Saturday, 21 June 2014

Jeffrey Winters : Komentarnya mengenai Indonesia dan posisinya pada Pilpres 2014

Jeffrey Winters : Komentarnya mengenai Indonesia dan posisinya pada Pilpres 2014

jeff winter

Ungkapan Pemikiran Jeffrey Winters :

Dikatakan Jeffrey, secara prosedural demokrasi di Indonesia sudah cukup bagus. Namun secara substansial, masih harus banyak diperbaiki. Sistem demokrasi yang sekarang dikuasai para maling. Hanya mereka yang punya uang banyak yang bisa naik. Setelah berkuasa, mereka kembali maling untuk mengembalikan sekaligus meraup untung dari investasi yang dikeluarkan. Yang terjadi seperti lingkaran setan.

Pemilihan presiden secara langsung sudah OK. Tapi karena calon harus dari partai, maka hanya para maling saja yang bisa tampil. Untuk tampil harus punya uang. Jadi negeri ini sudah dikuasai para maling. Rakyat harus bersatu mengubah sistem demokrasi maling seperti ini," kata Jeffrey.

Prof.Jeffrey Winters menilai Indonesia merupakan negara demokrasi tanpa hukum. Hal ini berdasarkan pengamatannya bahwa pasca jatuhnya rezim Soeharto, sistem demokrasi di Indonesia justru beralih pada sistem oligarki. Akibatnya, hukum yang diharapkan bisa membatasi serta mengawal pemerintahan tidak berfungsi sama sekali.Demokrasi tanpa hukum dampaknya adalah demokrasi kriminal. Hukum disini justru tunduk kepada penguasa

Oligarki menurutnya lebih banyak berbasis pada uang dan kekayaan serta dimiliki oleh sejumlah elit. Sedangkan elit sejauh ini lebih banyak didukung berdasarkan status, posisi resmi, kapasitas mobilisasi, dan kekerasan. Oligarki ada yang bersifat jinak, namun ada pula yang liar. Dampak dari adanya oligarki selain hukum yang tunduk pada penguasa adalah figur yang lebih daripada institusi. Meskipun jumlah oligark kecil mereka menguasai hukum dan institusi . Oligarki berbasis uang dan kekayaan. kata Jeffrey.

Ia juga mencontohkan berkuasanya sistem oligarki yaitu banyaknya aset miliaran dolar milik orang Indonesia bahkan yang ada di luar negeri. Bahkan, kekayaannya ada yang mencapai 25% dari GDP Indonesia. kata Jeffrey.

Menurut Winters, sistem oligarki pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1970 yang dibangun oleh Soeharto. Untuk memimpin sistem oligarki yang dibentuknya, Soeharto berlagak layaknya seorang The Godfather yang membagi-bagi kekayaan alam Indonesia pada kelompok-kelompok tertentu, seperti kelompok para jenderal, penguasa etnis Tionghoa dan kelompok pribumi. 

Setelah berkuasa, ancaman nyata Soeharto itu ada pada para Jenderal TNI, jadinya dia membagi-bagikan kekayaan misalnya dengan pengelolaan hutan di Kalimantan dan menyebut para Jenderal itu kaya karena dia. Soeharto itu seorang Godfather yang ekonomis dan politisKata Jeffrey.

Saya Pribadi tidak begitu percaya dengan kesimpulan yang ia ceritakan,
karna apa yang ia beritakan ke pemerintah amerika berbeda dengan apa yang bagikan untuk dikonsumsi warga Indonesia, benar-benar agen amerika yang cerdik si Jeffrey 

Tulisan Menarik Lainnya :

- Bincang-Bincang Yahudi Indonesia
- Tukang Isu Kubu Jokowi {Ketahuan}
- Pengadilan HAM Indonesia, kalau Prabowo Presiden

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)