Facebook

Friday, 26 December 2014

Abu Jandal Al Yamani - Community Guidelines warning strikes

Gara - Gara memposting Video Abu Jandal Al Yamani.

Akun Youtube Indonesia Banged tidak bisa digunakan lagi selama 6 bulan.
selama 6 bulan harus di karantina untuk sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.

wow.. itu artinya baru bisa digunakan lagi pada bulan Juni, atau awal Juli 2015.

Sangat menyedihkan sekali mengetahui akan hal ini, dikarnakan banyak yang tidak setuju dan memberikan "flag" terhadap konten video tersebut yang merupakan simbol dari perlawanan dan penyebaran kebencian sesuatu yang melanggar kode etik dalam TOS Youtube.



tidak tahu begini ceritanya..
ya sudahlah..

Dinikmati saja proses ini, next time memang kalau ingin menyampaikan video dokumentasi harus memikirkan TOS dan sebaiknya juga rakyat Indonesia jangan asal Flag Video yang memang di maksudkan untuk dokumentasi. kalau dihilangkan bagaimana kemudian punya bukti digital dari pernyataannya tersebut...


Semoga Gerakan ISIS bisa segera dikarantina oleh Pemerintah Indonesia, agar jangan sampai terjadi jatuh korban dari kedua belah pihak. lebih baik segera diobati dan dicarikan solusi bagi orang-orang yang berpikir kekerasan itu adalah simbol solusi dalam hidup di dunia yang fana ini.


10 Tahun Tsunami Aceh dan Nias Oleh Mantan Presiden SBY

DARI DUKA KITA BANGKIT

10 Tahun Tsunami Aceh dan Nias


"Ya Allah, musibah apa ini ... ", ucap saya lirih.

Hal ini saya ucapkan di Wisma Gubernur Papua, Jayapura, tanggal 26 Desember 2004, ketika berita yang saya terima tentang gempa bumi di Aceh bertambah buruk dari jam ke jam. Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, dua juru bicara Presiden, yang terus "meng up-date" perkembangan situasi di Aceh ikut pula cemas. Istri tercinta yang mendampingi saya saat itu nampak makin sedih. Matanya mulai berkaca-kaca.

Komunikasi yang dilakukan oleh para Menteri dan Staf Khusus yang mendampingi saya memang amat tidak lancar. Mereka nampak frustrasi. Belakangan baru tahu bahwa telekomunikasi di seluruh Aceh lumpuh total. Tetapi, yang membuat pikiran saya semakin tegang adalah setiap berita yang masuk jumlah korban gempa terus meningkat dengan tajam. Pertama belasan, kemudian puluhan, ratusan dan bahkan ribuan. Waktu itu saya benar-benar belum mengetahui bahwa yang terjadi ternyata bukan hanya gempa bumi, tetapi juga tsunami yang amat dahyat.

Selama jam-jam yang menegangkan itu saya tetap memelihara komunikasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang saat itu berada di Jakarta. Intinya, nampaknya ini bukan bencana alam biasa. Sesuatu yang besar. Kita harus siap menghadapi hal yang paling buruk. Kita harus dapat bertindak dengan cepat namun sekaligus tepat.

Oleh karena itu, meskipun malam harinya saya tetap menghadiri perayaan natal bersama umat Kristiani yang ada di Jayapura yang sudah lama dipersiapkan, saya meminta acara itu dipersingkat dan saya mengajak hadirin untuk berdoa atas keselamatan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana alam di Aceh.

10 Tahun Tsunami Aceh dan Nias

Mesjid Tsunami Selamat


Rapat Darurat Kabinet Terbatas di Jayapura

Dengan informasi dan intelijen yang sangat minim, malam itu di Jayapura saya segera menggelar rapat Kabinet Terbatas, yang dihadiri oleh sejumlah Menteri yang mendampingi saya. Ingat, kunjungan saya ke Papua waktu itu di samping menghadiri perayaan natal bersama juga meninjau Nabire yang baru saja tertimpa bencana.

Suasana nampak hening. Para Menteri sempat merasakan ketegangan saya. Sebenarnya, ketika saya pandangi wajah-wajah mereka, nampaknya hal itu juga dialaminya. Setelah melakukan pembahasan secukupnya, saya mengambil keputusan bahwa esok hari, sepagi mungkin, kita langsung ke Aceh. Bukan ke Jakarta sesuai dengan yang telah direncanakan. Pada waktu itu memang ada yang berpendapat dan menyarankan agar sebaiknya saya kembali ke Jakarta dulu. Setelah segalanya menjadi jelas, baru ke Aceh.

Wednesday, 24 December 2014

Kaskus Promo - Program Nurbaya - Adryan Fitra

Creative Common Image by Kaskus
KASKUS memberitahukan kepada agan semua bahwa, sampai saat ini KASKUS

tidak pernah mengadakan kerja sama dengan bank

manapun untuk memberi pinjaman, kredit, dan lain sebagainya. Untuk itu, KASKUS berharap agar

agan-agan semua lebih berhati-hati jika menemukan hal semacam ini.

Untuk memastikan, jika agan menerima SMS, email, atau pemberitahuan apapun yang berhubungan


dengan KASKUS, silakan konfirmasi dan menghubungi cs@kaskusnetworks.com.

Tuesday, 23 December 2014

Liputan Adryan Fitra di Koran Jawa Pos 2014

Adryan Fitra, Digital Campaigner Langganan Para Tokoh Dunia


Dua Kali Bantu Obama, Diminati Pentagon

INGAR-BINGAR pemilihan presiden memang telah berakhir. Pesta demokrasi itu menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai presiden dan wakil presiden selama lima tahun ke depan. Namun, sebelum mereka terpilih, publik tentu ingat betapa riuhnya kampanye hitam yang kerap menyerang Jokowi. Mulai isu agama yang dianut Jokowi hingga isu etnis yang dilekatkan pada sosok mantan wali kota Solo itu.

Ketika kampanye hitam tersebut diembuskan, tim relawan pasangan Jokowi-JK langsung merespons. Mereka bergerak dengan memanfaatkan berbagai sarana media sosial (medsos) seperti Twitter, Facebook, dan Path.

Segala informasi yang berkaitan dengan jati diri dan kiprah Jokowi-JK dalam hitungan singkat memenuhi forum-forum diskusi di berbagai medsos untuk menangkis kampanye hitam yang ditudingkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dan di balik ’’tangkisan’’ yang disampaikan relawan Jokowi tersebut, ada sosok Adryan Fitra, pemuda asal Banda Aceh yang menjadi satu-satunya digital campaigner dalam tim sukses Jokowi-JK. Penampilannya bersahaja, tidak banyak berbeda dengan pemuda kebanyakan.

’’Saat itu, kerja saya mencari fakta langsung dari Pak Jokowi. Setelah dapat, fakta-fakta tersebut saya berikan ke relawan. Dari situlah fakta yang sebenarnya langsung tersebar viral di berbagai media sosial,’’ jelas Adryan ketika ditemui Jawa Pos di auditorium Pusat Bahasa Studi Jepang UI, Minggu (8/12).


Pria yang pernah bekerja di Google Singapura tersebut mengungkapkan, kiprahnya di bidang digital campaigner untuk Jokowi berawal ketika dirinya berkarir di Negeri Paman Sam untuk membantu tim sukses Presiden Barack Obama. Pada 2008, ketika berada di Singapura, Adryan mendengar sebuah kompetisi yang diadakan tim sukses calon presiden dari Partai Demokrat AS tersebut.

’’Singkat cerita, saya ikut kompetisi itu dan nggak tahu gimana caranya bisa menang. Akhirnya, saya di-hire oleh digital team Obama untuk bergabung. Kami gembira karena akhirnya Obama menang,’’ ujar pria yang pernah menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat komisi Rp 1 miliar dari Google AdSense tersebut.

Bergabungnya Adryan dengan tim Obama didengar presiden Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 2009, ketika mengunjungi Indonesia, Obama sempat bercerita bahwa ada orang Indonesia yang membantunya untuk memenangi pilpres di AS.

’’Setelah itu, Pak Anas Urbaningrum (mantan ketua umum Partai Demokrat, Red) telepon ke Pak Dino Patti Djalal yang kala itu masih Dubes AS untuk meminta saya bertemu dengan Pak SBY,’’ tuturnya.

Pertemuan dengan SBY kala itu cukup membuat dirinya tegang. Selama sejam Adryan melakukan presentasi di depan orang nomor satu di Indonesia tersebut. ’’Ujung-ujungnya, saya ditanya apa fungsi Facebook dan Twitter bagi kedaulatan bangsa. Saya jawab saja, kalau Bapak punya Facebook atau Twitter yang follower-nya banyak, pasti Bapak akan dengan mudah menyampaikan kebijakan-kebijakan Bapak kepada rakyat,’’ ujar pemilik lebih dari 200 akun di medsos tersebut.

Gosip Proyek Nurbaya dan Adryan Fitra

Creative Common Image by Adryan Fitra

Saat anda berbicara tentang masalah hidup tiap orang pasti memiliki masalah hidup, saat anda berbicara mengenai masalah orang lain balik lagi ke kalimat pertama saya yaitu tiap orang memiliki masalah. yang jadi pertanyaan adalah apakah anda memikirkan masalah orang lain atau anda memikirkan masalah anda sendiri? atau anda sudah menyelesakan semua masalah anda sehingga anda memikirkan masalah orang lain?

banyak orang merasa hebat dan merasa pintar dengan cara selalu menyalahkan orang lain dari semua kejadian yang dianggap tidak ideal, tidak pantas, atau tidak cocok menurut orang tersebut. semoga kita tidak menjadi orang disisi tersebut, karena biasanya orang tersebut memiliki gelas yang sudah berisi penuh sehingga tidak dapat menerima masukan atau nasihat dari orang lain.

Belajar.. belajar.. selalu belajar.. itu yang saya lakukan dan yang saya selalu berdoa setelah shalat agar saya selalu di jadikan orang yang haus dengan ilmu. apakah harus sekolah? ataukah kita harus kuliah? tidak selalu menurut saya, walaupun saya terus kuliah sampai insya Allah Phd. lalu belajar itu dari mana saja? dari mendengarkan orang lain itu yang terutama menurut saya. tidak mengenal batas umur, tidak mengenal ras, kelamin dan juga background seseorang. karena saya percaya bahwa tiap manusia memiliki ilmu yang berbeda beda.

VISI POLITIK MEDIA PADA RELAWAN PKS & FPI


hari ini saya berkesempatan betemu dengan beberapa kawan dari media mainstream di balaikota jakarta

diskusi ringan pun terjadi, selain membicarakan issue politik nasional dengan gaya tak kalah dengan pengamat politik tarkam, ada juga beberapa info menarik yang saya dapatkan

menarik, karena sebuah informasi keluar ketika salah satu kawan membuka wacana diskusi; tentang situasi bencana longsor banjarnegara jawa tengah lalu menyinggung persoalan bantuan dan relawan

kawan di media televisi katakan;

"gw ma kawan di xxxRO TV kadang bersimpati dengan apa yang dilakukan para relawan terutama relawan PKS dan FPI

" mereka memang selalu ada di manapun bencana itu terjadi, contoh kebakaran di daerah jakarta barat, mereka selalu yang pertama bangun posko kesehatan dan posko bantuan"

"kita sebagai awak media selalu 'gatal' ingin men shoot semua angel gambar agar bisa lengkap memberitakan kejadian, TAPI semua itu kaga bisa..."

KISAH NYATA DARI BANJARNEGARA PULUHAN TAHUN LALU


KISAH SEBUAH DESA YANG HILANG


Membaca berita musibah tanah longsor di Karangkobar-Banjarnegara membuat kita semua prihatin dan bersedih. Sebanyak 105 KK terbenam seketika. Musibah ini mengingatkan kita semua, betapa ajal bisa datang kapan saja, tak terduga. Terlepas dari kurang perhatian ataupun kurang waspadanya pemerintah dalam menanggulangi musibah yang sudah memunculkan tanda-tanda sebelumnya ini, kita seakan diajak untuk mengingat kembali kejadian puluhan tahun silam di Banjarnegara juga. Sebuah musibah tentang terbenamnya Dukuh Legetang di tahun 1955.

Dukuh Legetang adalah sebuah dukuh makmur yang terletak tak jauh dari dataran tinggi Dieng-Banjarnegara, sekitar 2 km di sebelah utaranya. Penduduknya cukup makmur. Mereka adalah para petani sukses. Mereka bertani kentang, kobis, wortel dll. Tetapi sayangnya melimpahnya materi tersebut tak diiringi dengan kesyukuran. Mereka seakan lupa diri.

Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan juga lebih dari yang lain. Namun barangkali ini merupakan “istidraj” (disesatkan Allah dengan cara diberi rizqi yang banyak dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan)

Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan ahli bersyukur. Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras (yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka mengadakan pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kimpoi sama ibunya dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang.

KISAH NYATA DARI BANJARNEGARA PULUHAN TAHUN LALU

tugu peringatan lagetan musibah

peta lagetan kampung


Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat Legetang sedang tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar suara “buum”, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan.

Ibarruri Sudharsono Aidit, Anak sulung Ketua PKI Dipa Nusantara Aidit


Dengan suara tegas, Ibarruri Sudharsono Aidit menceritakan kisahnya ketika terpisah dari keluarga dan mengalami berbagai tekanan dari pemerintah Indonesia di bawah rejim Soeharto. Anak sulung Ketua PKI Dipa Nusantara Aidit itu lama sekali tidak tahu tentang nasib keluarganya dan di mana mereka berada.

Ketika peristiwa 1965 terjadi, ia baru berusia 16 tahun dan sedang bersekolah di Moskow. Tapi bagi rejim Soeharto, ia adalah seorang berbahaya yang "langsung atau tidak langsung pasti terlibat G30S/PKI". Paspornya dicabut dan ia kehilangan kontak dengan keluarga di Indonesia.

Ibarruri Sudharsono Aidit
Creative Common Image By DW

Pada acara soft launching situs 1965tribunal.org di Auditorium International Instituut voor Sociaal Geschiedenes (IISG), Jalan Cruquiusweg di Amsterdam, 17 September 2014, Ibarruri juga bercerita tentang paranoia warga Indonesia yang mengalami indoktrinasi selama puluhan tahun.

Ketika sedang kuliah di luar negeri, ia punya teman bicara yang cukup dekat di kampus. Suatu kali, Ibarruri menunjukkan kartu identitasnya yang memuat nama Aidit. "Waktu tahu saya anak Aidit…, teman saya terdiam, kemudian lari." 

Bagi sebagian besar orang Indonesia, nama itu adalah sesuatu yang menakutkan, dan bisa membahayakan karir mereka.

Indoktrinasi dan Stigmatisasi

Dalam acara IPT 1965 itu, hadir tiga generasi korban kekejaman Orde Baru. Sarmadji Sutiyo, yang sudah berusia di atas 80 tahun, menceritakan kisahnya dengan suara berapi-api. Tahun 1965, ia sedang kuliah di Beijing. Sebelumnya, Sarmadji bekerja di Departemen Pendidikan di Jakarta. Tahun 1950, ia bergabung dengan Pemuda Rakjat, sayap pemuda Partai Komunis Indonesia.

Friday, 19 December 2014

SBY Command and General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas



Pada siang yang dingin di Fort Leavenworth, Amerika Serikat, Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri mengunjungi sekolah militer alma maternya, Command and General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas, Jum'at (19/12). SBY menjalani sekolah komando angkatan daratnya pada tahun 1990 hingga tahun 1991. Kini, di tahun 2014, Agus Yudhoyono juga menjalani sekolah komando angkatan darat (Seskoad) disini.

Suasana kian menghangat saat SBY bertemu dengan Tim O'Hagen, teman satu kelasnya saat menjalani pendidikan di Fort Leavenworth tersebut. Disana, SBY juga berfoto di 'Hall of Fame', dimana foto SBY juga dipajang sebagai alumni CGSC yang sangat berprestasi dan dianggap turut membanggakan alma mater.

Wednesday, 17 December 2014

Pembelaan SBY atas Tuduhan Kegagalan Ekonomi Era Jokowi


Saya tetap mengikuti perkembangan situasi di tanah air, termasuk terjadinya gejolak ekonomi akibat jatuhnya nilai rupiah akhir-akhir ini.

Saya juga mencermati perbincangan masyarakat terhadap persoalan ekonomi terkini, termasuk sejumlah pernyaatan pihak pemerintah.

Memang yang paling mudah adalah mencari "kambing hitam", atau harus ada pihak yang disalahkan, terutama terkait jatuhnya rupiah kita.

Selain alasan-alasan lainnya, seorang pejabat pemerintah juga menuding bahwa semua ini akibat kebijakan pemerintahan SBY yang salah.

Atas tudingan ini, saya minta kepada siapapun yang bersama saya 10 tahun di pemerintahan harap bersabar. Tak perlu ikut menuding kesana kemari.

Menyalahkah orang lain tak akan menyelesaikan persoalan. Itulah pelajaran yang saya petik selama dulu memimpin negeri ini.

Saya tak akan lupa, jasa para Menteri, Gubernur, Ekonom, Pebisnis dan lain-lain, yang amat sering bersama saya mengatasi persoalan ekonomi.

Termasuk kebersamaan kita, siang dan malam mengatasi gejolak minyak dunia tahun 2005 dan 2008, dan mengatasi krisis global tahun 2008 dan 2009.

Atas keputusan, kebijakan dan tindakan yang kita lakukan - tanpa menyalahkan orang lain - Alhamdulillah kita bisa selamatkan ekonomi kita.

Terimalah ucapan terima kasih saya & tetaplah bersabar jika apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dulu, kini dengan mudah disalahkan.

Jika ada yang salah dengan kebijakan pemerintahan SBY, semua itu tanggung jawab saya. Saya tak akan pernah menyalahkan yang lain.

Biarlah Tuhan & rakyat yang menilai, apa yang kita lakukan & ikhtiarkan untuk mengatasi persoalan bangsa di masa pemerintahan saya dulu.


Friday, 5 December 2014

Start-Up Indonesia semakin maju Part 2

Start-Up Indonesia semakin maju


Dengan pemasaran di kanal sosial media, mereka mampu menarik pasar potensial hingga mengantongi keuntungan maksimal. Startup akan mengulas beberapa UKM yang menggunakan digital untuk mengembangkan bisnisnya.

Kalau selama ini akan membuka situs baru dan tidak paham kalau situs tersebut punya misi besar dan mendapat support dana dari dalam dan luar negeri, mungkin anda akan bertanya bagaimana bisa?  apa yang perusahaan ini lakukan ? 

Untuk memahami industri Start-Up Indonesia akan perlu mempelajari sejarah mereka dan itu bisa anda dapatkan dalam liputan Bloomberg Indonesia dibawah ini :



Start-Up Indonesia semakin Maju dan Keren Part 1

Start-Up Indonesia semakin Maju dan Keren

Semakin menjamurnya Perusahaan Start-Up asal Indonesia yang tidak hanya menguasai pasar indonesia dan luar negeri, mereka terus berkembang dengan model konsep bisnis yang semakin matang dan pasar yang begitu besar yang belum tergarap penuh menjadikan start-up baru bermunculan seperti jamur.

Dalam liputan Bloomberg Indonesia, kita semakin yakin akan kemampuan dan kesiapan anak bangsa terhadap masa depan industri Start-Up tanah air. Berikut adalah liputan Start-Up tanah air part 1.

Hobi dan pemasukan ternyata bisa berjalan beriringan ketika kita membuat perusahaan rintisan yang sesuai dengan passion. Hal ini terjadi pada Founder Femaledaily.com, Altrovis dan Catfiz Messenger. Siapa yang sangka bermula dari hobi,ketiga startup ini terus berkembang dan layak diperhitungkan di industri digital tanah air.




Wednesday, 3 December 2014

Kumpulan Liputan Start-Up Company Indonesia

Kedepan akan semakin banyak Start-Up di Indonesia yang akan semakin berkembang tidak hanya pada industri Jasa, tapi akan merambah pada semua seluk beluk model bisnis lainnya, ini adalah kesempatan yang sangat besar sekali kalau bisa dilihat dan dicarikan pola bagaimana sistem ini berkerja dan bagaimana anda bisa membangun model bisnis berbasis Start-Up.

Di Liputan hari ini akan akan menyaksikan beberapa contoh Start-Up Indonesia semisal Properti, Jasa Pengelolaan Keuangan, Jasa Televisi Online, Jasa Apotik Antar, Jasa Penyedia Kredit, dan masih banyak lagi, sama seperti bisnis lainnya yang membedakan mereka membuka jasa yang melibatkan pihak ketiga dan menjadikan bisnis model komisi referal ini menjadi semakin berkembang di Indonesia.

Kumpulan Liputan Start-Up Company Indonesia


Kemajuan teknologi membantu masyarakat urban dalam solusi masalah sehari-hari. Dengan semakin meningkatnya mobilitas kegiatan, masyarakat kota menuntut jawaban cepat atas segala permasalahan klasik mereka seperti bidang kesehatan dan keuangan. Dua bidang inilah yang menjadi sasaran sejumlah startup digital dalam mengembangkan pelayanan.

Start-Up Property Indonesia - Peluang Jangka Panjang

Bagaimana anda melihat pertumbuhan Bisnis e-commerce di Indonesia.

Bagi Orang Indonesia yang paham melihat potensi di Indonesia ini adalah ladang emas jangka panjang, bagi yang tidak begitu paham akan masuk kedalam siklus sebagai agen properti pada Start-Up Indonesia yang jumlahnya semakin banyak dan berkembang.

Bagaimana anda melihat Start-Up tanpa melihat bagaimana investasi besar disini yang diisi oleh investasi asing di Indonesia, bagaimana mereka bisa menghasilkan revenue dari kerjasama dengan kredit perbankan, dan bagaimana potensi ini sudah dilirik oleh para pemain generasi indonesia.

Indonesia tidak hanya Jabodetabek saja, tapi potensinya masih terus berkembang, masih banyak penduduk yang belum mempunyai tempat tinggal dan butuh informasi mengenai situs jual beli yang bisa mengakomodir keinginan mereka untuk mendapatkan informasi properti di setiap kota Indonesia.

Dwi Sucipto - Dirut Pertamina & Rudiantara - Menkominfo

Dwi Sucipto - Dirut Pertamina & Rudiantara - Menkominfo
Creative Common Image by Ratu Adil


Dwi Sucipto jadi Dirut Pertamina

Oh God, apa yang akan terjadi dengan Pertamina?

Adalah penguasaan asing (lagi)

Pertanyaannya adalah kenapa Dwi Sucipto yang dijadikan Dirut Pertamina?

Apa korelasinya dengan kenaikan BBM Premium baru-baru ini?

Ada yang mention, Dwi Sucipto dijadikan Dirut Pertamina untuk persiapan IPO Pertamina

Tepat tapi kurang lengkap :)

Lebih tepatnya, Dwi Sucipto dijadikan Dirut Pertamina untuk menjerat Pertamina dengan serangkaian Global Bond (Surat Utang Global) dan IPO

Lho, memangnya Pertamina kekurangan uang?

Kok sampai harus diagendakan terbitkan Global Bond dan dijadwalkan IPO?

Bukankah Pertamina adalah pemberi dividen terbesar dari seluruh BUMN ke APBN?


Creative Common Image by Katadata

Setiap tahun, dari total dividen yang disetor ratusan BUMN ke APBN, setoran dividen Pertamina mengambil porsi 50% dari total dividen BUMN


Saturday, 22 November 2014

Jokowi - Kaesang Pangareb - Anglo Chinese Schools International Singapore




Setiap Orang Tua pasti menginginkan anaknya sekolah di institusi pendidikan yang terbaik, meskipun dengan harga yang mahal, itu demi masa depan si anak. ini adalah impian semua orang tua, tidak terkecuali bagi Jokowi, jauh sebelum ia menjadi Presiden, masih menjabat sebagai walikota Solo, anaknya Kaesang Pangareb diberikan kesempatan untuk bisa menempuh pendidikan di Anglo Chinese School International Singapore.

Kaesang Pangareb - Anglo Chinese Schools International Singapore


4 tahun menempuh pendidikan SMA di Singapore membuat siapapun anak menjadi cepat dewasa dan mandiri dengan pergaulan internasional, ini adalah salah satu keuntungan bagi Kaesang Pangareb 10-20 tahun mendatang. Pengalaman hidup mandiri sedari kecil, akan membuatnya menjadi calon generasi muda indonesia dimasa depan yang luas pergaulan dan pintar dibidang yang ingin ia kuasai nantinya dibangku universitas.

2 E-Commerse Indonesia Ralali atau Kucari?

Pernahkah terpikirkan oleh anda, ketika membutuhkan alat-alat item khusus yang tidak dijual bebas didaerah anda, karna tidak ada jaringan pemasaran yang masuk.. Bagaiman anda mensikapinya? pergi ke kota yang lebih besar yang punya jaringan pemasaran disana. Kini telah hadir di Indonesia 2 situs jual beli alat equiptment yang membidangi bagian Industrial Online Store.

Mereka adalah 2 situs jual beli alat industri yang Go Online, dengan bermitra dengan vendor alat-alat industri dunia, ini adalah salah satu bukti bahwa pasar Indonesia semakin bangkit dan semakin banyak eCommerce yang memfokuskan diri pada ceruk pasar yang khusus.

Peluang masih besar di Indonesia untuk digarap.
Anda tidak butuh banyak uang atau berpendidikan tinggi untuk bisa membawa peluang tersebut.
Kuncinya ada pada keinginan dan kemampuan membaca peluang.

240,000,000 juta penduduk Indonesia adalah angka yang sangat besar untuk dijadikan bahan percobaan untuk menjual berbagai macam produk, untuk melayani berbagai macam kebutuhan, untuk menjadikan anda sebagai salah satu next millionaire Indonesia.

2 E-Commerse Indonesia  Ralali atau Kucari?

2 E-Commerse Indonesia  Ralali atau Kucari?


Siapkah anda membangun E-Commerce lainnya?





HARGA BBM DAN DONGENG MARHAEN DUA SETENGAH SEN


Selasa, 18 November 2014, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago mengemukakan bahwa pemberian uang Rp200 ribu kepada 15,6 juta keluarga miskin sudah cukup untuk menutupi pelemahan daya beli mereka. Menurut Andrinof, angka inflasi yang dialami rakyat miskin mencapai 4,4 persen, atau Rp150 ribu per bulan. Tanpa ragu Menteri Andrinof menyampaikan bahwa dengan duit Rp200 ribu itu, “Kami bahkan memberikan lebih.” Terus terang saya terhenyak membaca pernyataan itu.

Saya ingat, ketika pemerintahan SBY menaikkan harga BBM pada 22 Juni 2013 silam, pernyataan yang hampir mirip juga keluar dari mulut Menteri Keuangan (waktu itu) M. Chatib Basri. Menurut Chatib, garis kemiskinan kita waktu itu US$1,25 per hari, atau sekitar Rp450 ribu sebulan. Jadi, kalau setiap orang mendapatkan duit Rp150 ribu dari Bantuan Langsung Sementara (BLSM), menurutnya jumlah itu cukup besar. Lebih jauh ia mengatakan, duit sebesar itu cukup untuk makan, tapi tidak cukup untuk malas bekerja. Dengan duit BLSM, dia mengklaim bahwa jumlah orang miskin di Indonesia akan tetap terjaga angkanya, meskipun harga BBM dinaikkan.

Sekali lagi, kedua pernyataan semacam itu selalu membuat saya terhenyak.

Bagi Menteri Andrinof dan Tuan Chatib, sepertinya yang penting adalah rakyat kecil masih bisa makan. Keduanya sama sekali tidak menyinggung bagaimana efek kenaikan itu kepada kelangsungan ekonomi mereka. Jangan lupa, rakyat bukan hanya butuh makan, mereka juga punya hak untuk berusaha. Dan sementara daya beli serta modal mereka semakin tergerus karena inflasi, pada saat yang bersamaan kelas menengah kita sedang menikmati kenaikan tingkat suku bunga perbankan. Sungguh kontras sekali.

HARGA BBM DAN DONGENG MARHAEN DUA SETENGAH SEN
Creative Common Image By Tarli Nugroho

Setiap kali membaca pernyataan-pernyataan semacam dikemukakan Menteri Andrinof dan Tuan Chatib itu, saya selalu teringat kepada tulisan Soekarno di Majalah Fikiran Ra'jat No. 21, 18 November 1932. Dalam majalah yang dipimpinnya itu, yang dimaksudkan sebagai alat pendidikan bagi kaum Marhaen, Soekarno menulis artikel berjudul, “Orang Indonesia Tjoekoep Nafkahnja Sebenggol Sehari???”. Tulisan itu penuh kemarahan, kemarahan seorang pemimpin sekaligus seorang anak bangsa yang tidak terima manusia sebangsanya dihinakan oleh pejabatnya, apalagi oleh seorang pejabat pemerintahan kolonial.

Friday, 21 November 2014

Mantan Presiden Indonesia, SBY Raih “Champion of the Earth 2014”


Suasana Smithsonian American Art Museum and National Portrait Gallery, Washington D.C. 19 November 2014 waktu Amerika Serikat atau 20 November 2014 pagi hari waktu Jakarta sangat meriah. Banyak tokoh-tokoh internasional hadir pada perhelatan tersebut. SBY menjadi salah satu tokoh dunia yang diberikan penghargaan internasional “Champion of the Earth 2014” dalam bidang lingkungan hidup oleh United Nations Environment Programme (UNEP). Penghargaan dengan kategori “Champion of the Earth 2014 for Policy Leadership” diberikan UNEP atas berbagai upaya positif SBY dalam memajukan pelestarian lingkungan.

Namun, penghargaan dari UNEP tidak dapat diterima langsung oleh SBY karena sedang melaksanakan tugas sebagai presiden Global Green Growth Institute (GGGI) di Seoul, Korea Selatan. Maka, anak sulung SBY, Agus Yudhoyono, yang tengah menempuh pendidikan di U.S Army Command and General Staff College Fort Leavenworth, Amerika Serikat mewakili penyerahan penghargaan tersebut. Melalui video yang diputar malam itu, SBY menyampaikan rasa rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas undangan UNEP dan menyesal tidak dapat hadir untuk menerima sendiri penghargaan tersebut.

Presiden Korea Selatan Berikan Penghargaan Kepada SBY - Medali The Grand Order of Mugunghwa



Kunjungan SBY di Korea Selatan terasa semakin istimewa. Presiden Republik Korea, Park Geun-hye menganugerahkan medali The Grand Order of Mugunghwa, yaitu penghargaan tertinggi oleh Republik Korea. SBY yang didampingi oleh Ibu Ani, menerima medali tersebut di Blue House, Seoul, Korea Selatan pada Rabu (19/11). Walaupun telah usai memimpin Indonesia, SBY terus aktif melakukan kerja sama internasional dan membawa nama baik Indonesia di mata dunia. 

Semasa memimpin Indonesia selama 10 tahun, SBY aktif mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan melalui kerja sama bilateral, maupun dalam forum multilateral.

Wednesday, 19 November 2014

VIDEO DEMO AHOK - LIHAT ISI YANG DISAMPAIKAN




Dari sekian banyak demontrasi, mungkin ini yang paling enak dilihat, bukan karna bagus, tapi karna bisa lihat dan saksikan sendiri dengan mata kepala bagaimana sebenarnya orang-orang yang selalu diberitakan oleh media berbicara didepan kamera.

isi hati orang bisa dilihat dari ucapan dan tindakannya, kalau anda melihat isi yang kualitasnya begini, ya beginilah kualitas hati orang-orang tersebut dalam kesehariannya dan kehidupannya. apakah ini adalah cerminan dari proyek yang mereka kerjakan di Jakarta?

Apakah mereka yang diatas panggung adalah para skenario utama yang berada dalam pusaran politik kekuasaan, atau ada beberapa oknum lainnya yang tidak berada disana berada dibalik layar punya keinginan nafsu tinggi yang gagal tersalurkan.

Selamat untuk AHOK anda memang pantas mempimpin Jakarta.

FPI adalah bagian kecil dari serpihan demokrasi di Indonesia yang harus disikapi secara adil dan tidak usah terlalu dipedulikan orang yang ingin eksis yang membawa bendera agama sebagai simbol "keinginan" yang pokok-nya harus di-aminkan...

Mulut Mulut mereka terserah mau ngomong apa.
240juta penduduk Indonesia lainnya tidak sebanding dengan segelintir oknum diatas jalan tersebut.

Fakta Kehidupan di Jepang dan Jakarta ( Transportasi )

Creative Common Image By Kehidupan di Jepang


Mungkin sahabat KdJ berpendapat kalau membeli BBM di Jepang seperti membeli "permen" bagi orang Jepang.

Oh well, baiklah saya akan share tentang pengeluaran memiliki mobil di Jepang.

Sebelum memiliki mobil kita harus memiliki SIM, di Jepang untuk memiliki SIM membutuhkan biaya 300.000 yen (untuk sekolah dan ujian mengemudi), biaya berbeda bagi orang asing yang mengambil sistem kirikae.

Biaya bulanan memiliki mobil.. (dalam hal ini pengalaman saya)

Asuransi mobil 10.000 yen/bulan

Parkir (karena saya tinggal di desa) 3500 yen/bulan, untuk yang tinggal di kota besar (Tokyo, Osaka), saya pernah dengar biaya parkir perbulan di Shinjuku sebesar 60.000 yen/bulan (ya, parkir dan apartment beda, dibayar terpisah dan harga parkir di kota besar hampir sama dengan biaya apartment).

Melanggar lampu merah saja, saya kena tilang dan denda sebesar 9000 yen plus point SIM saya diambil 2.

Tentu saja kalau punya mobil harus diisi dengan bensin, 155 yen/liter (sebulan saya habis 10.000 yen untuk bensin saja).

Bisa jumlahkan biaya perbulan memiliki mobil?

Ini belum Pajak mobil pertahun untuk plat putih sekitar 30.000 yen.

dan Shaken (Uji Emisi) per 2 atau 3 tahun untuk plat putih sekitar 150.000 yen.

Tuesday, 18 November 2014

Bahasa Semantik : Bukan "Menaikkan" Harga BBM tapi "Mengalihkan"

Oleh Adi W Gunawan

Hari ini secara resmi BBM naik Rp. 2.000 per liter. Premium naik dari Rp. 6.500 menjadi Rp. 8.500. Solar naik dari Rp. 5.500 menjadi Rp. 7.500.

Saya tidak dalam kapasitas membahas apakah kenaikan ini baik atau tidak untuk masyarakat karena ini bukan bidang keahlian saya. Yang menarik untuk dicermati adalah bagaimana presiden Jokowi tidak menggunakan istilah "menaikkan" harga BBM tapi "mengalihkan" subsidi dari sektor konsumtif ke sektor produktif. Total pengalihan subsidi ini dalam setahun mencapai 120 triliun.


Jokowi menolak kenaikan BBM


Dari sisi semantik, kata "menaikkan" kesannya sangat memberatkan dan berakibat tidak baik untuk kesejahteraan masyarakat. Sedangkan kata "mengalihkan" tidak sama dengan "menaikkan"


FAKTA BBM Naik dimata SBY dan JOKOWI

Kicauan Mantan Presiden SBY Soal Kenaikan BBM


Saya terima banyak pertanyaan/mentions dari publik soal kenaikan BBM. Kebetulan pukul 08.10 malam ini saya menerima telepon dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. *SBY*

Wapres beritahu bahwa pemerintah akan menaikkan harga BBM. Saya katakan, menaikkan harga BBM adalah wewenang pemerintah. *SBY*

Tapi pemerintah wajib menjelaskan kepada rakyat mengapa harga BBM dinaikkan. Itu jawaban saya sebagai respons atas telepon Pak Jusuf Kalla. *SBY*

Selain itu, pemerintah harus menjelaskan kebijakan kompensasi bagi golongan tidak mampu serta dari mana dana itu diambil. *SBY*

Pemerintah juga harus menjelaskan bagaimana cara menentukan rumah tangga-rumah tangga yang berhak menerima dana kompensasi itu. *SBY*

Saturday, 15 November 2014

Kwik Kian Gie: Istilah 'BBM Bersubsidi' adalah Pembohongan Publik

Berapa sebenarnya keuntungan Pemerintah dari minyak (asumsi bensin premium)?

1 barel = 159 liter

1 USD = Rp12.000

Menurut Kwik Kian Gie, biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah 10 USD, atau jika dalam rupiah 10 : 159 x 12.000 = Rp754,7 dibulatkan = Rp755/liter. 

Jadi sebenarnya dengan menjual premium Rp6.500/liter, Pemerintah sudah untung sebesar 6.500 - 755= Rp5.745/liter. 

Sekarang tinggal dikalikan berapa liter kebutuhan (konsumsi) dalam negeri, itulah 'keuntungan' yang diperoleh Pemerintah dari hasil jualan bensin premium pada rakyatnya sendiri!

Minyak dari perut bumi sendiri dan menurut UUD’45 Pasal 33 untuk kesejahteraan rakyat Indonesia: jangankan GRATiS, malah rakyat disuruh beli dengan harga Rp6.500? Sekarang Pemerintah mau ambil untung berapa rupiah lagi dengan menaikkan BBM menjadi Rp9.500?

Subsidi itu ada kalau Pemerintah merugi, artinya harus ‘nombokin’ (memberi bantuan tunai). Kenyataannya dengan menjual Rp6.500 per liter, Pemerintah masih untung, bahkan untung besar. Lantas, di mana letak subsidinya? 

Pemerintah selalu bilang “Rugi, tekor, dll…!” Di mana ruginya? Di mana tekornya? Istilah 'BBM bersubsidi' adalah pembohongan publik!


Wednesday, 12 November 2014

Peralatan Meja Makan KTT APEC China 2014

Mari Melihat Peralatan Meja Makan dalam KTT APEC China 2014.
Apa-apa saja kelebihan dari Porselen China yang khusus dibuat untuk Delegasi KTT APEC, Menurut Informasi peralatan makanan ini adalah simbol kekaisaran Dinasti Qing ( The Age of Xi).

Desain piring dan peralatan makan ini terinspirasi oleh lukisan mural dari Mogao Grottoes di Dunhuang.
Simbolnya unik modern dan sangat menarik hati untuk dikoleksi bagi siapapun yang melihatnya.

Salah satu Menu Jamuan yang disajikan adalah Bebek Peking. Hmm.. Enaknya..

Perbedaan Arti "Investasi Asing" di Mata Jokowi & Prabowo


Saudara-saudara,

Tentu kita sudah mengetahui pidato Jokowi di forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit 2014 di Beijing, Tiongkok, Senin (10/11/2014) kemarin.

Salam kesempatan ini, saya tidak ingin membahas hal yang remeh temeh seperti bahasa Inggris Jokowi atau baju resmi perhelatan ini yang ala 'Star Trek'. Kali ini saya ingin sedikit berbagi esensi pidato Jokowi yang menjadi garis kebijakannya dalam mempimpin negara ini.

Jujur saja, dugaan saya terbukti. Ada perbedaan pandangan perihal kata INVESTASI antara Jokowi dan Prabowo Subianto .

Menurut Prabowo, dalam membangun infrastruktur Indonesia--cara pembiayaan dan pendanaannya dari negara sendiri, diutamakan dari menyelamatkan kebocoran 1000 Triyun/pertahun dan kedua melalui "strategi dorongan besar" nya untuk makin "memperkaya" rakyat Indonesia.

Untuk cara pertama saja, jika bisa menyelamatkan 500 Trilyun dalam tahun pertama, maka bisa dibangun insfratruktur sbb:

a. Pembangunan Jalan Tol Jakarta - Surabaya; Biaya sampai selesai: Rp. 150 triliun
b. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera; Biaya sampai selesai: Rp. 129 triliun
c. Pembangunan Kereta Api Trans Sumatera; Biaya sampai selesai: Rp. 65 triliun
d. Pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi; Biaya sampai selesai: Rp. 30 triliun
e. Pembangunan Kawasan Pangan 1 Juta Hektar Untuk Produksi 15 Juta Ton Padi per Tahun; Biaya sampai selesai: Rp. 50 Triliun
f. Percepatan Pembangunan Desa Minimal Rp. 1 Milyar per Desa per Tahun; Biaya: Rp. 81 Triliun

Selengkapnya, bisa dibaca di status beliau disini

Sedangkan investasi asing--bagi Prabowo adalah opsi tambahan atau bahkan bisa dibilang terakhir. Karena jelas dalam berbagai statement dari media mau pun debat capres--Prabowo tidak menolak investasi asing, Namun prabowo minta kata "investasi" itu harus benar-benar "investasi".

Artinya: negara asing MEMBAWA DUIT saat datang ke Indonesia.

Negara asing harus benar-benar datang sebagai MITRA, bukan mencari buruh dengan harga 'kompetitif" alias murah.

Uang yang mereka bawa pun untuk membiayai pembagunan infratruktur dengan sistem B-O-T atau "Build - Operate - Transfer".

Maksudnya adalah investor asing tersebut membangun dengan uangnya sendiri, lalu mengoperasikan dengan sistem pembagian tertentu--sesuai kesulitannya saat pembangunan. Jadi bisa 70:30, 50:50 atau malah 30:70. Lalu pada tahun tertentu yang disepakati, contohnya 25 atau 30 tahun maka infrastruktur tersebut jadi full 100% milik bangsa Indonesia.

Nah, bagaimana dengan pemerintahan JKW-JK ini?

Merujuk pada statement debat capres, media dan pidato di forum CEO APEC--dapat kita simpulkan sebagai berikut:

Monday, 10 November 2014

Pidato Presiden Jokowi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia - Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).


Berikut pidato lengkap Presiden Jokowi di hadapan parapengusaha RI-Tiongkok:

Pidato ini telah di-edit agar lebih mudah dipahami dan dibumbui sedikit, tidak 100% sesuai dengan ucapan Jokowi. Tapi poin-poin pentingnya sudah terwakili dari terjemahan Video Presiden Jokowi di KTT APEC.
Jokowi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia - Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi salam sejahtera bagi kita semuanya

Yang saya hormati, bapak ibu dari dunia usaha baik yang berasal dari Indonesia maupun dari Tiongkok. Pagi hari ini saya berbahagia sekali, saya sangat senang karena bisa hadir di tengah-tengah bapak ibu semuanya. Karena beberapa tahun yang lalu saya adalah seorang pengusaha

Jadi kalau hari ini berada di tengah-tengah bapak ibu semuanya untuk berbicara masalah bisnis, untuk berbicara investasi itu memang dunia saya sebelum saya jadi wali kota, sebelum saya jadi gubernur dan juga sebelum saya jadi presiden saat ini.

Bapak-Ibu yang saya hormati saya ingin menyampaikan mengenai peta Indonesia.

Agar kita tahu semuanya bahwa 2/3 wilayah Indonesia adalah laut, adalah air, adalah samudera. Penduduk di Indonesia 240 juta dan jarak dari barat ke timur Indonesia itu seperti London sampai Istanbul, sebuah jarak yang sangat lebar sekali. Kemudian investasi di triwulan pertama kemarin investasi ke Indonesia mencapai Rp 106 triliun atau kurang lebih USD 9 miliar, sebuah angka yang lumayan besar.

Ke depan, karena kita ingin agar transportasi untuk logistik dan orang itu lebih murah kita ingin membangun jalur rel kereta api tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga di Sumatera, di pulau Kalimantan, di pulau Sulawesi dan di Papua. Oleh sebab itu kita membutuhkan investasi yang besar di dalam membangun jalur kereta api. Inilah kesempatan Bapak-Ibu semuanya untuk masuk ke investasi ini.