Tuesday, 19 September 2017

Cara Lucu Jadi Pengusaha oleh Among Kurnia Ebo



Masih melanjutkan tulisan yang kemaren, kenapa impian kesuksesan kita tak sampai?

Apakah sukses itu?

Terlalu banyak definisi tentang sukses yang bisa kita baca atau dapatkan dan yakini pemahamannya. Tapi, buat saya sukses itu definisinya sederhana saja, yakni kita punya impian dan impian itu berhasil kita wujudkan. Itulah sukses.

Dengan demikian, sukses dan parameternya buat masing-masing orang bisa berbeda.

Misalnya, saya punya impian bisa memberangkatkan umroh dan haji orang tua dan semua anggota keluarga dan saya berhasil mewujudkannya, maka saya bisa bilang: Alhamdulillah, sukses saya sudah tercapai. Satu impian saya sudah terwujud.

Misalnya, saya punya impian bisa berkelana ke tujuh benua yang ada di dunia ini.

Dan saya ternyata sudah berhasil keliling tujuh benua yang saya impi-impikan itu.

Maka saya bisa bilang, saya sudah sukses. Karena hasrat terbesar hidup saya sudah tercapai.

Misalnya, ada yang mengimpikan bahwa saya sudah sukses jika sudah punya bisnis beromset satu milyar, punya rumah sendiri, punya mobil sendiri, punya popularitas secara nasional, dan lain-lain, lalu semua yang diimpikan itu tercapai. Itu juga sukses.

Jadi, sekali lagi, setiap orang boleh memilih suksesnya masing-masing.


Yang paling penting adalah seberapa kita punya pilihan sukses dan seberapa yakin kita akan mencapainya. Itu adalah soal mindset yang paling penting. Jika kita tidak punya pilihan atau punya pilihan tapi tidak yakin akan mencapainya, maka akan sulit kesuksesan itu digapai.

Sunday, 17 September 2017

PT Bangun Umat Mitra Mandiri YOHANES SETIAWAN



Catatan dibawah ini,

saya dapatkan disalah satu Facebook

yang menceritakan kisah mengenai Penipuan Perumahan..

Yang berkedok SYARIAH

Amati Polanya, dan jangan sampai tertipu untuk kesekian kalinya.

Kalau sudah terjadi di Propinsi yang lain, masih besar kemungkinan bisa terjadi di propinsi lain di Indonesia, karna Polanya sama.

Berikut adalah Catatan Ibu Rahmawati Ummu Muslilah di Facebooknya.

Creative common image by RUM
Bismillah..

‼️ HATI-HATI PENIPU ‼️

Semoga tidak salah langkah saya men-share semua ini..

Dengan ini,saya berharap,agar tidak Ada lagi yang menjadi korban penipuannya..

Dan kami dapat menemukan dia si penipu..dan kami mendapatkan hak kami kembali..

Desember 2015,saya berniat mengambil rumah..dengan jalan menjauhi riba..

Saturday, 16 September 2017

Proses Akuisisi Perusahaan Tahun 2000an Copas dari DDB (Diskusi Dengan Babo)

Setelah kembali dari Hongkong aku tidak punya rencana apapun. Mau memulai bisnis
engga tahu apa yang harus di kerjakan. Keadaan ekonomi semakin tidak jelas. Padahal setelah pemilu dengan terpilihnya Presiden baru seharusnya arah ekonomi bisa lebih jelas.

Tapi mungkin karena begitu besar masalah yang diwariskan Soeharto maka keadaan menjadi tidak lagi sederhana. Kurs rupiah sudah berhasil dikendalikan dibawah ambang psikologis tapi tetap saja fundamental ekonomi belum sehat.

Di zaman Megawati ada harapan ketika Pemerintah dengan tegas akan mengeluarkan IMF dari Indonesia. Namun mentri keuangan mengusulkan diberlakukannya SAPs (Structural Adjustment Programmes) Ini sama saja tetap menggunakan kuridor IMF dengsn LOI nya untuk membuat ekonomi lebih terbuka.

Selama di Jakarta walau aku tidak ada bisnis yang dikelola namun dengan uang yang cukup aku bisa lebih leluasa bersosialisasi di kalangan bisnis. Lambat laun membosankan. Aku terbiasa sibuk dan menghadapi tantangan. Melewati hidup dengan rutinitas seperti ini akan membuat aku kehilangan vitalitas.

Padahal aku belum tua. Ketika aku sampaikan niat untuk kembali terjun ke bisnis kepada istri.

Nampak istriku terdiam lama. Ada rasa kawatir di wajahnya.

" Teman teman kamu banyak yang lari keluar negeri karena masalah hutang. Mereka tinggalkan keluarganya dalam kebingungan. Hidup macam apa bisnis di Indonesia? Dulu ingat engga ketika kamu dan teman kamu sedang jaya, kalian seperti mendewakan pejabat. Bahkan memperlakukan mereka seperti raja. Mungkin mereka mendapatkan lebih dan kalian dapat sedikit. Tapi ketika ada masalah, mereka tidak peduli dengan kalian. Bahkan membiarkan gerombolan liar membakar rumah kalian dan para wanita di perkosa. Bahkan ada yang terbunuh mengenaskan di bakar oleh massa. Dan ketika kurs semakin hancur, pemerintah sita asset semua tanpa pernah mengakui bahwa itu semua ulah mereka yang brengsek. Dan tidak ada mereka yang bertanggung jawab. Bahkan diantara mereka merasa sebagai pahlawan. Udahlah engga usah bisnis lagi. Negeri ini diisi oleh orang brengsek" demikian istri memberikan argumen bahwa menjadi pengusaha di Indonesia adalah pekerjaan sia sia.

Dia seakan trauma dengan masa lalu kami dan kehancuran yang kami dera. Aku tidak mau berdebat. Karana dia berpikir realistis dan pragamatis. Tapi apakah dengan mengutuk masa lalu lantas apakah aku di masa kini harus mengubur diri dengan masa lalu.

Sementara masa depan masih panjang yang akan aku lalui. Tapi memaksa kehendak kepada istri juga tidak bagus. Aku tahu bahwa dia hanya memikirkan kesehatan dan mental ku. Hanya itu.

Soal dirinya dia tidak begitu peduli. Terbukti berapapun aku beri uang tidak pernah dia memanjakan diri. Gaya hidupnya tetap sederhana dan hidupnya hanya untuk anak anak dan diriku.

Aku bangga dengan sukses yang kuraih namun kadang aku lupa dengan seseorang yang begitu banyak berkorban terhadapku. Anehnya pengorbanan itu karena ketulusan cinta.

Bertahun tahun aku telah membiarkan istriku seorang diri menghadapi masalah yang seharusnya aku peduli. Berkali kali aku ingin mendengar keluhannya namun untuk itupun tidak punya waktu.

Begitu banyak moment yang sangat berarti terlewatkan begitu saja hanya karena Kesibukanku. Mungkin dalam hidupku banyak melakukan kesalahan namun kalau ada keputusan yang bagus adalah ketika aku meminangnya sebagai istri.

Yang pasti dengan segala apa yang kumiliki sekarang maka tidak sepantasnya aku merasa bangga. Sepatutnya aku tidak bisa menaikkan kepala dihadapan istri karena pengorbanannya. Tapi aku harus berbuat dan menyampaikan alasanku bahwa setiap pria sudah ditakdirkan berbuat lebih.

Karena misi pria bukan hanya untuk dirinya dan keluarga tapi juga untuk masyarakat. Aku tidak dididik orang tuaku hanya mementingkan diri sendiri tapi harus mampu menjadi sebaik baiknya bagi orang lain dan paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Akan kah istriku bisa berdamai dengan situasi kejiwaanku?

Aku ingin kembali ke dunia bisnis. Tidak di Indonesia tapi di luar negeri.

" Jadi papa mau bisnis di luar negeri ? "

" Ya "

" Baiklah. Usia lima puluh lima harus pensiun. "

" Ya papa janji."

" Ya udah. Aku jaga anak dirumah. Nanti kalau ada waktu longgar papa pulang atau
kami nyusul ke luar negeri."

" Ya. Aku akan usahakan setiap bulan dua kali pulang dan akan telp kerumah setiap
hari" kataku. Istriku hanya mengangguk. Izin telah diberikan

***

Setelah bangkrut , semua modal habis, yang tersisa hanya trust dari network business. Salah satu relasi memberi peluang bisnis untuk menjadi suplier pakaian kesalah satu jaringan departement store di Eropa. Salah satu temanku yang sudah sukses bermitra dengan orang korea membuka pabrik di China mengundangku ke Dongwan, Shenzhen.

Menurutnya di China sangat mudah dapat kredit ekspor dan supply chain bagus sekali. Teman ini tadinya adalah korban krismon. Rumahnya di PIK dijarah oleh massa dalam peristiwa Mey 1998.

Untung istri dan anak gadisnya selamat. Namun pembantunya di perkosa. Sementara Ruko nya dibakar oleh Massa. Setelah itu dia hijrah ke Amerika Serikat. Namun dua tahun kemudian , dia terbang ke China sementara Istri dan anak anaknya tetap di Amerika Serikat.

Hijrah ke Luar negeri adalah China sebagai tujuan. Aku tidak tertarik untuk berbisnis di Hong Kong.

Temanku mengenalkanku kepada sahabatnya orang China.

Dia penduduk Hong kong. Pernah kuliah di Canada, Toronto. Dengan dia aku merintis usaha sebagai eksportir.

Bagaimana merealisasikan peluang itu?

Modal untuk bangun pabrik tidak ada. Mau jadi trader sulit karena engga ada uang untuk membeli garment dari pabrikan.

Uang yang aku miliki di tabung di Jakarta dan yang kubawa tidak lebih USD 300,000. Jadi bagaimana merealisasikan peluang menjadi uang tanpa modal besar?

Apalagi di negeri orang. Aku bersama mitraku di China mendatangi Export National Agency yang bertugas memberikan solusi pembiayaan ekspor. Dari Agency kami diberi skema pembiayaan supply chain yang terhubung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan lain.

Atas rekomendasi Export national agency maka kami yakinkan buyer di Eropa untuk menandatangani long term contract.

Mereka setuju dengan syarat pembayaran 6 bulan dalam bentuk Usance LC.

LC tersebut mensyaratkan ada nya endorsement dari National agency China untuk setiap pencairan LC.

Atas dasar LC tersebut kami mendatangi supply chain pakaian yang terdiri dari :

Edit
Pabrik Tenun, Pabrik Tektil dan Pabrik garmen, Pedagang Kapas, Produsen Bahan kimia. Kepada masing masing pabrik itu kami memberikan payment guarantee dalam bentuk LC yang di endorse oleh Agency.

Kami juga memberikan Planning production , lengkap dengan timeline kepada masing masing supply chain. Mereka pelajari standard qualitas yang kami mau dan juga planning production dan delivery.

Selanjutnya kami monitor semua proses sampai jadi pakaian siap ekspor. Dan memang semua on time sampai pakaian bisa di kirim ke buyer di Eropa. Untuk business process tersebut, kami hanya berdua saja. Karyawan merangkap boss.

Setiap bulan bisa ekspor 20 kontainer. Prosses tersebut dalam business disebut dengan istilah Makelon. Atau produsen tanpa punya pabrik. Hanya mengandalkan management supply chain dan financial support.

Yang membuat ekonomi china tumbuh karena china memiliki supply chain yang terstruktur dan canggih serta lentur. Hampir 100% supply chain industry di China adalah usaha dalam negeri china sendiri.

Akibatnya untuk menghasilkan produk eksport , belanja import china sangat rendah. Pertumbuhan ekonomi melahirkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa yang terus meningkat.

Berbeda dengan India dan negara lainnya, dimana peningkatan eksport diiringi oleh meningkatnya import. Akibatnya sedikit saja ada goncangan ekonomi maka langsung negara tersebut masuk dalam wilayah krisis. Hal ini karena negara tersebut lemah dalam hal supply chain.

Itu sebabnya kami bisa jalankan bisnis di China lebih disebabkan oleh kehebatan system supply chain di China dan dukungan skema pembiayaan dari pemerintah china. Makanya jangan kaget hampir semua pabrik di China yang melakukan ekspor sebetulnya yang marketing orang orang yang berbisnis seperti kami itu yang mempunyai business network di manca negara. Dan itu datang dari seluruh dunia.

Bukan hanya garment tapi semua produk yang dibuat di China berkembang pesat karena model bisnis seperti itu.

Mengapa ? 

Karena bila awalnya orang hanya makelone tapi lambat laun orang ingin dirikan pabrik sendiri dan pemerintah China memberikan peluang. Peluang itu dalam bentuk fasilitas kredit dan subsidi upah buruh sampai perusahaan BEP (Break Even Point)

Di samping itu banyak pemgang merek produk berkelas dunia juga membuka pabrik di China dengan alasan yang sama yaitu memanfaatkan supply chain China. Hampir semua industry berkelas dunia seperti Siemen, Nokia, Samsung, Apple, SONY, SANYO, GE, Boeing , Audi, Mercy, Toyota dll hadir di China.

Mengapa ?

Effisensi supply chain china mencapai 50%. Makanya mereka harus membangun pabrik di china atau mereka akan digilas persaingan global yang dimotori oleh China. Ini tentu berdampak kepada pertumbuhan ekonomi karena dari terbangunnya pabrik akan menimbulkan dampak berganda dengan tumbuhnya usaha pendukung lainnya seperti jasa serta terserapnya angkatan kerja dalam jumlah besar.

Mengapa supply Chain China bisa efisien? 

Karena pertama, supply chain berada di wilayah dimana potensi sumber daya tersedia melimpah.

Antar wilayah dengan pusat industri manufactur itu terhubung dengan infrastruktur ekonomi yang hebat,sehingga dari segi logistik jadi sangat efisien. Inilah yang memungkinkan mereka bisa delivery on time dengan harga murah.

Mungkin model seperti ini yang sedang di lakukan oleh Jokowi dengan membangun Daerah Ekonomi khusus sesuai pontesi wilayah agar menjadi pusat supply chain dan memastikan terjadi koneksitas wilayah agar logistik efisien. Kelak bila arus modal datang ke Indonesia untuk orang investasi itu bukan karena di undang tapi memang by design indonesia memang menjadi magnit menghasil bisnis yang bagus.

***

Lewat setahun bisnis maklone dilakoni aku berhasil meraih laba sebesar USD 20 juta. 

Kalau tadinya karyawan hanya James namun kini sudah ada 40 orang bekerja.

Aku berniat untuk ekspansi. Dari teman yang kukenal dalam seminar di Shanghai, aku di tawari peluang. Namanya Wenny. Lewat e-mail dia mangenalkan dengan seorang pengusaha di Huangzho yang berencana menjadi supply chain dari Celuler device yang pabriknya sedang berkembang hebat di Shenzhen.

Orang itu menginginkan mitra yang memungkinkan dia dapat kontrak dengan FxC. Aku segera terbang ke Shanghai. Di Bandara aku di jemput Wenny. Sebagai tenaga analis di pusat riset investasi, aku mendapatkan penjelasan dari Wenny tentang kehebatan Insinyur China di bidang electro.

Aku baru tahu bahwa sebagian besar pengusaha dibidang Hitect di china merupakan alumni dari china Academic science yang tadinya mereka bekerja lebih banyak di pemerintahan khususnya militer dalam riset persenjataan.

Tapi seiiring berubahnya china di bidang politik dan ekonomi, para insinyur itu terseret dalam arus kencang perubahan itu. Nampaknya meraka tidak mau berdiam diri menanti peluang kemakmuran dari para pedagang dan Pemerintah.

Di era Dengxioping , ratusan ribu dari mereka mengajukan pengunduran diri sebagai PNS dan terjun kedalam kancah wirausaha. Mereka harus belajar bisnis dan mengenal medan kompetisi atau mereka
akan digilas oleh perubahan. Proses itu dilalui sambil mereka terus belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda dari sebelumnga ketika mereka jadi PNS.

Dari Shanghai dengan menggunakan train, aku meluncur ke Hungzho bersama Wenny. Di kantor temannya itu kami di terima dengan sangat ramah. Namanya Wang. Usianya sebaya denganku.

Nampak terpelajar dengan bahasa Inggris yang bagus. Betapa terkejut aku, dari kantornya yang sederhana itu dia memimpin riset dan memproduksi alat yang sangat vital untuk misi pesawat ulang alik dari NASA.

Bukan itu saja, dia juga memegang paten untuk beberapa peralatan elctro yang dipakai oleh Boeing.

Pabriknya menjadi supply chain untuk NASA dan Boeing. Omzetnya setahun diatas USD 100 juta.

" Begitu hebatnya bisnis Anda , mengapa Anda menawarkan kerjasama dengan saya?

Kataku ketika dia mengundang makan malam.

" Alasannya saya mengenal baik Wenny. Dialah yang merekomendasikan Anda untuk bermitra dengan saya. Kedua, Business network Anda yang luas khususnya dengan pengusaha Taiwan itu juga penting. Dan ketiga saya suka dengan Anda, Jaka"

" Tapi saya tidak begitu paham dunia electro dengan standar hitech. "

" Saya yakin Anda bisa belajar cepat. Engga sulit kok. Tekhnis nya itu urusan kami. Sebaiknya Anda pelajari proposal bisnis kami dulu, setelah itu Anda kami tunggu untuk membicarakan lebih jauh bagaimana kemitraan itu akan di jalankan." Katanya seraya menyerahkan dokumen yang tidak begitu tebal.

Aku berjanji akan mempelajarinya dengan cepat.

Usai makan malam, aku kembali ke hotel bersama Wenny. " Terimakasih kamu sudah mekomendasikan saya kepada mereka. Keliatannya mereka orang hebat.

Mengapa kamu rekomendasikan saya kepada mereka?

Kataku kepada Wenny ketika dalam taksi.

" Walau kita bertemu baru dua kali namun dari komunikasi e-mail dan pembicaraan lewar Skype aku tahu kamu orang baik dan punya visi hebat dalam bisnis. Entah mengapa aku percaya. Boleh kan? " katanya

" Bagaimana dengan suami kamu? " Aku kawatir kedekatannya membantuku menganggu hubungannya dengan suami.

" Saya sudah bercerai sejak setahun lalu. Saya hidup bersama Putra saya. Sekarang dia masih sekolah dasar tingkat 8." Katanya yang sekarang baru aku tahu bahwa dia single parent. Sesampai hotel , aku langsung ke kamar karena lelah sekali. Dan Wenny juga ke kamarnya.

Kami janji besok pagi ketemu di restaurant untuk breakfast. Usai breakfast langsung check out.

Saya menuju bandara untuk ke Shenzhen dan Wenny ke stasiun kereta menuju shanghai.

Aku berjanji akan keep in touch dengan Wenny.

Juga berjanji akan follow up peluang bisnis yang ditawarkan temannya.

***

Lewat sebulan setelah bisnis trip ke huangzou, aku di telp oleh relasi dari NY untuk bertemu di Hong Kong. Dia Warga negara AS. Tadinya tahun 90an dia bertugas sebagai penasehat ahli Pak Harto untuk urusan Pertamina.

Aku kenal dia dengan dekat tapi dia lebih menganggap aku sebagai anaknya.

Usai tugasnya di Indonesia, dia kembali ke AS. Belakangan aku dapat informasi dia dipercaya sebagai direktur DTC ( Deposit TRUST Corporation ).

Ya semacam perusahaan penyelenggara Clearing perdagangan surat berharga.

Sejak dia kembali ke AS , aku tetap menjalin komunikasi dengannya.

Karena dia senang menjawab semua pertanyaanku seputar dunia keuangan.

Berkat dia pula aku berkesempatan ikut kursus financial engineering di world bank.

Jam 8 pagi aku sudah berada di stasiun lohou Shenzhen menuju Hongkong.

Janji dengannya jam 11 pagi. Aku mampir ke toko bebas bea untuk beli cigar kesukaannya.

Walau usianya hampir 70 tahun tapi dia tetap sehat dan tetap doyan cigar.

Dia menginap di hotel Conrad, central Hongkong. Aku kangen dia.

Kangen kebersamaan dulu menemaninya makan sate Pak Kumis di Blora. Benarlah, ketika aku masuk lobi hotel dia sudah menanti didepan. Dengan wajah tersenyum hangat dia merentangkan
kedua tangannya siap menerima pelukan hangatku. Dia menuntunku ke Cafe yang ada di hotel itu.

Aku menyerahkan dua kotak cigar. Dia senang sambil memeluk hangat " kamu anak yang berbakti dan tahu apa yang orang tua suka" 

Dia bertanya tentang Indonesia dan juga menanyakan apa yang sedang aku kerjakan di china.

Tapi bagaimanapun dia senang membaca e-mail kisah tentang hijrah ku ke china. Itu keputusan yang tepat, menurutnya.

" Saya ada rencana mau membangun pabrik untuk jadi mitra FxC sebagai supply chain. Tapi prinsipal mereka di Taiwan tidak mempercayai saya atau tepatnya tidak dipandang sebelah matapun. Teman saya di Hongkong bilang memang tidak mudah bermitra dengan FxC.

Tapi kalau mereka setuju mereka akan menjadi angel yang hebat membina mitranya berkembang.

Sudah hampir sebulan mendekati mereka. Jangan kan meeting dengan boss mereka , untuk ketemu dengan level Menager saja tidak bisa. Network saya di Taipei engga bisa bantu " kataku.

" Bagaimana kesiapan secara tekhnologi kamu ?

" Saya dapat dukungan dari mitra di huangzho yang qualified secara Tekhnlogi bermitra dengan perusahaan sekelas Apple. Produk mereka sudah dipakai oleh NASA dan juga Boeing"

" Jaka, satu satunya yang di segani perusahaan raksasa apa?

" Pemerintah "

" Salah. !

" Jadi siapa?

Konglomerat Venture capital.

" Oh ya. Tapi apalah saya?

" Eh, kamu itu anak saya. Tidak ada orang boleh sesukanya merendahkan putra saya.

Engga usah kawatir. Saya kenal orang yang bisa paksa boss FxC di Taiwan telp kamu dan undang kamu makan malam. Saya akan atur itu" katanya sambil menepuk bahuku dan melepaskan asap cigar ke udara.

***

Benarlah. Seminggu kemudian boss FxC melalui sekretarisnya mengundangku ke Taipeh. Jam dan tanggal telah ditentukan untuk pertemuan itu. Itu artinya aku hanya punya waktu mempersiapkan diri menjelang pertemuan itu selama 3 hari.

Rencana aku akan berangkat ke taipeh bersama direkturku. Tapi jadwalnya pada tanggal tersebut ada di Spanyol untuk negosiasi bisnis dengan group mondial sebagai buyer potensial garmen kami.

Keesokannya dapat kabar bahwa pertemuan di percepat.

Tapi tempatnya di Bangkok. Karena sang boss FxC ada bisnis trip ke Bangkok. Aku menghubungi Wenny untuk mendampingiku dalam meeting itu.

Tentu aku tidak begitu berharap banyak dia ada waktu. Mengingat dia terikat dengan jam kantornya.

Tapi Wenny langsung menyanggupi. Aku mengirim tiket dan uang untuk dia terbang ke Hongkong bergabung denganku.

Agar lebih praktis , Aku dan Wenny menginap di hotel yang sama dengan boss FxC dimana pertemuan itu akan berlangsung. Jam 7 malam aku di hubungi via telp untuk datang ke kamar Panthouse sang boss.

Dengan cepat aku melangkah ke lift utama ke kamar panthouse.

Kulirik Wenny didalam lift dan baru aku sadar dia memang cantik dengan gaun malamnya.

Tidak seperti sehari hari menggunakan blaser dan celana panjang. Dia tersenyum kearahku. Mungkin dia merasa aku perhatikan.

" you look so beautiful" kataku tanpa bilang gaunnya indah. Dia merona wajah " Thanks." Katanya menundukkan wajah.

Wanita china engga suka dibilang cantik karena pakaiannya.

Sejauh ini Wenny sangat formal terhadap aku. Lebih terkesan rasa hormat yang berlebihan.

Dan aku menjaga sikap itu dengan baik.

Ketika pintu lift terbuka kami sudah dinanti oleh sekretaris perusahaan.

Dengan ramah dia menuntun kami ke ruang panthouse.

Ketika ada didalam ruangan , kami di persilahkan duduk di ruang tamu.

Terdengar dari ruang tidur sang boss sedang bicara melalui telp.

Kami menunggu 15'menit, sang boss sudah keluar dari kamar tidur menemui kami.

" Jaka ? Katanya ramah mendatangi ku untuk berjabat tangan " Ya Pak "

Dia memperkenalkan namanya dan juga staf yang mendampinginya.

Aku juga memperkenalkan Wenny sebagai temanku. Pertemuan itu cukup singkat. Hanya 10 menit.

Sekedar bicara kosong dan lebih banyak menceritakan kesibukannya untuk memperluas pasar Produknya di ASEAN.

Aku hanya menjadi pendengar yang baik.

Namun ketika hendak keluar ruangan panthouse nya dia berbisik " Jaka, segera ajukan proposal anda.

Kami siap mendukung Anda menjadi bagian dari keluarga FxC."

Saya terkejut dan akhirnya haru ketika dia menyalamiku dengan hangat sambil menepuk bahuku " Anda masih muda. Masa depan anda masih panjang. " katanya.

" Tanpa dukungan Anda saya bukan siapa siapa" kataku sambil setengah membungkukkan tubuh.

Dia mengangguk dengan senyum berwibawa

***

Dengan adanya dukungan dari FXC maka aku dapat menegaskan siap bekerja sama dengan temannya Wenny di huangzou.

Untuk itu aku akan ajukan proposal bisnis kepada dia.

Untuk mempertajam konsep kemitraan tersebut aku meminta consultant global strategy Business memberikan second opinion mengenai SWOT bisnis bermitra dengan FxC dan juga bisnis electro.

Itulah yang ada dalam pikiranku dalam penerbangan ke Hongkong dari Bangkok.

" Mungkin bulan depan aku pindah ke Hongkong" kata Wenny

" mengapa tidak lagi di Shanghai ?

" Dapat kerjaan lebih baik. "

" Oh ya selamat. Dimana kerjanya?

Wenny menyebut nama perusahaan tempat dia akan memulai karir di Hongkong. Itu perusahaan investasi dari Jepang.

" Mungkin bulan depan juga saya akan mendirikan perusahaan di Hongkong. Karena untuk follow up bisnis suply chain akan lebih baik menggunakan perusahaan terdaftar di Hongkong."

" Kalau kamu butuh bantuan, jangan sungkan telp aku ya, Jaka. "

" Tentu. Terimakasih"

Wenny tersenyum. " aku tak ingin kamu kecewa berbisnis dengan Wang."

" Tenang saja. Kita akan lewati ini bersama sama"

***

Consultant global strategy telah menyerahkan laporan second opinionya kepadaku.

Isi laporan lengkap tentang Business electronic khususnya IT dan prospek Business device selularnya. Seharian aku pelajari dan melakukan Desk research sekedar memverifikasi informasi yang terdapat dalam laporan itu.

Menjelang dini hari aku terhenyak. Ternyata bisnis ini kekuatannya ada pada bahan mineral chip yang merupakan pengantar arus tercepat dibandingkan Mineral lainnya yang ada di bumi.

Dan saat ini satu satunya bahan Mineral itu tersedia di China.

Jadi baik Eropa, AS, Jepang juga negara lain amat tergantung bahan baku Mineral dari china.

Kalau china embargo maka tak akan ada device selular seperti sekarang yang super tipis dan kecil.

Tapi mengapa China tidak bisa mengembangkan sendiri mikro chip dan OS nya.

Apakah insinyur china kurang hebat dibandingkan insinyur negara lain.

Lantas mengapa Wang minta aku sebagai mitra untuk membujuk diktator Tekhnlogi Selular semacam FxC.

Belum lagi ada pertanyaan besar,

Mengapa China belum menguasai tekhnologi LCD sebagai perangkat terpenting dalam selular device dengan teknologi spektakuler layar sentuh ?

Ada apa?

Kalau china berhasil menguasai Tekhnlogi ini apakah mereka berniat menguasai pasar Tekhnlogi IT dan device berskala dunia?

Bayangkan ap yang akan terjadi bila china kuasai dari hulu sampai hilir dalam bisnis ini?

Mungkin mereka akan jadi real diktator tekhnologi IT.

Sepertinya ada agenda tersembunyi dibalik rencana kemitraan ini.

Dari laporan itu aku tahu bahwa investasi untuk peralatan proses produksi sangat mahal karena membutuhkan tingkat presisi tinggi.

Kepalaku penuh dengan pertanyaan yang sulit terjawab.

Soal Tekhnlogi, Dana investasi, dan Pasar. 

Apakah FxC mau begitu saja menyerahkan suply chain Vital kepada mitranya?

Apakah Jepang akan bersedia menyerahkan Tekhnlogi LCD untuk mendukung kemitraan dengan FxC.

Maklum Jepang bersedia memberikan Tekhnlogi kepada Taiwan karena tekanan AS.

Tapi china? Tentu tidak mudah.

Yang jelas dengan menguasai persoalan sekitar investasi ini aku tahu langkah apa yang harus aku susun dan lakukan sebagai cara agar posisi ku aman.

Aku mulai melakukan simulasi dengan segala kemungkinan. Sampai menjelang subuh Aku akhiri dengan sholat malam dan tafakur sampai subuh datang.

***

Aku rapat dengan direkturku di Shenzhen.

Aku jelaskan rencana ekspansi bisnis di bidang electro.

Aku minta dia tetap focus kembangkan bisnis perusahaan yang telah berjalan.

Rencananya untuk membangun pabrik tekstil denim dan pabrik garmen kerjasama dengan Armany ,

aku setujui. Aku beri dia kebebasan untuk mengambil  keputusan yang dianggap perlu.

Juga rencana ekspansi ke pabrik kertas berbahan ampas singkong dan jagung juga aku setujui.

Aku akan focus menyelesaikan rencana besar membangun industri dasar pendukung industri selular.

Dan aku tegaskan tidak akan menggunakan dana Perusahaan untuk ekspansi ini.

Dia senang. Dan akan selalu setia mendukung semua Obsesiku.

Karena memang aku tidak pernah mengambil deviden dari keuntungan perusahaan. 

Semua di investasikan lagi ke dalam perusahaan.

" Anda bukan orang china tapi Anda lebih nasionalis dibandingkan orang china sendiri “ katanya sambil tersenyum. "

Bukan soal nasionalis. Tapi saya hanya mengikuti ajaran agama saya.

Bahwa bumi ini milik Tuhan. Dimanapun kita berada kita harus pastikan memberikan manfaat bagi orang banyak dan ikut bertanggung jawab memeriahkan bumi dengan cinta dan pengabdian."

" Wow... luar biasa. Cara bersikap sederhana tapi tidak mudah"

***

Aku berencana menghubungi Agent untuk menyelesaikan urusan pendirian perusahaan di Hongkong.

Dan juga sekalian membuka rekening atas nama perusahaan.

Sebelumnya aku diskusi dengan direkturku bahwa aku butuh mitra yang qualified menjalankan bisnis yang pasti ada kaitan erat dengan Pemerintah.

Dia mengusulkan seseorang yang dia kenal baik.

Tadinya orang itu adalah perwira menengah di Hongkong.

Namun mengundurkan diri untuk terjun dalam bisnis International Debt collector. 

Dia punya koneksi luas dikalangan militer dan Polisi di China.

Juga background pendidikannya dibidang hukum intenational dan lulusan Cambridge university tentu sangat mumpuni dalam membantu perundingan international dan berbicara dengan top level pejabat china.

Aku tertarik dan minta agar diatur bertemu dengan orang yang dimaksud.

Ketika bertemu makan malam, orang yang dimaksud direkturku itu memang tak nampak terkesan dia berlatar belakang militer. Tepatnya banker.

Walau usianya diatasku namun penampilannya nampak muda.

Dia memperkenalkan namanya Tong.

Aku berusaha berbicara yang mungkin membuat dia menarik. 

Ternyata dia suka bicara soal kejahatan perbankan dan diktator financial yang dilakukan oleh segelintir orang. Kami larut dalam diskusi menarik.

" Saya dengar dari James, Anda butuh mitra untuk perusahaan yang akan Anda dirikan"

" Tepat"

" Saya senang sekali bergabung dengan Anda. Karena saya lihat keadaan James berkembang hebat setelah bermitra dengan Anda. Tapi saya tidak ada uang. "

" Saya tidak minta Anda invest uang. Saya butuh reputasi dan pengalaman Anda. "

 " Oh Terimakasih. Suatu kehormatan kalau begitu. Saya akan bayar kehormatan itu dengan kerja keras untuk Anda"

" Bukan saya tapi Perusahan kita. Kita, bukan saya" kataku tegas.

Dia tersenyum.

Setelah itu saya minta direkturku yang dari awal bermitra denganku untuk ikut sebagai pendiri Perusahan yang akan dibentuk khusus membangun proyek kemitraan dengan FxC.

Jadi ada 3 pemegang saham. Aku menguasai 80%.

Selanjutnya proses pendirian perusahaan dilakukan. Tak lebih seminggu pendirian perusahaan telah selesai. Aku siap beroperasi.

Untuk sementara setiap hari hanya aku dan Tong yang mengoperasikan perusahaan.

Aku butuh sekretaris yang akan membantuku mengurusi segala hal di kantor ya merangkap office Manager. 

Wenny sudah mulai bekerja di Hongkong. Dia membantu mendapatkan sekretaris. Wanita kelahiran korea namun ibunya dari China. Fasih bahasa Inggris, korea, Rusia dan juga Indonesia. Karana dia pernah bekerja di travel biro di Bali sebagai perwakilan dari kantornya di Seoul.

Nama panggilannya Lena Kim.

Aku perlu modal awal sedikitnya USD 500,000 untuk memulai impian besar ini.

James mengambil surplus laba dari perusahaan yang sudah di jalan di Shenzhen. Untuk Investasi akan aku dapatkan dari financial resource melalui venture capital atau darimana saja. Aku yakin, akan selalu ada financial resource selagi proyek ini layak dibiayai.

Rapat pertama di kantor yang kami sewa di kawasan wanchai.

Aku menjelaskan strategi bisnis. Cara mendapatkan kontrak dengan FxC dan kemudian negosiasi dengan Perusahaan Wang.

" Mengapa kita tidak libatkan Wang dari awal? Kata Tong.

" Saya tidak mau kita hanya kesannya sebagai mediator dari Wang. Kita harus dapatkan posisi terlebih dahulu di FxC."

" Caranya?

" FxC punya SOP untuk menjadi mitra mereka dan ini bukan soal teknologi yang kita
punya tapi lebih kepada alasan strategis. Soal teknologi mereka lebih jago"

" Apa alasan strategis sehingga mereka mau bermitra dengan kita"

" Bahan baku lempengan. Hanya china yang punya bahan baku"

" Jadi? Kata Tong.

" Tugas Anda cari tahu siapa pejabat china yang punya otoritas atas kebijakan ekspor
Mineral itu. Yakinkan kepada dia bahwa China harus punya kebijakan pengolahan
bahan jadi atas mineral itu. "

" Saya tidak punya pengetahuan meyakinkan mereka" kata Tong.

" ini ada dokumen yang harus anda pelajari" kataku seraya menyerahkan proposal
mengenai posisi strategis china sebagai penghasil mineral.

Rapat selesai. Masing masing kami sudah paham apa yang harus dikerjakan.

***

Banyak hal yang harus aku ketahui secara pribadi tentang Wang.

Siapa yang paling tahu tentang Wang? Tentu Wenny.

Ya aku harus bicara dengan dia untuk mengetahui tentng Wang dan juga ingin tahu sikap mental pengusaha China pada umumnya.

Karenanya aku mengundang Wenny makan malam. Lena memesan table di restaurant di Time Square. Ini restaurant Chiness. Aku datang ke restaurant masih dengan pakaian kantor, suite dress. Tadinya aku hendak menjemput Wenny di kantornya di kawasan Financal Center tapi dia minta tidak perlu di jemput. Dia akan datang tepat waktu.

Benarlah hanya kurang lima menit dari waktu yang ditentukan dia sudah datang dengan pakain sama seperti orang kantoran. Sederhana namun formal.

“ Gimana Lena kerjanya ? Katanya.

“ Bagus.”

“ Berapa kamu gaji dia ?

“ Aku tawarkan gaji pertama HKD 18,000. Tidak termasuk tunjangan apartement dan
asuransi. Besar uang lembur sesuai ketentuan Hong Kong. Ya take home pay nya HKD
23,000. “

“ Ya standar itu.”

“ Nanti kalua prestasinya bagus aku janjikan bonus “

“ Tentu dia senang “

“ Ya. Keliatan passion nya tinggi sekali. “

“ Bagaimana kamu tahu? Dia kan baru sehari kerja?

“ Dari matanya dan tadi aku baca minute meeting yang dibuatnya , bagus dan terstruktur sekali. Ini restaurant dia yang booking. “

“ Ya. Seperti dugaan ku, dia memang hebat.”

“ Dari mana kamu kenal dia ?

“ Aku kenal dia waktu mengajak relasi kantor ke private KTV. “

“ Dan dia kerja di sana?

“ Ya sebagai Pramuria ?

“ Hah…pramuria?

“ Ya setelah di PHK kerja di Seoul dia hijrah ke Hong Kong. Dan sebelum dapat kerjaan dia terpaksa kerja sebagai pramuria. Karena itu dia minta tolong aku carikan kerjaan”

“ Oh. Pantas dia cantik dan ramah”

“ Ya.”

Menu yang kami pesan datang. Aku mempersilahkan Wenny untuk mulai makan. Kami meneruskan pembicaraa sekitar Wang. Dia mengenal Wang sudah cukup lama.

Kebetulan mereka satu kampong. “ Tadinya Wang bekerja sebagai engineer di perusahaan German tapi itu hanya 5 tahun di lakoninya. Kemudian dia berhenti dan bersama teman satu kampusnya mendirikan perusahaan bergerak dibidang Design Electro.

Setelah 15 tahun bekembang pesat sampai seperti sekarang.”

“ Masalah aku sekarang adalah bagaimana mengajukan proposal ke FxC. “

“ Masalahnya apa ?

“Maklum ini bisnis. Deal dengan FxC bukanlah coba coba. Aku menggunakan semua resource untuk bisa bermitra. Kalau aku menggunakan perusahaan Wang, posisi aku akan lemah. Tapi kalau menggunakan perusahaanku , aku tidak punya record sebagai pemain dibidang electro.”

“ Mau kamu apa , Jaka ?

“ Kamu ada usul ?

“ Sebaiknya kamu bicara dengan Wang. Sampaikan masalah kamu ke dia. “

“ Tapi aku sungkan. Karena aku tidak punya bukti yang bisa menggugahnya bahwa aku punya reputasi untuk deal dengan FxC”

“ Jadi kamu perlu aku menyampaikannya. Karena aku saksi yang tahu pasti siapa kamu?

“ Bantulah aku. “

“ Tentu. Hari Sabtu aku terbang ke Huangzo. Aku akan bicarakan masalah kamu.”

“ Terimakasih”

‘ Ada lagi ?

“Engga ada “

“OK. Mengapa kamu undang aku makan semewah ini?

“ Emangnya mewah ?

“ Untuk ukuran kamu mungkin engga. Tapi bagiku sangat mewah. Jaka, kita sahabat.

Aku tahu kamu sedang merintis bisnis. Berhemat juga engga salah.”

Dihadapanku ada wanita seperti istriku. Yang tak ingin aku boros. Yang tak ragu mengkritikku kalau dianggap kurang tepat. Tak ada kesan manja dan focus bagaimana melakukan yang terbaik untukku.

Berusaha mengerti aku.

“ Lain kali kalau mau makan malam. Di apartementku saja. Aku bisa masak kok.

Mungkin lebih enak dari restaurant.”

“ Ya ya. “ Kataku mengangguk.

Usai makan malam , kami berjalan kaki ke Bar yang ada di sebelah Time Square.

Ini Bar kecil namun suasananya nyaman dan pengunjung sebagian besar orang Hong Kong.

Wenny lebih banyak mendengar obsesiku. Kadang dia tersenyum sambil meluruskan sikapku yang dianggapnya kurang tepat. Walau usiaku 40 dan dan dia 32 tahun namun cara dia bersikap jauh lebih matang dariku. Entahlah. Apakah begini budaya wanita china yang cepat sekali dewasa dibandingkan pria?

Atau mungkin wanita China secara budaya di tempatkan sebagai cahaya rumah tangga, yang menjadi panutan bagi seisi rumah memahami tentang cinta dan kasih sayang. Aku tidak tahu pasti tapi itulah
pandanganku terhadap Wenny.

“ Bagaimana pandanganmu tentang kewirausahaan di china ? kataku.

“ Kini sebagian besar wirausaha di China adalah kelompok muda. Ya kaum muda tak bisa dihentikan dari gejolak kemudaannya. Mereka adalah bagian dari proses zaman.

Mengingkari keinginan kaum muda akan pengingkari proses zaman itu sendiri. Itulah yang mungkin menjadi dasar kebijakan Jiang Zemin untuk belajar dari peristiwa berdarah di lapangan Tiananmen di era Deng. Jiang Zemin menggunakan semangat kaum muda yang ingin bebas tersebut kedalam putaran kencang angin kebebasan dibidang ekonomi.

Para intelektual kaum muda digiring lewat strategi nasional pemerintah untuk membangun lewat kewirausahaan. Kini terbukti sudah bahwa para kaum muda itu telah memimpin perubahan drastis bagi lahirnyakelompok menengah yang kuat di China.

Mereka antusias dalam perubahan ekonomi dan tak ingin lagi sibuk dengan perubahan politik.

Sebagaimana Wang semangat wirausaha lahir dari kampus terbaik dengan mahasiswa terbaik.

Mereka sadar sebagai elite terbaik china yang harus memberikan sumbangan berarti kepada negara dan bukan menjadi beban negara. Mereka hadir mengisi kekosongan produksi dari sistem negara komunis.

“ Apa ciri ciri pengusaha China, menurut kamu sebagai periset dan analis ?

“ Kerendahan hati, kesabaran, kemauan untuk belajar, dan komitmen total untuk bisnis. Hal ini berbeda jauh dengan gaya pengusaha Barat yang doyan dipuja lewat publikasi dan arogan.

Wirausaha china senang mengambil resiko dengan segala keterbatasan modal dan tekhnologi untuk berbuat sesuatu.

Mereka telah menjadi komunitas yang rakus terhadap peluang usaha dalam system berkompetisi.

Suasana bersaing itu dijaga oleh pemerintah agar setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk berkembang sebagai asset bangsa.

Mereka bersaing secara keras, tapi tidak seperti usahawan Barat yang suka membunuh kompetitor.

Kapitalisme mereka adalah ”kontruksi kreatif yang tetap berdiri dibuminya tanpa menumpuk uangnya di luar negeri walau mereka belajar banyak dari dunia luar.

Mereka sadar bahwa keberhasilan mereka akan berperan besar melakukan perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsanya. “

“ Apakah mereka berani kritis terhadap pemerintah ?"

“Beberapa dari mereka dulunya termasuk Mahasiswa pejuang kebebasan Tiananmen Square sebagai demonstran. Tentu sifat kritis mereka tidak bisa di bunuh.

Mereka mengejek birokrasi pemerintah, korupsi, dan kleptokrasi. Tapi masa lalu jadi pelajaran.

Mereka telah belajar untuk berjuang demi perubahan yang lebih konkrit lewat wirausaha dan bukan politik.

Menurut satu survei, 78 persen beberapa pengusaha telah bergabung dengan Partai Komunis;

Tak dapat dibayangkan ini terjadi di Barat atau Amerika.

Wirausaha China hadir dalam pentas politik bukan untuk mengejar kekuasaan tapi untuk sesuatu yang dulu mereka perjuangkan : memerangi kemiskinan. 

Kalau cara komunis efektif untuk melakukan perubahan mengapa mereka harus mengikuti cara lain.

Kebijakan negara yang pro pertumbuhan sektor riel tak lain karena dukungan elite china yang sebagian besar dimotori oleh wirausahawan. Pemerintah pusat dan Daerah memberikan banyak dukungan bagi para pengusaha dengan menyediakan industri hulu yang efisien, infrastruktur ekonomi yang kuat dan menyebar. 

Dari itu semua peluang terbuka untuk terus lahirnya new comer Entrepreneur seiring semakin besarnya dukungan perbankan bagi mereka. Namun yang patut dicatat bahwa para usahawan China telah mampu mengambil sebagian besar tanggung jawab negara untuk menjamin kesehatan para pekerjanya dan memberikan jaminan pensiun diatas rata yang negara bisa berikan. Usahawan China juga berperan penuh dalam program pemerintah mengurangi dampak polusi dan pencemaran udara.

Kesediaan mereka merelokasi industrinya kedaerah yang tidak padat penghuni adalah bentuk kesadaran Entrepreneur intelektual. Bukan usahawan yang hanya mengejar rente.”

“ Apa saja dukungan konkrit pemerintah kepada pengusahanya ?

“ Pengusaha Cina membutuhkan sumber daya alam untuk membangun bisnis mereka, tetapi pemerintah memperoleh bahan-bahan yang vital untuk pertumbuhan ekonomi dari negara-negara lain, bukannya menguras sumber daya alamnya sendiri.

Kami sadar pembangunan harus berlanjut dari generasi ke generasi.

Berhemat atas SDA juga harus jadi concern. Ekspor Cina ke Amerika Serikat menghasilkan dolar,

Digunakan oleh China untuk membeli komoditas dari negara-negara lain. 

China telah menjadi fenomena perdagangan komoditas global.

Harga bergerak naik karena china yang terus belanja demi menopang mesin pabriknya yang rakus komoditi bahan baku.

China bukan hanya membeli bahan baku tapi juga aktif membeli perusahaan yang memiliki sumber daya minyak dan gas alam dinegara lain.

Negara ingin memastikan bahwa para pengusaha Cina tidak akan kekurangan bahan baku yang mereka butuhkan untuk bersaing secara global”

Aku termenung. Penjelasan Wenny memberikan hikmah bagiku.

Apa yang dapat dipetik dari kemajuan China ? 

Pertama adalah enterpreneur tumbuh by design oleh negara atau tidak tumbuh secara natural.

Entrepreneur tidak dibiarkan tumbuh liar yang akhirnya membuat Negara tak punya akses untuk mengendalikan demi tercapainya strategi pembangunan nasional bagi semua orang.

Kedua, menanamkan hakikat wirausaha yang bukan mengejar peningkatan harta pribadi semata tapi lebih daripada itu sebagai alat Negara untuk melahirkan keadilan dibidang ekonomi kepada stakeholder.

Atau disebut dengan entrepreneurship vision, membela kepentingan Karyawan dengan terus meningkatkan kesejahteraannya, Membina supplier untuk ikut bersama sama berkembang, taat bayar pajak kepada pemerintah agar distribusi keadilan lebih terjamin serta menempatkan pelanggan diatas segala galanya dengan menghadirkan barang yang berkualitas dan murah.

***

“ Jaka, sebaiknya kamu temui Wang. “ Kata Wenny via telp setelah kembali dari
Huangzou. “ Dia ada tawaran menarik untuk kamu.”

“ Kira kira apa ?

“ Saya tidak tahu. Tapi dia senang sekali saya ceritakan bahwa kamu dan saya telah
bertemu dengan Chairman FxC.

Bahkan sang boss ingin menjadikan kamu bagian dari keluarga besar mereka.

Ayooo temuilah Wang. “

“ Apakah perlu kita pergi sama sama ke Huangzho ketemu Wang”

“ Dia ingin ke Hong Kong kalau kamu siap bertemu dia.”

“ Oh ya. “

“ Ya. Tapi sebaiknya kamu dan dia perlu bicara tanpa kehadiran aku.

Itu lebih baik, Jaka”

“ Baiklah. Apakah perlu saya telp dia?

“ Ya Telp lah..”

Aku segera menghubungi Wang untuk bisa bertemu.

Dia pastikan besok siang sudah di Hong Kong.

***

Ketika aku menjemput Wang di Bandara, dia datang bersama istrinya.

Aku mendapat kesan bahwa kedatangannya lebih untuk melakukan pendekatan secara pribadi
kepadaku.

Karena bagi orang China kalau sampai memperkenalkan istri dengan relasi itu artinya dia membuka diri sebagai saudara, bukan hanya sekedar sahabat dalam  bisnis.

Aku mengirim SMS ke Wenny untuk minta pendapat apa yang harus aku lakukan dengan sikap Wang.

Wenny akan siapkan makan malam di apartament.

Menurtunya cara itu lebih sopan bagi orang China.

Bahkan sangat special perhatian yang kita berikan.

Jadi aku tidak perlu ajak Wang makan malam di restaurant.

Sesampai di Hotel aku persilahkan Wang untuk istirahat barang sejenak.

Jam 7 akan aku jemput di hotel untuk makan malam. Dia terseyum begitupula istrinya.

Jam 7 aku sudah ada di hotel menjemput Wang bersama istrinya.

Kami menuju apartement Wenny di kawasan Kowloon. Suasana makan malam terasa santai.

Namun semakin mendekat hati satu sama lain. Usai makan malam, aku mengundang Wang
untuk datang kekantor besok pagi.

Dia tersenyum dan dengan nada senang akan datang memenuhi undanganku.

Dia tahu bahwa ada yang harus aku bicarakan soal bisnis.

Benarlah keesokan paginya dia sudah datang kekantorku seorang diri.

Aku mengajaknya ke ruang meeting. Aku didampingi oleh Tong.

“ Menindak lanjuti proposal anda beberapa bulan lalu. Saya ingin kita masuk kesoal teknis agar recana kerjasama kita dapat di realisasikan.”

“ Apa yang anda usulkan , Jaka”

“ Apakah mungkin saya masuk sebagai pemegang saham di perusahaan anda sebelum
saya mengajukan kerjasama dengan FxC. “

“ Maksud anda ?

Nampaknya Wang belum paham arah mengapa aku inginkan posisi di perusahaannya sebelum beraksi ke FxC.

“ Untuk anda ketahui bahwa kesediaan FxC menjadikan saya mitra berkat rekomendasi seseorang yang tentu saya harus jaga reputasinya agar jangan sampai rencana ini membuat reputasinya rusak.

Kalau posisi saya sebagai pemegang saham dan juga direktur tentu secara hukum tangung jawab saya jelas dan akan lebih memudahkan saya deal dengan FxC. “

“ Saya mengerti. Saya sangat senang kalau anda bergabung dalam perusahaan kami.”

“ Bukan saya tapi perusahaan saya yang akan bertindak sebagai pemegang saham di perusahaan anda. Saya akan mewakili perusahaan saya sebagai direktur di perusahaan anda. Terserah berapa persen saham akan kami dapat”

“ Bagaimana kalau 20%?

“ Setuju. Berapa harga yang anda minta ?

“ Silahkan hitung asset perusahaan saya yang ada sekarang dan itulah nilai yang harus anda bayar.

Soal value engga usaha dihitung. Toh anda masukpun dengan value hebat bagi masa depan perusahaan saya.”

Kata wang sambil berjanji akan menyerahkan neraca terakhir perusahaannya untuk aku nilai berapa yang harus aku setor.

“ Tapi aku akan bayar lunas setelah ada kepastian kemitraan dengan FxC, Untuk sementara kita cukup tanda tangani pre-purchase agreement. Apakah anda setuju ?

“ Setuju. “

“ Harga saham ditentukan pada saaat pre-purchase agreement di tanda tangani.

Berdasarkan pre-purchase agreement itu saya sudah mendapat posisi sebagai direktur atas dasar RUPS.

“ Engga ada masalah”

“ Terimakasih Wang. Saya berharap minggu ini soal tekhnis dan legal masalah kemitraan kita sudah rampung. Selanjutnya saya akan kerja keras mendapatkan kontrak FXc untuk kita. “ Kataku.

Aku menjelaskan outline bagaimana proposal harus di ajukan kepada FxC dan berharap agar team Wang bisa menyusun proposal dengan baik. Juga di lengkapi dengan daftar team ahli yang dimiliki oleh Perusahaan serta pengalaman yang ada.

Wang berjanji akan menyelesaikan proposal itu paling lambat satu hari. Itulah cara kerja Cina, selalu cepat dan serius.

Usai rapat , aku membawa Wang makan siang di Restaurat dekat kantor. Kami makan siang dengan sederhana dan Wang sangat menikmatinya. Usai makan siang, aku mengantar Wang ke Hotel.

***

“ Jaka, gimana meeting dengan Wang ? terdengar suara Wenny diseberang via telp.

“ Bagus sekali. Dia setuju dengan rencanaku.. Rencana besok kita akan tanda tangani pre-purchase agreement dan setelah itu resmilah saya sebagai bagian dari perusahaan Wang. “

“ Selamat ya Jaka. Semoga kerjasamanya berlangsung baik dan saling menguntungkan.”

“ Ya semoga. “

“ Aku berencana minggu depan ke Taipeh dan Tokiyo. Ke Taipeh bertemu dengan Managing Director FxC untuk sampaikan proposal kemitraan sebagai supply chain dan Tokyo ketemu dengan teman yang punya industry LCD. “

“ Hati hati ya. Jaga kesehatan kamu.”

“ Ya. Aku ajak Lena dampingi aku”

“ Bagus. “

Setelah telephone terputus aku teringat Ester.

Apakah sudah saatnya kini aku menghubungi Ester. Mengingat sudah lebih setahun aku tidak ada komunikasi dengan dia. Padahal email dari dia kuterima sedikitnya 3 kali seminggu dan terus datang
sampai kini. Seakan dia tidak pernah menyerah untuk mengetahui keadaanku.

Dia tidak bisa kontak aku karena nomor telp setelah aku bangkrut aku ganti dengan nomor baru.

Juga kontak via MSN sudah aku off. Tentu dia tidak bisa menghubungi aku. Tapi nomor telp Ester masih ada denganku. Kantornya pun hanya satu blok dari kantorku.

Jadi tidak sulit bagiku untuk ketemu dia.

Akhirnya entah mengapa aku putuskan untuk menemuina di apartement setelah makan malam dengan relasi Tong dari China Di loby apartement Ester aku tekan tombol kamar apartementnya.

Tak berapa lama nampak di monitor wajah Ester. “

Jaka “ terdengar suara keras dari speaker

“ Saya kebawah temui kamu “ Serunya.

Hanya selang beberapa menit dia sudah hadir dihadapanku.

Lama dia memandangku,

dan sekonyong konyong dia melepaskan pukulan kearah dadaku “ Kamu jahat.

Jahat  sekali.

Apa salah saya? Mengapa kamu menghilang dari saya ? “ katanya dengan air mata berlinang.

Aku memeluknya untuk menenangkannya.

“ Saya dapat kabar dari Budiman bahwa kamu bangkrut karena gagal mendapatkan pinjaman untuk keluar dari masalah. Saya tahu saya gagal membantu kamu dan kamu tidak tahu kan bagaimana perasaan saya ketika itu.

Berkali kali saya telp kamu, semua kontak tidak bisa di hubungi. Email saya kirim dan berharap kamu menjawab bahwa kamu baik baik saja. Tapi kamu tidak pernah balas. Apa salah saya, Jaka, Bukankah kita bersahabat? Katanya dengan sesenggukan.

“ Saya tahu kamu akan mengerti mengapa saya tidak bisa menghubungi kamu. Dan saya tahu bahwa kamu akan selalu menanti saya. Namun memang tidak mudah menjelaskan sikap kita khususnya terhadap sahabat kita. Saya tahu betul pribadi kamu dan kamu tidak sekuat yang kamu bayangkan kalau sudah menyangkut keadaan saya.

Tapi sudahlah , saya baik baik saja. “

Aku mengajaknya nongkrong di café langganan kami.

" Aku ganti pakaian dulu ya." katanya.

Baru aku sadar dia hanya menggunakan kaus sebatas lutut tanpa Bra.

Ester segera kembali ke apartementnya dan aku tunggu di loby.

***

“ Aku lelah sekali. Tadi siang aku rapat dengan relasi sampai sore.

Dan malamnya aku harus ajak pejabat China makan malam.” Kataku ketika sampai di cafe langgaanan kami. “ Mujito sedikit vodca ya “ tanyanya mengingatkan minuman kesukaanku.

“ Green tea aja “ jawabku singkat.

Dia bersegera memanggil pelayan untuk memesan green tea untukku dan Long beach ice tea untuk dia.

Aku hanya diam. Dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan itu adalah buku. Dia membaca tanpa meliat kearahku. Namun aku yakin bahwa setiap sebentar dia meliriku. Benarlah, dia lepasnya kacamata dan berkata :

“ Kamu tahu Jaka, setiap hari aku memikirkan kamu.Aku terus berusaha telp walau aku tahu telp itu sudah tidak aktif. Ada apa ?

“ Maafkan saya” jawabku singkat tapi berusaha tersenyum. Karena aku tahu itu memang salah. Tentu dia kecewa.

“ Aku tahu. Sudah sifat kamu menghadapi sendiri masalah tanpa mengeluh, tanpa menyalahkan siapapun dan terkesan tertutup kalau ada masalah..” Itulah dia yang mengenalku dengan hatinya. Dia tidak butuh kata kataku. Dia tahu sikapku dan tahu apa yang harus diperbuatnya. Kehadiranku dalam keadaan baik dan tegar itu sudah cukup baginya.

‘ Jaka, ini buku bagus sekali “ katanya dengan mata berbinar.

Lagi lagi mencoba untuk membawaku larut bersamanya, dimalam ini.

Aku memandang kearahnya. Dia tersenyum. “ Boleh aku bacakan sedikit. Aku baca yang menarik saja ya. Boleh “ Matanya memancar harap tanpa menghilangkan senyum manisnya.

Aku hanya tersenyum tanpa ada minat untuk mendengar cerita buku itu..

“ Aku bacakan ya..”

Aku tak peduli.

“ Dengarin, ya” Katanya sambil mengenakan kacamata bacanya.

“ Ketika musim dingin datang, saljupun turun. Bumi ditaburi oleh kelembutan butir salju. Bumi ingin
diam sementara. Tak ingin bumi tanahnya ditanami pangan. Tak ingin bumi dikeruk untuk diambil isinya. Burung pergi kebenua lain. Yang ada kesunyian dan juga keindahan. “

Dia terhenti membaca sambil melirik kearahku. Mata sipitnya nampak bergerak gerak seakan meminta tanggapanku.

Aku tak peduli..

“ Wei, hanyalah pria biasa saja. Namun baginya musim dingin punya makna lain. Ini bukan soal kesunyian dan keindahan atau apalah. Ini hanya cara tuhan meminta manusia berhenti barang sejenak. Ya sejenak. Bumi butuh istirahat. Manusia juga butuh istirahat. Biarlah salju turun dengan dingin menusuk. Biarlah burung pergi membawa siulannya. Biarlah dedaunan tertidur dalam mimpinya. Biarlah. Wei, menimati itu semua. Karena begitulah Tuhan merancang dan kemudian berbuat untuk sepatah cinta bagi semua ciptaannya. “

Kembali dia melirik kearahku. Dia tesenyum dan mengangguk ngangguk sambil membuka lembaran halaman buku itu.

Aku tak peduli..

“ Wei, hanya ingin melewati musim ini sebagaimana musim dingin yang lalu. Dia percaya bahwa hanya soal waktu, musim ini akan berganti dan musim semipun akan datang. Dan juga itupun tak pernah dia nanti. Biarlah musim semi membangunkan bunga dari tidurnya. Biarlah musim semi mengundang burung untuk bersiul. Baginya musim hanyalah rutinitas titah Tuhan. Untuk menunjukan kebesarannya. Selalu ada hikmat dibali musim. Itulah cara Tuhan berdialogh kepada semua manusia. “

Aku terpanggil untuk menatapnya. Dia senang.

“ Ada apa ? Kamu suka ceritanya ?

“ Siapa itu Wei ?

Dia menatapku dengan pancaran mata indahnya.

“ Wei hanya pria biasa saja. Tidak ada yang istimewa dari Wei...

“ lantas apa menariknya buku itu ? Apa menariknya kisah itu. “ Kataku sambil menggelengkan kepala.

“ Wei menanti keajaiban dari Tuhan. 10 tahun istrinya sakit lumpuh. Sepuluh tahun dia merawat istrinya siang dan malam. Sepuluh tahun dia berharap agar Tuhan menyembuhkan istrinya. “

“ Oh....” Aku tersentak seketika. "Mengapa dia bisa bertahan seperti itu. “ tanyaku

Dia tidak menjawab seketika.

Dia membalik balik halaman buku itu.

 “ Inilah sebabnya “ Katanya sambil melirikku dengan senyumnya

“ Wei bekata...Ada ratusan juta wanita di China dan mungkin miliaran wanita diciptakan oleh Allah di bumi ini. Tapi ketika Allah memberiku wanita sebagai istri maka itulah yang terbaik bagiku
dari sekian miliar wanita dibumi ini.

Tuhan tahu mengapa istriku harus sakit lumpuh, sebagaiman Tuhan tahu mengapa harus ada musim dingin. Sudah sepuluh musim aku tak lagi mendengar suara istriku menyapaku dipagi hari. Sudah sepuluh musim berganti aku tak bisa menyemai istriku. Sudah sepuluh tahun aku kedinginan. Tapi
aku yakin dan sangat yakin musim pasti berganti”

“ Oh...” Kataku.

Dia tidak peduli dengan reaksiku. Dia kembali meneruskan membaca dan ini nampak dia membuka lembaran akhir dari buku itu..”Wei berkata .. Andai aku bisa memilih apa yang terbaik bagiku , tentu aku akan memilih tapi sayang sekali..aku hanya manusia yang diciptakan tanpa berhak untuk memilih apa yang aku inginkan.

Tugasku hanyalah melewati semua itu dan berharap...” Wei melangkah membobong tubuh istrinya melewati bukit terjal untuk disemayamkan diatas bukit. Ketika itu musim semi. Dari atas bukit , Wei menatap kebawah dan berkata kepada jasad istrinya “ Istriku , aku telah membuat tangga untuk naik kebukit ini. Ada lebih 1000 anak tangga yang kususun selama 10 tahun. Ini sekedar memastikan kepada mu bahwa bila kelak aku tua , aku masih mampu menggerakan tubuh rentaku untuk
sampai kemakammu , menyapamu. Dan kamu tidak perlu kesepian disana..”

“ Oh...” Aku melongok mendengar kisah akhir dari buku itu.. Aku terhentak dengan mata memerah. Aku lihat diapun sama denganku. “ Sangat mengharukan...”

“ Cinta bukanlah apa yang kamu katakan dan kamu perbuat. Ketika orang yang kamu cintai dalam keadaan gundah, tugasmu menentramkan bukan bertanya. Ketika orang yang kamu cintai bersalah, tugasmu meluruskan bukannya menyalahkan. Ketika orang yang kamu cintai tak bisa menjawab maka hatimulah yang menjawab. Ketika orang yang kamu cintai dalam keadaan lemah, tugasmu menyediakan tubuhmu untuk menopangnya. Kecintaan kepada seseorang bukan hanya mempercayainya tapi bagaimana kamu bersikap terhadapnya. Dan itu hanya ketulusan untuk sepatah kata bahwa cinta adalah cinta. “

Dia mengakhiri membaca dan menutup buku itu. Menjelang dini hari aku harus tutup bill. Karena kulihat ester sudah agak lelah. “ Aku harus pulang. Besok aku harus berangkat pagi sekali. Jam 10 pagi ada rapat”. Kataku.

“ Malam ini tidur di apartementku. Awas kalau nolak. Aku marah...” Katanya seraya memelototkan matanya. “.

Dalam perjalanan ke Apartement Ester aku cerita soal rencana masuk ke bisnis electronic dan bermitra dengan FxC. Dia senang dengan cara aku menjelaskan recanaku. “ Kini aku melihat seorang Jaka 10 tahun lalu ketika awal aku mengenalnya. Bersemangat dan penuh percaya diri. Tapi berhati hatillah selalu. Aku tidak ingin kamu gagal lagi. Aku bukan istri kamu yang terlalu kuat menghadapi hal terburuk terhadap kamu. Aku engga sanggup Jaka , kalau terjadi lagi seperti tahun lalu. Jangan lagi ya.”

“ Apa ada usul dari kamu soal recana saya itu ?

“ Engga paham aku. Hanya aku ada peluang yang mungkin kamu bisa lakukan ?

“ Apa itu ?

“ Ada perusahaan satelite broadcase yang terancam bangkrut karena adanya teknologi broadband dan fiberoptic. Perusahaan ini menawarkan TO secara private.“

“ Kalau terancam bankrut kenapa di tawarkan kepadaku.”

“ Kalau engga salah FxC ikut salah satu anggota konsorsium. Ambil alih perusahaan ini dan bisa struktur sahamnya melalui leverage. “

“ Siapa musuhnya yang mau terlibat leverage ?

“ Aku kenal investor dari Arab. Mereka gampang di jadikan mangsa. “

“ Dan kalau aku bisa selamatkan portfolio FxC di perusahaan satelite itu tentu bukan tidak mungkin aku punya bargain di business globalnya karena memasukan darah segar kedalam perusahaan mereka.”

“ Oh ya..Aku engga sejauh itu berpikir” Kata ester lemah.

Aku terus berpikir. Ester merebahkan kepalanya ke bahuku

“ Ya ya..” mataku berbinar. “ Tolong beri data lengkap kepadaku soal informasi kamu itu” Tapi ester sudah lelap. Dasar cewek. Diajak bicara bisnis malah tidur.

Taksi berhenti didepan loby. Aku mengendongnya sampai kedalam apartement.

Meletakannya kekamar dengan hati hati. Menyelimutinya. Dan aku menutup kamar dengan mematikan lampu. Aku tidur di sofa.

***

Di kantor aku mempelajari beberapa dukumen digital yang dikirim oleh Ester via email. Semua informasi yang memuat tentang perusahaan satellite yang dirudung masalah financial ada dalam dokumen itu. Tentu ini rahasia.

Sebagai banker , ester dapat dengan mudah mendapatkannya. Dan dia berikan informasi ini tentu dia tahu aku tidak adakan edarkan kemana mana. Ini hanya akan aku jadi bahan untuk menyusun langkah strategis.

Harga yang dibukan adalah USD 800 juta, Itu valuasi setelah memperhitungkan factor resiko masa depan atau nilainya hanya 40% dari total investasi awal. Usia satellite masih tersisa 10 tahun lagi.

Salah satu pemegang saham perusahaan satelit ini adalah FxC.

Mengapa sampai FxC masuk dalam bisnis satellite? 

Karena pesaingnya juga masuk dalam bisnis satellite. Jadi walau tidak menguasai bisnisnya namun demi melangkah lebih awal dalam merebut peluang dan unggul dalam persaingan, maka investasi satelit dilakukan.

Namun ternyata bisnis satellite ini terancam jatuh nilainya karena usainya pembangunan fiberoptic oleh konsorsium Globalone yang dikomandani Francis.

Namun masih ada aplikasi IT yang bisa menerapkan satellite ini.

Aku juga pelajari term of reference yang ditetapkan oleh asset manager sebagai dasar procedure pengambil alihan. Salah satu syarat adalah adanya bukti dana yang dikeluarkan oleh first class bank. Tanpa bukti dana itu maka negosiasi apapun tidak akan dilayani.

Kalau aku bisa ikut tender pengambil alihan ini, apakah ada kemungkinan aku bisa jual lagi. Aku teringat Ester yang mengatakan bahwa ada orang Arab relasinya yang bisa dijadikan mangsa.

Sebaiknya sebelum aku kuasai detail teknis pengambil alihan ini maka aku harus tahu siapa yang akan jadi mangsanya dan apa yang diinginkannya dari transaksi ini.

“ Ester “ kataku melalui telp .

“ Ya Jaka”

“ Bagaimana aku bisa ketemu dengan relasi kamu si Arab itu?

“ Kapan saja. Dia ada di Hong Kong. Udah 1 bulan.”

“ Boleh saya tahu, apa yang kamu maksud dengan mangsa lewat leverage ?

“ Dia punya uang. Sangat besar sekali. Aku udah verifikasi uangnya. Dia hanya butuh
MTN yang di endorsed oleh First class bank dengan pecahan USD 100 juta. Dia mau
ambil USD 1 miliar. Bunga 7%. “

“ Ok atur saya ketemu dia.”

“ Sekarang aja. Ketemu di kantor saya “

“ Ok. “

“ Kamu meluncur aja ke kantor saya dan saya akan segera minta dia datang.”

Usai telp, aku menghubungi Tong untuk membantu teknis pengambil alihan ini.

Karena menurut ceritanya dia punya koneksi luas dengan pejabat China yang kendalikan dana pensiun.

“ Bagaimana caranya agar mereka percaya gunakan uang mereka hanya sebagai bukti untuk transaksi.

Secara hukum gimana ?

“ Begini “ Kataku menjelaskan “ kita akan buat perusahaan cangkang yang khusus untuk menampung uang mereka. Kita akan berikan proxy kepada mereka untuk kendalikan rekening perusahaan itu.

Artinya secara administrasi uang itu di hold mereka. Tapi secara fakta uang itu ada diperusahaan kita. Siapapun yang verifikasi pasti tahu bahwa itu uang milik kita.”

“ Kemana uang mereka akan dikirim ?

“ Ya tetap di hongkong dan tetap dibank yang sama di mana mereka tempatkan uangnya. “

“ Oh jadi hanya pindah buku”

“ Ya.”

“Siapa yang bisa bantu saya untuk menjelaskan ini kepada pejabat China. “

Aku menyebut lawyer dan agent yang berpengalaman dalam prosedur layering dan credit enhancement. 

Aku minta dia menghubungi mereka. “ Ok “ kata Tong. “ Kapan kamu perlu bukti dana ini?

“ Usahakan setelah aku kembali dari Tokyo urusan itu sudah selesai.”

“ Siap pak..

Sampai di kantor Ester, aku langsung di bawa ke ruang meeting dimana si Arab itu sudah hadir lebih dulu.

“ Ahmed, kenalkan ini Jaka “ kata Ester memperkenalkan diriku.

“ Ahmed. “ katanya seraya menyerahkan kartu namanya. Akupun menyerahkan business card dengan ramah. Dia menatapku beberapa detik dengan wajah tersenyum tipis.

“ Anda muslim ?

“ Ya" jawabku.

“ Ok apa yang ada bisa anda tawarkan kepada saya.”

“ Saya tidak dalam posisi menawarkan tapi memberikan solusi kalau anda berminat.”

“ Ok solusi apa ?

“ Saya akan menerbitkan Bond backed SBLC. Artinya Bond itu dijamin resikonnya oleh SBLC dari first class bank.”

“ Berapa harganya ?

“ 80% dari nominal, zero coupon untuk tennor 5 tahun.”

“ Bagaimana settlement nya ?

“ Penyerahan melalui custodian yang anda tunjuk. Mekanisme Delivery versus payment.”

“ OK. Kapan kita mulai ?

“ Tunggu kabar dari saya.?

“ Berapa lama?

“ Saya tidak janji, yang pasti saya akan hubungi anda segera setelah saya siap.

Apakah itu mungkin bagi anda?

“ Baik saya tunggu.”

Kemudian Ester menjelaskan reputasiku kepada Ahmed. Dan menjelaskan secara detail apa yang aku tawarkan sebagai solusi. Ester juga memberikan contoh yang pernah dilakukan oleh banknya dalam mendukung penerbitan Bond yang di backed oleh SBLC.

Ahmed semakin yakin dan senang. Karena aku tahu bahwa dia butuh solusi untuk mendapatkan lahan parkir teraman atas uangnya. Aman bukan hanya dari hilang tapi juga dari kejaran pajak serta ongkos penempatan yang mahal.

Dengan solusi itu, uangnya aman dan mendapatkan yield diatas bunga bank. Usai meeting, Ahmed mengundang aku kapan kapan makan malam. Aku berjanji minggu depan setelah pulang dari Tokyo

***

Aku menghubungi Tong. Dia berencana hari ini terbang ke Bejing untuk bertemu dengan pejabat china. Misinya mendapatkan trust dari mereka untuk mengikuti skema layering yang kami usulkan.

Tong berangkat bersama dengan Lawyer dan Agent yang akan membantu kami dalam proses settlement dengan pihak dana pensiun.

Weekend aku putuskan untuk kembali ke Jakarta. Kangen dengan anak dan istri.

Senin depan aku akan terbang ke Taipeh dari Jakarta dan Lena dari Hong Kong. Kami akan bergabung di Taipeh di hotel yang sudah diatur oleh Lena.

Di Jakarta aku menghubungi Yuni bahwa aku siap berbisnis dengan dia. Sebetulnya dia sudah menanti setahun lebih untuk dapat bekerja denganku.

Modal awal yang kuberikan adalah USD 200,000 sebagai buyer agent Ikan untuk jepang dan Korea. Dia hanya menjalankan bisnis process dari jaringan bisnis dan pemasaran yang aku punya.

Untuk tahap awal dia hanya sebagai direktur tanpa saham. Kelak kalau prestasinya bagus, aku berjanji akan memberi dia saham sebesar 20%. Dia terima dengan suka cita. Dan berjanji akan kerja keras.

***

Di Taipeh lena sudah menanti di hotel. Semua dokumen yang diperlukan untuk meeting
dengan managing director FxC sudah ada di meja kamar hotelku. Lengkap dengan proposal
yang disusun oleh Team Wang.

Juga agenda meeting yang harus aku lalui.

Jam 11 kami meluncur ke kantor FxC. Sesuai jadwal , meeting di hadiri oleh Managing director dan dua stafnya.

Aku berusaha menjelaskan potensi yang perusahaan punya sehingga patut di jadikan pertimbangan bermitra dengan mereka. Namun disela sela presentasi itu, Managing director menyela.

“ Jaka, kami tidak tertarik dengan potensi anda sebagai periset di bidang electro. Kami berharap anda bertindak sebagai supply chain untuk LCD. Kami sangat butuh itu untuk pengembangan produk kami.

Apakah kita bisa focus membahas soal itu ?

Aku terdiam. “Tapi kami tidak pengalaman membuat LCD apalagi denga spec dari anda. “ Kataku

“ Design tekhnologi dari kami dan perusahaan anda hanya produksi dan menjadi bagian dari
supply chain kami “

“ Ya saya harus bicara apa. Anda boss nya. Kami akan berusaha memenuhi keinginan anda.”

“ Baiklah. Ini aspek teknologi dari LCD tersebut.” Katanya menyerahkan documen agak tebal

“ Kami harap anda menyusun langkah business yang memungkinkan rencana pendirian pabrik
LCD dapat terealisir. “ Sambungnya.

“ Bagaimana kalau kita buat MOU atas usulan anda agar kami membangun pabrik LCD. “

“ Tentu. Kalau anda siap, kami juga siap, Hari ini kita tuntaskan semua “ Katanya.

Dia memerintahkan kepada stafnya agar disiapkan Draft MOU untuk aku pelajari.

Tak lebih 10 menit draft itu sudah ada di meja meeting. Ternyata sudah mereka persiapkan dengan baik sejak awal.

Aku pelajari dengan cepat dan bagi ku ini hanya standard MOU yang juga berlaku bagi mitra supply chain mereka. Aku setuju dan menandantanganinya.

***

Usai meeting, dalam perjalanan ke restoran untuk makan siang.

Lena berkata kepadaku bahwa mungkin Wang sudah tahu bahwa yang dinginkan oleh FxC adalah LCD bukan tekhologi digital dari perangkat keras untuk selular device.

Makanya dia senang bermitra dengan aku karena dia tahu aku punya koneksi dengan industri LCD di Jepang.

“ Kalau lihat dari meeting tadi, mereka tidak menjadikan Wang sebagai bahan pertimbangan
deal dengan anda. Lantas untuk apa deal dengan Wang ? “ Tanya Lena polos.

“ Tidak ada keputusan bisnis yang salah. Selalu ada gunanya dan selalu penting untuk dilalui.

Sekarang masih dalam proses. Kita harus berpikir positip terhadap mitra kita. Bahkan hal yang
terburuk pun harus di sikapi positip. “

“ Yes. Sir “

“ Malam ini kan jadwal kita ke Tokyo “

“ Ya. Tepatnya jam 5 kita harus sudah check out hotel untuk siap siap ke Bandara.

Pesawat terbang jam 8 malam. Saya sudah atur jadwal meeting dengan relasi anda di Tokyo dan
sekretarisnya sudah confirmed”

“ Terimakasih. “

Selama makan siang Lena tidak henti kerja. Dia telp Tong untuk tanyakan proses negosiasi
dengan pihak pejabat di Beijing dan menyakan apa ada yang butuh kebijakanku segera. “

Tong, butuh peretujuan anda untuk tandatangani kerjasama dengan pihak pensiun Fund.

Apakah anda ingin bicara dengan dia ?

“ Ya. “

Lena menyerahkan telp selularnya kepadaku.

“ Mereka minta fee sebesar USD 200,000 untuk placement sebesar USD 1 miliar. “ Kata Tong di seberang

“ Kapan mereka minta uangnya ?

“ Paling lambat satu minggu setelah rekening di buka dan dana ditempatkan. Tapi mereka minta dana itu sudah ada di escrow sebelum dana ditempatkan.”

“ Pakai uang perusahaan yang ada.”

“ Terimakasih pak.”

Telp terputus. “ Pak, kalau kita cash out lagi USD 200,000, saldo kita sudah sangat minim di
bank. Karena dana yang ada udah dipakai untuk bayar deposit kantor, bayar lawyer, agent.

Kita butuh sedikitnya USD 500,000 lagi agar business process tetap jalan. “ Kata lena.

Karena dia tahu step step business process yang harus aku lalui.

“ Nanti kembali ke Hong Kong aku tambah lagi saldo kas kamu.”

“ Terimakasih.”

***

Pertemuan dengan relasiku di Jepang bukannya bicara bisnis tapi malah mendengar rencananya akan mundur sebagai executive di Industri LCD. Alasanya dia ingin mengembangkan karir di China dan mati di China. Karena dia memang warga negara china.

Usianya 58 tahun. Aku mengenalnya melalui relasiku di Korea. Aku pernah pesan LCD dari dia
untuk mensuply pabrik TV di China. Tadinya aku berharap perusahaannya dapat berperan
sebagai strategy partners untuk memudahkan proses penggalangan dana dan financial
engineering.

Maklum reputasi perusahaannya sangat tinggi. Tapi sekarang dia berhenti dan ingin bergabung denganku. Aku tidak lagi berharap kepada perusahaan di Jepang sebagai solusi business. Tapi aku tetap butuh temanku sebagai tenaga ahli untuk mempersiapkan pendirian pabrik LCD.

Aku hanya semalam di Tokyo keesokan paginya kembali ke Hong kong.

Dalam pesawat aku membaca hasil desk riset yang di lakukan Lena mengenai aplikasi satelite broadcase dan siapa saja pemain aplikasi satelite itu.

Dia juga memberikan data perkembangan kepemilikan saham dari perusahaan pemilik satelite itu.

Barulah aku tahu bahwa pada awalnya perusahaan ini didirikan oleh PIC dari Arab dan kemudian berganti pemilik atas nama perusahaan cangkang di Nassau.

Kemudian berganti pemilik dengan masuknya FxC dalam konsorsium bersama Lehman Brothers.

Artinya perusahaan ini di beli oleh FxC dan anggota konsorsium melalui wallstreet.

Itu sebabnya sekarang mereka terancam likuiditas karena surat utangnya akan jatuh tempo sementara business satelite masih negative cash flow.

Disampingku Lena masih sibuk ngetik di laptop nya.

“ Jam berapa kamu tidur semalam ? kataku.

“ Saya melakuan desk riset sampai jam 5 pagi. Dan jam 7 udah bangun sarapan pagi. “

“ Hanya dua jam? Sekarang kenapa masih juga kerja?

“ Memang saya harus kerja.

Saya harus menjelaskan kepada anda setiap point dari MOU yang anda tanda tangani. Tadi pagi saya udah dapat email dari lawyer dan karenanya saya bisa lebih mudah menjelaskannya kepada anda.

Sabar sebentar lagi selesai .”

“ Kamu sebaiknya tidur “

“ Pak, sedikit lagi selesai”

“ Kamu dengar saya ngomong apa ?

“ Ya pak. “ Dia langsung matikan laptop untuk segera tidur.

Lena tertidur pulas dalam pesawat. Benar dia sangat lelah. Sejak awal kerja sampai sekarang dia termasuk cepat sekali belajar dan mampu mengikuti ritme kerjaku , termasuk style kerjaku yang tidak suka menunda pekerjaan.

Bahkan kadang aku kekelahan namun dia tetap semangat melaksanakan semua perintahku. Aku terus berpikir keras bagaimana menghadapi langkah berikutnya.

***

Tong bersama team lawyer dan agent berhasil mendapatkan rekening special arrangement dengan nilai USD 1 miliar atas nama SPC. Aku menyusun langkah untuk proses TO.

Pertama aku butuh analisa menyeluruh tentang prospek bisnis perusahaan yang akan aku jadikan target. Data dan informasi dari Esther tidak cukup. Namun dengan data riset dari Lena sudah jauh lebih baik pengetahuanku.

Namun bagaimanapun aku butuh pendapat professional dari consultant international.

Dalam seminggu aku sudah berhasil mendapatkan laporan lengkap dan sebagai dasar bagiku menentukan harga.

Kedua, aku menyusun exit agar dapat meyakinkan pihak banker untuk mendukung Leverage dengan memanfaatkan dana dari Ahmed.

Melalui Ester, aku diatur untuk bertemu secara personal dengan pemilik perusahaan satelite. Kami janjian di London. Pertemuan di lakukan di hotel kecil di pinggirkan kota London.

Barulah aku tahu siapa pemilik sebenarnya. Dan paham mengapa dia minta pertemuan di tempat yang tidak diketahui orang lain. Ternyata dia adalah  salah satu pemain hedge fund.  

Niatnya membeli perusahaan satelite itu tadinya memang bertujuan untuk money game.

“ Harga yang anda tawarkan sangat tidak rasional”

“ Dan itu tidak bisa lagi saya negosiasikan. Anda terima atau kita sudahi pertemuan ini.”

“ Tapi uang kontan yang anda punya , itu sesuatu yang luar biasa. Saya sudah verifikasi dan semua valid. Baiklah saya setuju harga yang anda tetapkan.”

“ Deal ya harga USD 480 juta atau 60% dari harga yang anda buka "

“ Ya.” Katanya lemah.

“ Beri waktu saya 7 hari kerja bank untuk menyelesaikan pembayaran.”

“ Anda tidak perlu bayar lagi.” Katanya dengan raut wajah dingin.

“ Maksud anda ? ini benar benar membuat saya terkejut.

Dia terdiam sebentar dan tersenyum tipis memandangku sejurus.

“ Jaka, dengan bukti dana yang ada punya. itu lebih dari cukup bagi saya untuk create produk money
market dan menarik dana dari Walstreet. Saya tidak akan menjelaskan lebih jauh.

Tapi saya akan serahkan kontrak. Silahkan anda pelajari kontrak itu. Dealnya sederhana saja. Anda dapatkan satelite itu dan saya dapat posisi administration holder atas rekening perusahaan SPC itu. “

“ Berapa lama anda pegang administration holder itu?

“ Hanya setahun.”

“ Tapi…” Aku masih bingung.

“ Engga usah kawatir. Saya tahu kok uang itu tidak bisa di cairkan.

Dan tahu bagaimana posisi legal pemilik dana atas rekening itu. Semua tidak ada yang berubah.

Saya hanya ingin meng utilize rekening itu.”

“ Caranya ?

“ Saham anda pada SPC itu serahkan kepada saya, dan saham satelite saya serahkan kepada anda.”

“ Tapi kan bukan hanya anda sebagai pemegang saham?

“ Tidak perlu kawatir, Saya akan bayar pemegan saham yang lain.”

Hari itu deal disepakati. Proses legal di lakukan oleh team akuisisi.

Usai negosiasi dengan pemilik satelite aku menghubungi Ester agar diatur pertemuan dengan banker di London untuk membicarakan proses leverage dalam bentuk penerbitan SBLC sebagai jaminan Bond, yang akan aku terbitkan untuk menarik uang dari dompet Ahmed.

Reputasi Ester sebagai banker sangat membantu. Pihak banker di London berjanji akan memproses aplikasiku, terutama akan mempelajari exit yang aku buat.

Ini penting sebagai bagian dari risk management. 

Apa exit ku ?

Menyerahkan satelite sebagai collateral dengan nilai 70% dari price market.

Keesokannya aku dapat kabar bahwa banker setuju menerbitkan SBLC dengan menunjuk Asset management sebagai bond trustee. Keesokannya aku membaca berita di media massa di London,
bahwa salah satu pengusaha dari Hong Kong telah mengambil alih perusahaan satelite dengan nilai USD 480 juta. Dalam berita itu disebutkan nama perusahaanku.

“ Jaka “ terdengar di seberang suara Ester.

“ Selamat ya. Aku baru baca di Koran ada nama perusahana kamu. Hebat kamu Jaka.

You are my man. I am proud of you.”

“ Ah biasa saja. Sekarang saya minta pasikan agar dana Ahmed segera saya kuasai setelah SBLC saya kirim ke bank kamu sebagai jaminan Bond. “

“ Siaaaap, boss. Tadi Tong dan James datang kekantorku.

Mereka sudah serahkan bond nya.

Hari ini SBLC masuk ke bank ku, hari ini juga rekening Ahmed pindah ke rekening perusahaan kamu.”

“ Thanks Ester. “

“ Kapan kembali ke Hong Kong

“ Rencana aku mampir ke Taipeh dulu dan terus ke Jakarta. Mungkin minggu depan aku ada di Hong kong.”

“ Ok. Take care ya”

Sekarang aku punya uang kontan sebesar USD 480 juta. Juga punya perusahaan satelite. Itu jumlah lebih 100 kali dari hartaku yang hilang waktu krismon. Bukan hanya uang tapi juga reputasi secara international.

Terbukti tadi pagi aku dapat telp dari Taipeh bahwa Chairman FxC mengundangku makan malam. Saatnya aku mengendalikan permainan terhadap mereka. Dunia sudah ada dalam genggamanku.

Targetku bukan hanya bermitra dengan FxC tapi juga menguasai sebagian saham mereka. Karena aku tahu mereka kesulitan likuiditas. Sementara badai krisis belum begitu reda di Asia.

Dalam pesawat menuju Taipeh aku perhatikan Lena masih saja kerja dengan laptopnya.

“ Lena..”

“ Ya pak “

“ Bisa engga kamu istirahat saja. Lihat kamu kerja aja saya udah capek”

“ Pak..saya harus persiapkan bahan untuk anda bicara dengan chairman FxC.

Kan kita hanya satu malam di Taipeh. ?

“ Ya “Kataku menghela nafas…” saya engga bisa bayangkan kalau tanpa kamu engga yakin saya bisa menyelesaikan transaksi yang sangat besar dalam waktu singkat.

Kamu bukan hanya sekretaris pribadi tapi sudah menjadi corporate secretary yang mengorganise semua pihak yang terlibat dalam membantu proses take over.”

“ Saya hanya berusaha bekerja sebaik mungkin pak. Apalagi saya melihat anda begitu gigih menghadapi segala kendala dan puya nyali yang luar biasa.

Saya juga bersyukur bisa bekerja dengan anda, bisa belajar dan bisa memahami bagaimana karakter pria sesungguhnya.

“ Maksud kamu ?

“ Bapak boss yang baik, guru yang baik , suami yang baik, sahabat yang menyenangkan, mitra bisnis yang punya komitment, dan sangat menghargai siapapun. “

“ Gombal kamu. Kamu engga mengenal saya sebenarnya”

“ Ya saya tidak mengenal sisi lain dari bapak tapi kalau boleh memilih saya lebih suka mengenal bapak sebagai boss saya.”

“ OK. Sekarang kamu istirahat saja. Tidak perlu persiapkan apapun untuk meeting nanti. Karena pertemuan nanti dengan chairman FxC , saya yang pegang kendali. Kamu kan tahu siapa kita sekarang”

“ Jadi bapak akan kuasai sebagian saham mereka ?

‘ Ya”

“ Bagaimana dengan Wang”

“ Saya juga akan kuasai perusahaan dia”

“ Mengapa ?

“ Saya butuh Wang untuk jadi mitra agar saya bisa membangun pabrik LCD di china guna menjadi supply chain dengan FxC”

“ Apa kelebihan Wang?

“ Dia pengusaha china dan pejabat China akan terdorong nasionalisme nya kalau ada warga negaranya sebagai mitra international membangun pabrik berkelas dunia. Dan kita butuh nasionalisme itu karena China memonopoli bahan baku mineralnya.”

“ Paham saya pak. Jadi semua sudah anda perhitungkan dengan baik. Tujuannya menguasai semua sumber daya orang lain punya. Membujuk siapa saja dan membayar siapa saja yang bisa mendukung obsesi anda. “

Aku hanya tersenyum dan terdiam “ saya perhatikan bapak selalu dalam kondisi berpikir ” Kata Lena.

“ Itulah dunia pria. Kami harus menggunakan akal dan raga kami untuk unggul dalam bertarung. Hidup tidak ramah sayang. Kalau kami lemah, bagaimana mungkin kami bisa melindungi kaum wanita dan menjaga bumi ini agar tetap damai. “

“ Pak. Sebagai pemimpin dan pebisnis bapak itu seperti karakter Srigala”

“ Loh kenapa kamu berkesimpulan seperti itu?

“ Serigala sebagai pemimpin kelompok selalu ada digaris belakang ketika situasi damai. Dia memastikan ‘no one left behind’ dan ‘all keep stay one on pack’. Dia memastikan tidak ada yang tertinggal, dan kelompoknya tetap utuh bersama melangkah kemasa depan. Dia selalu siaga untuk berlari ke arah manapun untuk ‘protect and serve’.

Dan ketika ada masalah atau memasuki medan yang belum jelas kekuatan lawan, Srigala sebagai pemimpin kelompok selalu tampil di garis depan , masuk lebih dulu. Apabila dia gagal dan tewas maka dia akan memberikan tanda kepada anak buahnya untuk segera menjauh..Dia berkorban
untuk para pengikutnya dan tidak pernah lari dari masalah…”

“ Dari mana kamu tahu philosopi soal Srigala ?

“ Dari Tong, juga James. Mereka bilang bahwa bapak itu pemimpin berkarakter
Srigala.”

“ Ah bisa saja mereka. Kamu tidur ya.”

“ Ya Pak. Boleh saya merebahkan kepala saya ke bahu bapak?

“ Ayo tidur “ kataku meraih kepalanya bersandar di bahuku. Dia tersenyum.

---TAMAT----

Friday, 8 September 2017

Cerita Saham Part 1 COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Julinda Jacob : Babo mohon penjelasan mengenai pemecahan saham (split saham), nuhun

Erizeli Jely Bandaro : Aksi korporasi di mana perusahaan memecah sahamnya menjadi beberapa saham. Meskipun jumlah saham beredar meningkat tapi nilai total dari saham tetap sama dibandingkan jumlah sebelum di pecah.

Artinya pemecahan tersebut tidak menambahkan nilai sebenarnya. Rasio split yang paling umum adalah 2 -1 atau 3-1, yang berarti bahwa pemegang saham akan memiliki dua atau tiga saham untuk setiap saham yang dia miliki sebelumnya.

Prakteknya.

Sebagai contoh, anggap PT. DDB memiliki 20 juta lembar saham yang beredar. Harga saham diperdagangkan pada Rp 100.000 per lembar, market kapitalisasi senilai Rp 2 triliun. Dewan direksi perusahaan memutuskan untuk membagi saham 2- 1.

Tuesday, 5 September 2017

Cerita Utang Bisnis Perikanan COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Ada teman saya bisnisnya sebagai pedagang ikan. Modal awalnya hanya USD 200.000. Dengan uang sebanyak itulah dia memulai bisnis. Ikan dibeli lewat juragan ikan. Posisinya hanya sebagai buying agent dari pembeli luar negeri. 

Artinya dia tidak mendapatkan margin dari penjualan itu tapi hanya komisi. 

Namun putaran modalnya bergerak cepat karena setiap stok ikan bertambah, langsung dibayar oleh buyer yang punya perwakilan di Indonesia. Setiap bulan dia bisa mengkapalkan dua kontainer ikan beku ke buyernya. Komisi dia terima setiap bulan USD 30.000. Hari demi hari dia lewati dengan kerja keras dan hidup hemat.

Dua tahun berlangsung , kalau tadinya coldstorage sewa, kini dia sudah punya sendiri.

Lima tahun kemudian, dia sudah punya pabrik pengolahan ikan berstandar bersertifikasi FDA (Food and Drug Administration) Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat

Sehingga dia bisa ekspor sendiri ke luar negeri. Dari keuntungan bisnis ikan itu dia kembangkan ke bisnis pengolahan rumput laut dengan membangun pabrik pengolahan carregenan di Cibinong.

Semua produknya di ekspor. Bukan itu saja dalam rangka mendekat buyer dan memudahkan proses pengepakan maka dia juga membangun pabrik pengolahan ikan di negara Buyer. Jadi pabriknya di Indonesia disamping ekspor barang jadi siap pasar , Juga mengolah barang setengah jadi yang butuh pengolahan lebih lanjut di negara pembeli.

10 tahun bisnis di gelutinya kini asset nya mencapai USD 50 juta atau Rp. 600 miliar.

Nah bagaimana bisa sehebat itu pertumbuhannya.?

Saturday, 2 September 2017

Sekuritisasi Asset COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Awal Januari Jokowi mewacanakan agar BUMN malakukan kreatifitas melakukan financial engineering mendapat dana dari pasar dan sekaligus meningkatkan leverage asset. 

Salah satu yang diusulkan itu adalah sekuritisasi asset. Sekuritisasi asset merupakan salah satu solusi sumber dana diluar APBN membangun insfrastruktur.

Tanggal 31 agustus kemarin, Jasa Marga berhasil meluncurkan produk investasi berbasis pendapatan masa depan atau bahasa kerennya Future Revenue Based Securities (FRBS) atas ruas jalan toll yang telah beroperasi. Total FRBS yang dilempar kepasar memiliki nilai maksimum Rp2 triliun dengan jangka waktu lima tahun.

FRBS ini mendapat izin dari OJK dan akan dikembangkan sebagai salah satu instrument pembiayaan, bukan hanya BUMN tapi juga pihak swasta agar juga ikut meramaikan bursa.

Saya akan bercerita tetang project derivative value yaitu bagaimana perusahaan di era modern saat ini bisa berkembang pesat karena dukungan finacial resource lewat financial engineering. Dulu pernah saya pernah punya ide untuk pengembangan koperasi dengan memanfaatkan skema revenue bond tapi OJK tidak menyetujui.

Makanya saya bisa maklum betapa sulitnya Jasa Marga menjadi pionir penerbitan FRBS ini. Katanya butuh 9 bulan proses pengurusan izinnya sampai OJK setuju.

Friday, 1 September 2017

Viability Gap Fund COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Kalau ingin pembangunan cepat tumbuh maka pastikan infrastruktur tersedia luas. China dan Amerika sudah membuktikan itu.

Dua Negara patut dijadikan bahan pembanding karena luas wilayahnya hampir sama dengan Indonesia. Jauh sebelum Jokowi melakukan keputusan membangun insfrastruktur,

Bank Indonesia dalam risetnya yang tertuang di dalam Tinjauan Kebijakan Moneter BI (2012), juga menyebutkan bahwa sektor infrastruktur transportasi adalah sektor nomor dua yang paling berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah sektor industri.

Bertahun tahun kita abai tentang strategi pembangunan yang benar. Kini kita menghadapi krisis infrastruktur. Sebagai contoh indikator soal jarak tempuh, waktu jarak tempuh darat per 100 km membutuhkan waktu 2,5 jam.

Sedangkan Malaysia, Tiongkok, Thailand, Vietnam di bawah 2 jam.