Friday, 16 May 2014

Fenomena NIKAH SIRI di Jakarta

Fenomena NIKAH SIRI di Jakarta

Salah satu Jasa Ustad Nikah Siri di Online (http://jasanikahsiri.blogspot.com/)

Nikah Siri adalah nikah secara diam-diam atau dirahasiakan. Kata Siri berasal dari bahasa Arab, Sirr, yang artinya rahasia. Bagaimana mungkin nikah yang diam-diam bisa direstui oleh masyarakat dan agama? memang masih ada perdebatan mengenai hukum nikah yang dirahasiakan

Sebagian masyarakat awam memahami bahwa Nikah Siri adalah pernikahan yang tidak tercatat di Kantor Urusan Agama biasanya kita sebut sebagai pernikahan dibawah tangan, pada hukum negara indonesia nikah seperti ini tidak sah masih ingat kasus rhoma irama nikah siri dengan angel lelga?.


Tidak tahulah makin lama hidup makin lebih rumit, dan pihak yang ingin nikah siri biasanya sudah memikirkan konsekwensi pilihannya tersebut, apakah tetap kumpul kebo, atau nikah diam-diam yang menurutnya yakin sah secara agama.

“Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.” (HR. Khomsah).

“Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya, maka pernikahannya batil (tidak sah); pernikahannya batil; pernikahannya batil”. (HR Khomsah).

Jika nikah tanpa dicatat negara (KUA) alias diam-diam, namun ada wali sah, menurut syariat Islam itu sah selama memenuhi Rukun Nikah:

  1. Ada Wali, 
  2. Dua orang saksi, 
  3. Ijab qabul. 
Wali Seorang wanita adalah Bapaknya, lalu kakek dari bapak, lalu anak laki-laki, lalu cucu.
kemudian saudara laki-laki sekandung, saudara laki-laki seayah, kemudian paman sekandung, lalu paman sebapak, atau penguasa bisa presiden, wakil presiden, menteri, dan lain-lain yang biasanya terjadi di Indonesia untuk anak-anak tokoh penting biasanya digunakan pejabat aparatur pemerintah.


Risalah Islam mengajarkan, pernikahan harus diumumkan dan sebagai “alat bukti” (bayyinah) sudah sah sebagai pasangan suami-istri sekaligus menghindari fitnah.

Rasulullah Saw mengajarkan umatnya untuk menyebarluaskan pernikahan dengan menyelenggarakan Walimatul ‘Ursy. “Adakan walimah walaupun dengan seekor kambing”. (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Nikah Siri banyak risikonya, seperti dalam kasus sengketa pernikahan, hak waris, dan sebagainya yang diurus oleh pengadilan agama –karena tidak ada “alat bukti” buku nikah. So bagi kaum wanita-wanita yang ingin menikah diam-diam.. berpikirlah dua kali, jangan sampai terlanjur berdosa dan menjadi beban nantinya.

Bagaimana menurut anda, Jasa Ustad yang melayani pernikahan siri?





No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)