Tuesday, 24 June 2014

Konglomerat Dibalik Capres Jokowi : Edward Soerjadjaja



Source : http://yudisamara.com/2014/04/11/daftar-cukong-jokowi-sang-capres-boneka/

  1. Edward Soerjadjaja: dia adalah orang pertama yang mengakui mendukung Jokowi dan Ahok pada pilgub DKI Jakarta 2012 lalu dengan pendanaan. Ahok sempat membantah, akan tetapi kita lebih baik percaya kepada Edward karena dia adalah pengusaha yang tidak berkepentingan mengakui mendukung pasangan yang tidak terkenal. Dana dari Edward waktu itu adalah sebesar Rp. 30 miliar, dan pada masa pemerintahan Jokowi-Ahok perusahaan Edward memperoleh proyek monorel, MRT dan lain – lain.

Source : http://www.rmol.co/read/2012/07/30/72932/Konglomerat-Edward-Soeryadjaya-Akui-Bantu-Jokowi-Ahok-


Salah satu pengusaha yang kerap disebut, Edward Soeryadjaya membenarkan kabar bahwa dirinya mendukung kampanye Jokowi-Ahok.

"Kita menganggap bantuan itu ibarat kontribusi, tapi tidak semua wah. Kita hanya menugaskan satu dua orang untuk membantu promosi dan kampanyekan Pak Jokowi sejak putaran pertama, dalam bentuk tenaga saja dan tidak besar," kata Edward saat disambangi Rakyat Merdeka Online di kantornya, Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat, Senin (30/7)

Soal nominal, Edward tidak mau membocorkan. Intinya tidak sebesar yang dibayangkan publik. 

"Saya tidak bisa menyebutkan. Intinya tidak besar. Tidak seperti tim-tim lain. Lagian, kita kan tidak terlalu yakin (Jokowi-Ahok menang Pilkada DKI Jakarta). Jadi, bagaimana mungkin ada kepentingan bisnis di balik dukungan ini," sambungnya.

edward soerajadjaja monorail jakarta
Edward Soeryadjaya Monorail Jakarta
Lagipula, sambung Edward, untuk menaikan popularitas dan elektabilitas Jokowi tidak perlu banyak uang. Ini karena sosok Jokowi yang bagus, sederhana dan simbol perubahan.




Edward Soerjadjaja bersama Jokowi promosi Kartu Jakarta
Edward Soerjadjaja bersama Jokowi promosi Kartu Jakarta



Masih ingat Edward Soeryadjaya? Lelaki ini adalah terduga koruptor dalam kasus Depo Minyak Pertamina di Balaraja. Hebatnya dia saat ini adalah pemenang tender penggarapan proyek Monorel Jakarta.

Beberapa pihak menduga bahwa Edward Soeryadjaya sebagai salah satu donatur besar kampanye Jokowi -Ahok pada Pilkada DKI September 2012 lalu, kini mendapatkan balas jasa dari pasangan Jokowi-Ahok tersebut.

Pasalnya dana yang dikucurkan Edward Soeryadjaya untuk pasangan ini konon mencapai angka Rp 60 miliar, atau 25% lebih rendah dari donasi yang dikucurkan pengusaha properti yang kini menjadi Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz sebesar Rp 80 miliar .

 
Jusuf Kalla dengan keluarga Besar Soerdjadjaja
Hubungan Jusuf Kalla dengan keluarga Besar Soerdjadjaja

"Hubungan kita ini dengan JM. Nah JM kan dulu gandeng Kalla Grup, pas dulu gandeng Kalla Grup ada juga yang bilang balas budi. Sekarang ganti lagi ke ortus ada lagi yang bilang itu timses Jokowi. Itu bukan urusan saya, ini urusan bisnis ke bisnis (B to B) antara JM yang mau bergabung siapa," jelasnya.


Seperti diketahui Perusahaan asing asal Singapura, Ortus Holdings menjadi salah satu bagian dari konsorsium PT Jakarta Monorail menggeser perusahaan milik mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Ortus Holding (Ortus Group) sendiri siap menanggung 90% pendanaan proyek.



Di lain pihak Investor PT Jakarta Monorel, Ortus Holdings Limited, menyatakan akan berkomitmen menyelesaikan hingga tuntas proyek monorel, yang diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp 8 triliun.


"Kami enggak berani memulai sesuatu yang tidak bisa kami tuntaskan. Kami keluarga pengusaha menghargai komitmen," ujar Chairman Ortus Ltd, Edward Soeryadjaya.



Salah satu pengusaha nasional, Edward Soerjadjaja mendapat gelar kehormatan sebagai Kanjeng Raden Tumenggung Haryo dari Pura Mangkunegaran Solo Pada tahun 2007.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)