yg tau perubahan sikap saya akhirnya mendukukung penuh Prabowo, di sini ada Mas Reza Lubis, ini teman FB yg kemudian kenal darat karena memberi obat kaki saya yg ia bawakan dari Amerika. Ia bersama istrinya tinggal di Amerika. Pada mas Reza, ketika datang ke kantor saya, saya bilang (bulan Agustus atau September 2013). Pada Mas Reza, saya cerita soal TKI yg bernama Wilfrida, yg waktu itu hanya tinggal menunggu vonis di hukum gantung. Saya bilang siapapun yg bisa menolong Wilfrida, maka saya akan dukung dia sebagai Presiden.

Kenapa saya peduli Wilfrida, saya melihat sahabat saya Budi Purnomo, tengah mati-matian mencari bantuan, karena dimintai tolong seorang Romo yg sudah putus asa mencari jalan keluar menolong Wilfrida.

Bahkan saya pernah menulis status, saya akan datangi para Capres satu per satu (waktu itu Jokowi belum nyapres), siapa yg bersedia menolong Wilfrida. Saya bilang, siapapun yg mau menolong Wilfrida saya akan mendukung habis. Saya ingat yg komentar dan mendoakan status saya antara lain, Mbak Upiek N Pasaribu, Mbak Dilla Ramadhan, dll.

Dan seperti menjadi jalan bagi kebebasan Wilfrida saat saya belum menemukan orang yg mau menolong Wilfrida, tiba-tiba hanya 10 atau 11 hari, jarak putusan Wilfrida akan digantung, Pak Prabowo bermain ke kantor saya. Saat itu iseng sahabat saya Budi, masuk ke ruangan di mana saya ngobrol, dan menyodorkan berbagai berita soal Wilfrida

prabowo wilfrida pesawat
Has, saya pinjam pesawat, besok saya akan Malaysia, saya akan tengok anak yg dalam berapa hari ini akan dihukum gantung. Kasihan ini anak korban perdagangan, dia di bawah umur

Prabowo Peluk Wilfrida Soik
Prabowo Peluk Wilfrida Soik


tki tkw indonesia
Kita bukan Bangsa BUDAK!!
Kita Bangsa Besar yang sedang dipimpin oleh kera-kera berandalan
Kita akan Maju dibawah kepemimpinan BARU


Sungguh di luar dugaan kami, Pak Prabowo langsung terkesiap, kemudian memanggil sekertarisnya dan minta dihubungkan dengan teman-temannya di Malaysia. Setelah itu dia menilpon adiknya Hasjim "Has, saya pinjam pesawat, besok saya akan Malaysia, saya akan tengok anak yg dalam berapa hari ini akan dihukum gantung. Kasihan ini anak korban perdagangan, dia di bawah umur," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Pak Prabowo esoknya langsung berangkat, dan kami memantau dari jam ke jam dengan BBM sekertaris Pak Prabowo, Mas Sudar. (di sini banyak cerita-cerita drama Wilfrida yg mengharukan), hingga sesuatu yg tidak pernah kami duga ketiga tanggal 30 September 2013 yg harusnya menjadi hari putusan bagi Wilfrida, berkat bantuan Prabowo dengan menyewa pengacara paling top dan handal di Malaysia, Wilfrida tidak jadi di putus, dan diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan kembali.

Ingat ya sebelum tanggal 30 September,
saat hampir tiap hari Pak Prabowo bolak-balik Jakarta-Malaysia
tdk ada media yg peduli!

Sumpah, Demi Allah, dari situ tekad saya sudah BULAT utk mendukung Prabowo menjadi Presiden. Ini tadinya akan saya tulis sendiri, sebagai kisah awal bagaimana saya bulatkan tekad mendukung Prabowo. Melihat kebulatan tekad Prabowo membantu Wilfrida inilah, Budi mewakafkan dirinya dengan sukarela dalam perjalanannya sebagai koordinator "Prabowo Media Center". Ada di sini saksi hidup namanya Yessy Audry (kok namanya gak muncul ya). Mbak Yessy dan temannya Mas Agus Gombong, adalah orang yg tau bagaimana kami mulai pontang-panting membantu Pak Prabowo awalnya. MBAK YESSY INI TAHU PENGORBANAN seperti apa yg kami lakukan.

Intinya yg mereka tampilkan sekarang seolah sy wartawan tidak memiliki integritas itu adalah potongan-potongan status saya.....tapi tdk membaca bagaimana perjalanan saya berkawan dan punya sikap secara keseluruhan!

Makanya saya tantang kalau yg bully itu pakai nama jelas, atau yg baru ngikuti saya belakangan ini atau berkawan dengan saya, untuk bertemu dengan saya, dan membawa bukti2. Jangan potongan status yg sudah dimutilasi!

Seminggu ini, sy tdk akan peduli dng bully membully, termasuk kalau ada yg bilang kebenaran tulisan soal Prabowo diragukan...pretttttt.. Tidak percaya dengan tulisan soal Prabowo tdk masalah, tapi lihat kerja TUHAN, apa yg saya tulis akhirnya menjadi kebenaran dan mari kita lihat 9 Juli. Bahkan kalau lihat animo masyarakat saat ini terhadap Prabowo, rasanya hanya kecurangan saja yg mengalahkan Prabowo!


Tulisan Menarik Lainnya :

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)